Perkuat Armada KA Wisata Sumbar

 Padang Ekspres • Kamis, 20/06/2013 12:22 WIB • Redaksi • 32 klik

[image: KA Shinkansen Series 300 saat masih beroperasi di Jepang.]

*Padang, Padek*—Setelah ber­hasil memperjuangkan “pu­lang­nya” kereta api
(KA) Loko Uap Mak Itam dari Stasiun KA Ambarawa ke Sawahlunto, dan melobi
Kementerian Perhu­bungan agar memberikan Railbus Bandara (Duku-BIM) ke
Sumbar, Masyarakat Peduli Kereta Api Sumatera Barat (MPKAS) kembali meminta
KA Shinkansen Series 300 ke Pe­merintah Jepang.



Informasi yang diperoleh Padang Ekspres dari Ketua MPKAS Kurnia Chalik dan
Sekjen MPKAS Yulnofrins Na­pilus, kemarin (19/6), me­nyebutkan, KA
Shinkansen Series 300 merupakan KA yang sudah pensiun. Permintaan MPKAS ke
Pemerintah Jepang dilakukan lewat Duta Besar Indonesia untuk Jepang M
Lutfi. “Kita minta KA tersebut untuk dibawa ke Ranah Minang, guna
memperkuat armada KA Wi­sata kita yang telah ada saat ini,” kata Kurnia
Chalik.



Upaya untuk itu sudah dila­kukan MPKAS dengan mela­kukan pertemuan bersama
Firdaus Wajdi, orangtuanya Dubes Indonesia untuk Jepang M Lutfi di Hotel
Ambara Blok M, pekan lalu. Dalam perte­muan dengan rang Kuraitaji Pariaman
itu, Kurnia mewakili MPKAS membuat presentasi soal proses revitalisasi dan
usaha-usaha yang dilakukan selama ini untuk meng­hi­dup­kan kembali dunia
perke­reta­apian di Ranah Minang sejak tahun 2006. “Informasi dari Kurnia,
hasil pertemuan itu sangat positif dan tinggal lagi, lebih mengintenskan
komu­nikasi dengan pak Dubes di Jepang. Semoga kereta itu bisa dibawa ke
Ranah Minang,” kata Yulnofrins.



Dalam pertemuan itu, juga ada masukan agar kereta api bisa menjadi salah
satu media transportasi penting penunjang ekonomi untuk integrasikan
potensi ekonomi kabupaten dan kota di Sumbar.



Sebelumnya, kata Kurnia, akhir tahun 2012 lalu dirinya selama 3 bulan
ditugaskan kerja di Kantor Pusat INPEX di Akasaka Tokyo, sudah ber­upaya
menemui orang-orang Jepang, untuk minta kereta Shinkansen Series 300 yang
sudah dipensiunkan 20 Maret 2012, agar bisa dibawa ke Su­matera Barat.
Namun, usa­hanya itu tidak boleh men­g­atasnamakan MPKAS, tapi mesti lewat
prosedur antar pemerintah kedua negara (RI dan Jepang).



Kereta Shinkansen series 300 memiliki kecepatan 270 km/jam, dan tidak
diope­rasi­kan lagi karena dianggap sudah ketinggalan zaman di Jepang dan
digantikan Shinkansen Series 700 dan Shinkansen Max Toki dengan kecepatan
di atas 300 km/jam. “Sayang kalau kereta Shinkansen 300 itu sampai
dihancurkan dan di­daur ulang oleh Pemerintah Jepang. Alangkah baiknya
ka­lau kita bawa pulang ke Ranah Minang. Apalagi interiornya masih bagus,
seperti interior pesawat terbang dan kece­patan­nya pun masih di atas 200
km/jam,” jelas Kurnia. *(esg)*

-- 
*
*
*Wassalam

*
*Nofend St. Mudo
36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke