| Assalamualaikim warahmatullahi wabarakaatuh. Tuo-tuo rantaunet dan dunsanak nan ambo hormati. Dibidang kesehatan selalu saja yang dipakai dalam menilai keberhasilan suatu program kesehatan antara lain adolah gizi buruk, kematian ibu, kesejahteraan bayi (lihat WHO). Kalau kita melihat sejak lahir republik ini perubahan indikator ini tidaklah signifikan bahkan dari tahun ke tahun indikator ini cenderung memburuk dibandingkan dengan negara lain di kawasan ambil contoh misalnya vietnam, apalagi kalau diambil malaysia dan singapura... Pertanyaannya Ini tanggung jawab siapa? Bagaimana indikator ini untuk kota padang? Angkanya juga tidak berbeda dengan angka nasional malah cenderung lebih buruk. Lantas apakah investasi JTR akan memperbaiki indikator ini? Jawaban ini sudah dijawab oleh Pak Zaid Dunil orang tua kita yang lulusan FEUI. Beliau menjawab investasi jtr tidak akan memperbaiki indikator kesehatan karena alasan bla2 (silakan lihat posting pak Zaid Dunil sebelumnya) Kalau kita melihat investasi rumah sakit jtr dibeberapa daerah di Indonesia kita hubungkan dengan indikator pelayanan kesehatan yamg dilaporkan oleh WHO tiap tahunnya jelas dampaknya tidak ada... Lalu program apa yang sesungguhnya dapat memperbaiki indikator ini? Tidak lain tidak bukan adalah memperbaiki fasilitas pelayanan kesehatan mulai dari posyandu, puskesmas, sampai rumah sakit pemerintah, meningkatkan keterampilan dan pengetahuan tenaga kesehatan pemerintah dan tentunya komitmen pemerintah dan fakultas kedokteran daerah setempat. Barangkali iko saketek sebagai prolog dari ambo maliek investasi jtr dibidang kesehatan dan keuntungannyo terhadap masyarakat. rahyussalim Cinto Nagari ditinggakan, Awak Pai Nagari diambiak urang, kama badan dibaok pulang --. * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. |
- [R@ntau-Net] adakah rs swasta sejalan dengan program pemerinta... rahyussalim
