Ha...ko soal asok jo minyak ka minyak ko iyo ko indak soal baminang-minang ko doh, Mak Zul. Iko carito nan dibuek dek tukang pacik tampuak duya ko komah. Di Tel Aviv, New York, London, jo Singapur dapua e komah. Wassalam, Suryadi
________________________________ Dari: "[email protected]" <[email protected]> Kepada: [email protected] Dikirim: Rabu, 26 Juni 2013 2:19 Judul: Bls: Re: Bls: Re: [R@ntau-Net] Kenapa tak ada maaf SBY untuk Rakyat (Sumatera)? Sana RN nan di Malaysia Mentang2 awak di situ, Jan dibela lo pengusaha sawit Malaysia tu lai. Kebun sawit terbesar di Riau tu dimiliki malaysia dan pengusaha singapura. Kalau sanak ndak picayo, pailah ka Riau nantun untuk mancari datanyo. Pejabat Riau ndak bisa disalahkan 100 persen. Izin alih fungsi hutan dipegang oleh pemerintah pusat. Riau tingga mangango sae nyo. Salam, Syaf AL/Bogor -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
