Tadi ada cuplikan kejadian tersebut di TVOne. Menurut saya, inilah contoh bahwa debat terbuka di hadapan publik tidak terlalu berguna untuk pencarian kebenaran. Orang akan cenderung menginterpretasikan debat sebagai kemenangan di pihaknya.
Tindakan Munarman jelas bukan langkah pencitraan yang baik. Namun, jika Munarman diam saja, mungkin akan dikatakan bahwa dia tidak berdaya menghadapi lawannya. Jadi posisinya serba salah juga. Untuk itu, ketimbang berdebat tanpa argumen yang disepakati ukurannya, biarlah kita coba timbang dengan tenang seraya berdoa memohon hidayah kepada Allah Ta'aala. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Wassalaamu'alaykum, --- Ahmad Ridha -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
