Assalamu'alaikum. w.w.
 
Pak Saaf jo dunsanak kasadonyo,
di bawah ko ambo ambiak dari 
http://khai79.blogspot.com/2011/09/asal-usul-negeri-sembilan-dan.html
 
Dalam tulisan ko disabuik pulo urang Minang tu pernah bakuaso pulo di 
Kalimantan utara sampai ka Sulu
Filipina. Samakin laweh nampaknyo Minangkabau ko, antahlah. Di bawah ko copas 
nyo.Asal  Usul  Negeri Sembilan dan hubungannya dengan
Minangkabau 
NEGRI SEMBILAN termasuk salah satu negara bagian yg menjadi
negara Federasi Malaysia. Luas negara bagian tersebut 2.580 mil persegi, dengan
berbagai suku bangsa antara lain, Cina, Benggali, dan Melayu, dari sebahagian
suku bangsa Melayu termasuk suku bangsa Minangkabau. Dan tatanan kehidupan
Melayu tersebut masih memakai adat istiadat Minangkabau. 
 
Negri Sembilan sebuah kerajaan yang pemerintahannya berdasarkan
Konstitusi yang disebut : Perlembagaan Negri, dan Badan Legislatifnya bernama
Dewan Perhimpunan / Perundingan Negri yang dipilih oleh rakyat dalam Pemilihan
Umum atau dengan istilah PILIHAN RAYA. Pelaksanaan pemerintahan dilaksanaan
oleh Menteri Besar yang didampingi oleh beberapa orang anggota yg bernama
"Angota Majelis Musyawarat Kerajaan Negeri. Gelar raja ialah: Duli yang
mulia yang dipertuan besar Negeri Sembilan. 
 
Kedatangan bangsa Minangkabau 
 
Sebelum Negri Sembilan bernama demikian di Malaka sudah
berdiri sebuah kerajaan yg terkenal, dan pelabuhan Melaka menjadi pintu gerbang
untuk masuk kedaerah pedalaman tanah semenanjung tersebut. Maka sebelum berdiri
Negri Sembilan datang rombongan demi rombongan dari Minangkabau dan tinggal
menetap disana. 
ROMBONGAN PERTAMA. 
Mula-mula datang serombongan yg dipimpin seorang datuk yg
bergelar Datuk Raja dengan istrinya Tok Seri. Tetapi kurang jelas dari mana
asal mereka di Minangkabau. Mereka dalam perjalanan ke Negri Sembilan singah di
Siak dan kemudian meneruskan perjalanan menyeberang selat Malaka terus ke
Johor. Dari Johor mereka pergi ke Naning terus ke Rembau. Dan akhirnya menetap
disebuah tempat yg bernama Londar Naga. Sebab disebut demikian kerena disana
ditemui kesan-kesan alur naga. Sekarang tempat itu bernama Kampung Galau. 
ROMBONGAN KEDUA 
Pemimpin rombongan ini bergelar Datuk Rajo kuga dan berasal
dari keluarga Datuk Bandaro Penghulu Alam dari Sungai Tarok. Rombongan ini
menetap disebuah tempat yg kemudian terkenal dengan kampung Sungai Layang. 
ROMBONGAN KETIGA. 
Rombongan ini berasal dari Batu Sangkar, keluarga Datuk
Mangkudun Sati di Sumanik. Mereka dua orang orang bersaudara yaitu, Sutan
Sumanik dan Johan Kebesaran. Rombongan ini dalam perjalannya singgah juga di
Siak, Malaka dan Rembau. Kemudian membuat perkampungan yg bernama Tanjung Alam
yg kemudian berganti dengan nama Gunung Pasir. 
ROMBONGAN KEEMPAT. 
Rombongan ini datang dari Sarilamak, Payakumbuh, diketuai
oleh Datuk Putih dan mereka datang pada Sutan Sumanik yg duluan membuka
perkampungan di Negri Sembilan ini. Datuk Putih terkenal sebagai seorang pawang
atau bomoh yg ahli ilmu kebatinan. Beliaulah yg memberi nama Seri Menanti bagi
tempat istana raja yg sekarang ini. 
Kemudian berturut-turut datang lagi rombongan lain
diantaranya yg tercatat oleh sejarah Negri Sembilan ialah : 
Rombongan yg bermula mendiami Rembau datang dari Batu
Hampar, Payakumbuh dengan pengiringnya dari Batu Hampar dan dari Mungka. Nama
beliau Datuk Lelo Balang. Kemudian menyusul adik beliau yg bernama Datuk Laut 
Dalam
dari kampung Tiga Nenek. 
BERSUKU DUA BELAS 
Walaupun penduduk Negri Sembilan mengakui ajaran-ajaran
Datuk Parapatiah nan Sabatang, tetapi mereka tidak membagi persukuan atas empat
bagian seperti di Minangkabau. Mungkin disebabkan situasi dan perkembangannya
sebagai kata pepatah juga : Dekat mencari suku jauh mencari hindu, maka
suku-suku di Negeri Sembilan berasal dari luhak dari tempat mereka datang atau
negri asal mereka. Berdasarkan asal kedatangan mereka yang demikian terdapat 12
suku di Negri Sembilan yg masing-masing adalah sebagai berikut : 
1. Tanah
Datar 
2.
Batuhampar, 
3. Sari
Lamak Pahang, 
4. Sari Lamak
Minangkabau, 
5. Mungka, 
6.
Payakumbuh, 
7. Sari
Malanggang, 
8. Tigo
Batu, 
9. Biduanda, 
10. Tigo
Nenek, 
11. Anak
Aceh, 
12. Batu
Balang. 
a. Sekalipun mereka yg datang itu dari berbagai negri di
Luhak Tanah Datar seperti ; Sumanik, Sungai Tarab, Pagaruyung, tetapi disini
mereka hanya berkaum dengan suku "Tanah Datar" 
b. Batu Hampar, adalah anak kamanakan Datuk Lelo Batang dan
yang datang kemudian. 
c. Yang dimaksud dengan Sari Lamak disini ialah kedatangan
mereka dari dua jurusan yg pertama dengan melalui Pahang, dan lainnya langsung
dari Minangkabau. 
d. Yang dimaksud dengan Sari Malanggang mungkin
Simalanggang, Payakumbuh. 
e. Yang dimaksud dengan Tiga Batu ialah Tiga Batur Padang
Berangan, Lubuk Batingkap dan Gurun. 
f. Kurang jelas mana yg dimaksud dengan Tigo Nenek ini 
g. Dan ada pula suku Anak Aceh dan kemungkinan juga mereka
berasal dari suku Aceh yg disingkirkan dari Siak oleh orang Johor atau dengan
cara lain. 
h. Suku Biduanda berasal dari penduduk asli seperti suku
Semang, Sakai, Jakun. 
Fakta-fakta dan problem sejarah 
Pada suatu tempat yg bernama Sungai Udang kira-kira 23 mil
dari Seremban menuju Port Dickson terdapat sebuah makam. Disana terdapat
beberapa batu bersurat seperti tulisan batu bersurat yg terdapat di Batu
Sangkar. Orang yg bermakam disana bernama Syekh Ahmad dan berasal dari
Minangkabau. Ia meninggal di tahun 872H atau 1467Masehi. 
Dan masih menjadi tanda tanya yg belum terjawab, mengapa
kedatangan Syekh itu dahulu ke Negri Sembilan dan dari luhak mana asalnya. 
Dalam naskah pengiriman raja-raja yg delapan seorang
diantaranya dikirimkan ke Rembau, Negri Sembilan bernama Malenggang Alam tetapi
bila mana ditinjau sejarah Negri Sembilan raja Minangkabau pertama dikirim
yaitu Raja Mahmud yg kemudian bergelar Raja Malewar. 
Raja Malewar memegang kekuasan antara tahun 1773-1795.
Beliau mendapat dua orang anak Tengku Totok dan putri bernama Tengku Aisah,
beliau ditabalkan di Penajis Rembau dan kemudian pindah ke istana Sari Menanti.
Sehingga sekarang masih populer pepatah yang berbunyi : Ber raja ke Johor,
Bertali ke Siak, Bertuan ke Minangkabau. 
Kedatangan beliau ke Negri Sembilan membawa rambut sehelai
jika dimasukan kedalam sebuah batil atau cerana akan memenuhi batil atau cerana
itu. Benda pusaka itu masih tetap dipergunakan bila menobatkan seorang raja
baru. Sesudah Raja Malewar wafat pada tahun 1795 tidak diangkat putranya
menjadi raja melainkan sekali lagi diminta seorang raja dari Minangkabau. Dan
dikirimlah Raja Hitam dan dinobatkan dalam tahun 1795. Raja Hitam kawin dengan
putri Raja Malewar yg bernama Tengku Aisyah sayang beliau tadak dikaruniai
putra. Raja Hitam kawin dengan seorang perempuan lain bernama Encek Jingka.
Dari istrinya ini beliau medapat empat orang putra/putri bernama Tengku Alang
Husin, Tengku Ngah, Tengku Ibrahim, dan Tengku Alwi. Dan ketika beliau wafat
dalam tahun 1908, juga tidak diangkat salah seorang putranya sebagai pengganti
raja. Tetapi dikirimkan perutusan ke Pagaruyung untuk meminta seorang raja
baru. Dan dikirimlah Raja Lenggang dari Minangkabau. 
Raja Lenggang memerintah antara tahun 1808-1824. Raja
Lenggang kawin dengan putri Raja Hitam dan berputra dua orang bernama ; Tengku
Radin dan Tengku Imam. Ketika Raja Lenggang meninggal dinobatkan Tengku Radin
menggantikan ayah beliau. Dan inilah raja pertama Negri Sembilan yg diangkat
oleh pemegang adat dan undang-undang yg lahir di Negri Sembilan. Dan keturunan
beliaulah yg turun-temurun menjadi raja di Negri Sembilan. Raja Radin
digantikan oleh adiknya Raja Imam, tahun 1861-1869. 
Dan selanjutnya raja-raja yg memerintah di Negri Sembilan : 
Tengku Ampuan Intan (Pemangku Pejabat) 1869-1872. 
Yang Dipertuan Antah 1872-1888. 
Tuanku Muhammad 1888-1933. 
Tuanku Abdul Rahman 3 Agust 1933-1 April 1960. 
Tuanku Munawir 5 April 1960-14 April 1967. 
Tuanku Ja'far 18 April 1967- 
Demikian olahan dari Dato' Idris. Dan dari "Tambo Alam
Minangkabau" 
TERBENTUKNYA NEGRI SEMBILAN 
Semasa dahulu kerajaan Negri Sembilan mempunyai hubungan
kekeluargaan dengan Minangkabau. Yang menjadi raja dinegri ini berasal dari
keturunan Raja Minangkabau. Istananya bernama Seri Menanti. Adatnya, peraturan
sebahagian besar menurut undang-undang adat Minangkabau. Mereka mempunyai
suku-suku seperti orang Minangkabau tetapi berbeda cara pemakaiannya. 
Perpindahan penduduk terjadi bermula pada abad ke XIV yaitu
ketika pemerintah menyarankan supaya rakyat memperkembang Minangkabau sampai
jauh-jauh diluar negrinya. Mereka mencari tanah baru, daerah baru, dan menetap
disana. Begitu jaga adat, undang-undang, kelaziman dinegri asalnya yang 
dipergunakan
dinegri yang baru. 
Pada abad ke XVI pemerintahan negri sudah mulai tersusun,
mereka mendirikan kerajaan kecil sebanyak 9 kerajaan dan kesatuan kerajaan
kecil itu mereka namakan NEGERI SEMBILAN. Negara kesatuan ini terjadi waktu
Minangkabau mempersatukan kerajaan-kerajaan kecil ini dan diperlindungkan
dibawah kerajaan Johor. Sebabnya ialah kerajaan persatuan yg baru berdiri ini
selalu diganggu oleh gerombolan anak raja Bugis yg dipimpin Daeng Kemboja.
Setelah negara kesatuan ini terbentuk dengan mufakat bersama dengan kerajaan
Johor dimintalah seorang anak raja Pagaruyung untuk dinobatkan menjadi raja
Yang Dipertuan Seri Menanti. 
Maka hubungan yg demikian rapat sejau berabad-abad itu
menjadikan hubungan antara negara yang akrab : Minangkabau - Negeri Sembilan
pada khususnya, Indonesia - Malaysia pada umumnya. 
KETURUNAN MINANGKABAU di KALIMANTAN UTARA 
Daerah Sabah dan Serawak adalah daerah bahagian timur
Malaysia. Sejak berabad-abad yang lampau telah mengenal suku bangsa
Minangkabau. Dalam tahun 1390 suku bangsa Minangkabau telah menjejakkan kakinya
dipesisir Kalimantan Utara. Orang itu bernama Rajo Bagindo bersama dengan
rombongannya. Ia menetap di negara bagian Serawak sekarang ini, dan sampai
sekarang gelar datuk itu masih ada di Serawak. 
Keturunan Rajo Bagindo tidak hanya di Serawak saja, tetapi
mereka terdapat juga di Berunai dan dipulau Sulu Pilipina. Disana terdapat
kuburan tua dibatu nisannya bertuliskan bahwa asalnya dari Minangkabau. Jaga
menurut seorang anggota Senat Philipina yg bernama Olonto nenek moyangnya
berasal dari Minangkabau yg bergelar Rajo Bagindo. Beliau raja di Sulu pada
tahun 1410. Demikian keterangan yang diberikan Prof DR Hamka. 
 
  

________________________________
 From: asmun sjueib <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Saturday, 29 June 2013 4:58 PM
Subject: Bls: ls: [R@ntau-Net] Batas Wilayah Subkultur Minangkabau.
  

Aww.angku guru SB jo palanta jo stake holder M n.a.h. Iyo kito samo2 memahami 
sagalo kegalauan berbangsa bernegara dg ABS.SBK dalam konteks bangso nan 
bermartabat jo sagalo hal nan paralu awak dudukkan proporsional dan 
professional basamo2. Ambo maliek bahwasanyo eksistensi M dalam kewilayahan 
NKRI jaleih meliputi provinsi kabupaten kota.manakala sistem pemerintahan 
terendah ado dinagari artinyo strata pempus prov kab kota seyogyanya inherent 
dg rakyat nagari yg notabene adolah gatra populasi, gatra wilayah, gatra 
negara/state! Mohon pencerahan.tks.h.asm note: sia nan dapeik manjawek 
pertanyaan2 SB diteih? Anaisisnyo?  

----------
Terkirim dari telepon Nokia saya

------Pesan asli------
Dari: Dr. Saafroedin Bahar. <[email protected]>
To: "Rantau Net Rantau Net" <[email protected]>
Date: Saturday, June 29, 2013 7:05:14 AM GMT+0000
Subject: Re: Bls: [R@ntau-Net] Batas Wilayah Subkultur Minangkabau.

Batua, Ajo Sur. Kok baitu buek sajo duo versi bateh wilayah subkultur 
Minangkabau kito: nan unitnyo luhak nan maliputi babarapo nagari, atau nan 
unitnyo nagari, nan labiah 600 buah. Tapi sia nan kamangarajokan ko ha ? LKAAM? 
LAKM? Unand ? UNP ? RantauNet? Bung Armen Zulkarnain ?  
Wassalam,
SB.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Lies Suryadi <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 29 Jun 2013 14:14:16 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Bls: [R@ntau-Net] Batas Wilayah Subkultur Minangkabau.

Pado maawang2 sajo, rancak dipetakan dulu sacaro ilmiah apo nan alah ditulih 
dek urang mengenai topik ko dari segi kajian ilmiah. Dari segi bahaso lah sajak 
abaik ka-19 dipikiakan urang dima bana sabana e posisi bahasi Minangkabau ko 
dalam konteks dunia Melayu: apokoh Bhs Minang ko induak dari bhs Malayu atau 
sabaliaknyo? Caghilah liak tulisan2 Van der Toorn, Marsden, Van Hasselt, Van 
Eeerde, M.G. Emeis, Si Duik Radjo Medan, .........................sampai ka 
Tamsin Medan. 
 
Marsden, misalnyo, terkenal dg statemennyo: 'Minangkabau was the ancestral home 
of Malay culrure.' Statemen tu jo bukti2 arekelogis, linguistis, dan bukti2 
material culture lainnyo.
 
Jadi, paralu dikaja data empiris a sabana e faktor siginifikan dalam menentukan 
SUB KULTUR Minangkabau ko? Apokoh bateh LUHAK dan RANTAU, atau level NAGARI? 
Kok bateh LUHAK, a apokoh misalnyo urang TANAH DATA tu maraso punyo 'identitas' 
sendiri nan babeda jo urang 'AGAM'? 
 
Jan-jan bateh subkultur Minangkabau tu adolah NAGARI, karano salamo ko 
identitas nagari tu susah diapuih dalam kesadaran kolektif urang Minang, walau 
lah sampai ka rantau bagai, dan dek itu pulo susah manyatukan urang Minang ko 
di tingkek nan labiah supra. Jan kan urang badarai sarupo pedagang atau bantuak 
ambo ko, kelas intelektual atau profesor satingkek Pak Mochtar Naim sajo tatap 
taruih mamikiakan pambangunan nagarinyo. Iko tandonyo, NAGARI tu unsur 
PENANANDA yang penting bagi identitas seorang Minangkabau.
 
 Kok indak bausaho mangaja data2 empiris nan didukuang jo teori2 nan masuak 
aka, mari kito ulang2 sajo frase Minangkabau bardic performers: 'Kaik bakaik 
rotan sago / Takaik di aka baha / Tibo di langik tabarito / Jatuah ka bumi jadi 
kaba.  Kaba urang kami kabakan, duto urang kami tak sato.
 
 
Wassalam,
Suryadi
 
  

________________________________
Dari: Sutan Sinaro <[email protected]>
Kepada: "[email protected]" <[email protected]> 
Dikirim: Sabtu, 29 Juni 2013 5:41
Judul: Re: [R@ntau-Net] Batas Wilayah Subkultur Minangkabau.
  
Assalamu'alaikum. w.w.
 
Pak Saaf jo dunsanak kasadonyo.
Dek Negeri Sembilan ado tanampak tando-tando Minangkabau di sinan, baiak bahaso 
ataupun
adat dan rumah-rumah bagonjong, nan di lua Sumatera nan nampak hanyo Negeri 
Sembilan.
 Tapi manuruik mak gaek (nenek) dek bini ambo nan dapek pulo dari mak gaeknyo 
mangatokan
wilayah Minangkabau tu
"dari Sialang balantak basi, sampai ka sipisak pisau anyuik, dari tapi ombak 
nan badabua sampai ka
durian di takauak rajo, taruih ka Johor ka Patani, itu ranah bundo juo."
Jadi kok diranuangkan, tantu Minangkabau tu mencakup seluruh semenanjung Malaya 
(Johor), sampai
ka batas jo Siam (Thailand) yakni wilayah Patani.
  Kemudian bahaso pulo, dari segi gramatika, petatah petitih, pantun dan sagalo 
macamnyo, bahaso
Melayu selalu baurek ka bahaso Minang. Ado nan mangatokan, bahaso Minang ko 
diucapkan jaleh-
jaleh di luhak nan tigo lareh nan duo sampai ka pasisia, tapi bilo kalua dari 
itu, logat (lughat) nyo
batuka manjadi Melayu. Kalau baitu, urang Melayu tu urang Minang kasadonyo 
(kenyataannyo
di Kelantan dan Trengganu, manyabuik pitih jo "pitih", di Kelantan manyabuik  
kecek jo "kecek",
"kecek Kelate" aratinyo bahaso Kelantan). 
Baa ko lah.
 
Wassalam
 
St. Sinaro

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke