Ajo Sur dan sanak Syafrinal serta sanak-sanak di palanta yth.

Dari berita nan ambo baco a.l. BBC News, urang2 itu bademo krn menganggap pres 
Mursi talalu mamparatikan kepentingan (interests) partainya Ikhwanul Muslimin. 
Indak diuraikan apo nan dimukasuik. Tapi patuik diingek bahaso sajak tahun 1950 
sd 2012 (62 tahun) Mesir diperintah oleh regim militer nan sangaik membatasi 
kebebasan. Di bawah Mursi kebebasan itu indak dibatasi. Bandingkan Indonesia di 
bawah Orba dan Orde Reformasi.

Revolusi rakyat Mesir tahun 2011/12 berhasil menumbangkan tokoh rezim militer 
pres. Husni Mubarak. Dalam pemilu yg diadokan setlh itu pres Mursi manang tipih 
dari lawannya yg sabalunnyo adolah salah satu anggota kabinet Mubarak. Jadi 
indak heran kalau pengikut lawannya yg hampir separoh jumlah pemilih itu akan 
taruih mengamati pres Mursi dlm menjalankan pemerintahan.

Memang sulit untuk menjalankan pemerintahan sesuai ajaran Islam, terutama 
sekarang ini, ketika contoh2 keberhasilan adalah negara2 Barat dan Timur yg 
mempraktekkan kehidupan sekuler, kebebasan menyatakan pendapat dan berdemo, 
ekonomi pasar dll. Sedikit saja langkah pres Mursi yg bernuansa Islam akan 
dianggap mengutamokan kepentingan partainyo. Makanyo pemerintahan pres Mursi 
acok kanai demo sampai kini (ulang tahun pertama pemerintahannya)

Salam
Fashridjal M. Noor Sidin
L65Bdg

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Syafrinal Syarien <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 1 Jul 2013 21:24:22 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: Bls: [R@ntau-Net] (OOT) Mesir Bergolak

Ajo Suriya di Ulando;

Jadi kesimpulan Ajo tu bertolak belakang jo Om Duta?
Om Duta indak setuju agamo dipisah jo politik karano agamo tu adolah "way of 
life". Tindakan pemisahan agamo jo politik tu adolah upaya sekularisasi supayo 
urang Islam ndak usah urus politik, cukuik maurus musajik se lah.
Samantaro uraian Ajo di bawah ko, politik nan balabel Islam tu akibaik e cuman 
gunjang-ganjing ndak berkelincitan se doh.

Wassalaam;
Sy Syarien/43/Karawaci


________________________________
 From: Lies Suryadi <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]> 
Sent: Monday, July 1, 2013 10:17 PM
Subject: Bls: [R@ntau-Net] (OOT) Kisah Abu Bakar vs Fanhas (dan Ali batal bunuh 
musuh di Perang Khandaq)
 


Astagfirullah!!!!!!
 
Sabanta aniang cako lah kalua barito: 5 mantari Mesir mundur. Mesir maarah ka 
'revolusi kaduo', kecek para pengulas. Pendemo anti Morsi makin tumpah ka 
Tahrir Square, dipakirokan labiah gadang lo lai dari demo kutiko manurunkan 
Mubarak dulu. Kantua pusek Ikhwanul Muslimin lah serak sumerai dimakan api. 
Pendemo mengultimatum Morsi untuak mundur dalam 24 jam. 
 
Batanyo ambo ka rang cadiak pandai di lapau ko: A nan salah di Ikhwanul 
Muslimin nan diwakili Morsi ko ko? Baa mako ditulak dek ranyaik Mesir nan 
notabene mayoritas Islam? Namo e Ikhwanul Muslimin, baa kok jalan jo lubang2 
pendistribusian makanan dari Mesir ka Jalur Gaza jo tutuik abih dek Morsi ko? 
Baa mako indak bapihak/basimpati Morsi ko ka bangsa Palestina nan tatindeh tu?
 
Egah je awak maliek politik balabel2 Islam ko. Ghaso-ghaso tambah cemak cemong 
je wajah Islam dek ugang2 politikus nan babaju Islam ko.
 
Wassalam,
Suryadi

Dari: Syafrinal Syarien <[email protected]>
Kepada: "[email protected]" <[email protected]> 
Dikirim: Senin, 1 Juli 2013 16:52
Judul: Re: [R@ntau-Net] (OOT) Kisah Abu Bakar vs Fanhas (dan Ali batal bunuh 
musuh di Perang Khandaq)
 


Subhanallah...
Mambaco uraian panjang Pak ANB ko ambo mancaliak ado duo wajah Islam: Wajah 
lembut dan wajah keras.
Sayangnyo nan banyak muncul ke permukaan adolah wajah keras yang gampang 
tersinggung, sensi, dan mudah meledak. 
Yang meledak-ledak menganggap diri berada di garis depan dalam membela Islam. 
Tapi pada akhirnya pihak lain memandang umat Islam tak lebih dari sekedar umat 
yang suka kekerasan. Buktinya konflik di Timteng antara sesama umat Islam 
sendiri tak kunjung usai. Ukhuwah Islamiyah jadi dianggap omong kosong belaka 
karena tak ada bukti konkretnya.

Saya berdoa, semoga dengan uraian Pak ANB ini, tidak ada yang memberi stempel 
Pak ANB sebagai corong JIL.

Wassalaam;
Sy Syarien/43/Karawaci

From: Akmal Nasery Basral <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]>; Akmal N. Basral 
<[email protected]> 
Sent: Monday, July 1, 2013 5:46 PM
Subject: [R@ntau-Net] (OOT) Kisah Abu Bakar vs Fanhas (dan Ali batal bunuh 
musuh di Perang Khandaq)
 


Pada 30 Juni Sutan Sinaro manulih:

____


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke