Taragak pulo mampalajari watak kito urang minang... Setelah basilanca sabanta, dapek lah tulisan iko... Tulisan nan agak panjang... Kok ado Mamak / dunsanak nan mengkoreksi atau menambahkan, silakan..
Bagi nan sanang silakan baco, ko indak please ignore it..! Sumber : http://andhirao2.blogspot.sg/2010/06/beberapa-sifat-dan-kepribadian-orang.html Diposkan oleh *aNdHi* | di Rabu, Juni 16, 2010<http://andhirao2.blogspot.sg/2010/06/beberapa-sifat-dan-kepribadian-orang.html> Rabu, 16 Juni 2010 | Label: Culture<http://andhirao2.blogspot.sg/search/label/Culture> Telah satu tujuan khusus adat Minang adalah membentuk individu yang berbudi luhur, manusia yang berbudaya dan manusia yang beradab. Dari manusia-manusia yang beradab itu di harapkan akan melahirkan suatu masyarakat yang aman dan damai sehingga memungkinkan suatu kehidupan yang sejahtera dan bahagia di dunia dan akhirat yakni suatu masyarakat yang aman damai dan selalu didalam lindungan Allah S.W.T. Untuk mencapai masyarakat yang sedemikian, di perlukan manusia-manusia dengan sifat-sifat dan watak tertentu. Sifat-sifat yang ideal itu menurut adat Minang antara lain, sebagai berikut: <http://1.bp.blogspot.com/_iddmP12Nm7U/TBhVZo3kAcI/AAAAAAAAAPo/S3nGn4J1-Sk/s1600/minangkabau.jpg> * 1) HIDUIK BARAKA, BAUKUE JO BAJANGKO.* Hiduik artinya hidup Baraka artinya berfikir Baukue jo Bajangko artinya berukur dan berjangka. Dalam menjalankan hidup dan kehidupan, orang Minang dituntut untuk selalu memakai akalnya. Berukur dan berjangka artinya harus mempunyai " rencana yang jelas dan perkiraan yang tepat". Kelebihan manusia dibandingkan dengan haiwan dan tumbuh-tumbuhan adalah kerana manusia mempunyai tiga alat vital yang mempunyai kekuatan besar apabila digunakan secara tepat dalam menjalankan hidupnya, iaitu otak, otot dan hati. Dengan otak, manusia dapat berfikir untuk memanfaatkan alam untuk hidup dan kehidupannya. Dengan otot, manusia dapat menggerakkan benda-benda alam dari satu tempat ke tempat lain. Dengan hati, manusia dapat memahami manusia lain dengan mengembangkan perasaan dan hati nuraninya. Dengan mempergunakan akal fikiran dengan baik, manusia antara lain akan selalu waspada dalam hidup, seperti dalam pepatah berikut: *Dalam awal akhir terbayang* *Dalam baik ingatlah buruk* *Dalam tawa tangis menghadang* *Hati ria hutang kan tumbuh* Dengan berfikir jauh ke depan, kita dapat meramalkan apa yang bakal terjadi sehingga tetap selalu waspada. *Alun rabah lah ka ujuang Alun pai lah babaliak Alun di bali lah bajua Alun di makan lah taraso* Dalam merencanakan sesuatu pekerjaan, difikirkan lebih dahulu sematang-matangnya dan secermat-cermatnya. Pendek kata dibuat rencana yang mantap dan terinci. *Di hawai sahabih raso* *Dikaruak sahabih gaung* Dalam melaksanakan suatu pekerjaan, perlu dilakukan sesuai dengan urutan prioritas yang sudah direncanakan, seperti kata pepatah: *Mangaji dari alif Babilang dari aso* Dalam melakukan sesuatu, haruslah mempunyai alasan yang masuk akal dan boleh dipertanggungjawabkan. Jangan asal berbuat tanpa berfikir: *Mancancang balandasan Malompek basitumpu* *Bajalan ba nan tuo Balayie ba nakhodo Bakato ba nan pandai* Pepatah di atas mengisyaratkan bahawa nenek moyang kita telah lebih dahulu memahami pola organisasi modern yang akan di lalui dalam membuat sesuatu keputusan dalam kehidupan. Cubalah renungkan... Masih banyak diantara kita yang tidak punya cita-cita hidup. Namun kalau ada yang punya cita-cita, tetapi tidak tahu bagaimana cara yang harus ditempuh untuk mencapai cita-cita itu. Nenek moyang kita ribuan tahun yang lalu sudah tahu apa yang ingin dicapainya dalam hidup ini dan sudah tahu pula cara apa yang harus di tempuh untuk mencapai cita-cita itu. Cubalah kita hayati pepatah berikut: Nak kayo kuek mancari Nak tuah bertabur urai Nak mulie tapeti janji Nak namo tinggakan jaso Nak pandai kuek balaja Salah satu syarat untuk dapat diterima dalam pergaulan ialah bila kita dapat membaca perasaan orang lain secara tepat. Dalam zaman sekarang hal ini di kenal dengan ilmu empati, iaitu dengan mencuba mengadaikan kita sendiri dalam posisi orang lain. Bila kita berhasil menempatkan diri dalam posisi orang lain, maka tidak mungkin kita akan memaksakan keinginan kita pada orang lain. Dengan cara ini banyak konflik batin yang dapat dihindari. Pepatah mengajarkan dengan tepat sebagai berikut: Elok dek awak Yang elok menurut kita Katuju dek urang (Namun juga) disukai orang lain. Segala sesuatu yang menurut fikiran sendiri adalah baik, belum tentu dianggap baik pula oleh orang lain. Rambut sama hitam tetapi fikiran adalah berbeza-beza. Nenek moyang orang Minang telah lama menyakini bahwa "perencanaan yang matang" adalah salah satu unsur yang sangat penting untuk melaksanakan sesuatu pekerjaan. Pepatah berikut meyakinkan kita akan kebenarannya: *Balabieh ancak-ancak Bakurang sio-sio Diagak mangko diagieh Dibaliek mangko dibalah Bayang-bayang sepanjang badan** ( Beban jangan lebih dari kemampuan)* *Nan babarieh nan dipahek Nan baukue nan dikabuang Jalan nan luruih nan ditampuah Labuah pasa nan dituruik Di garieh makanan pahat Di aie lapehkan tubo Tentang sakik lakek ubek Luruih manantang barieh adat* Sekiranya dalam teori pengurusan moden digunakan : Planning, Organizing, Coordinations and Control maka adat Minang mengajarkan kita menempuh hidup sesuai dengan pepatah ini: *Hiduik baraka - baukue jo bajangko Hidup berfikir - berukur dan berjangka* * 2) MALU JO SOPAN / BASO BASI* Adat Minang mengutamakan sopan santun dalam pergaulan. Budi pekerti yang tinggi menjadi salah satu ukuran martabat seseorang. Etika pula menjadi salah satu sifat yang harus di miliki oleh setiap individu Minang. *Adat Minang ada menyebut:*** * Nan kuriak iyolah kundi Nan merah iyolah sago Nan baiak iyolah budi Nan indah iyolah baso Kuek rumah dek basandi Rusak sandi rumah binaso Kuek bangso karena budi Rusak budi bangso binaso* Adat Minang sejak berabad-abad yang lalu telah memastikan bila moraliti suatu bangsa sudah rosak, maka lambat laun bangsa itu kelak akan binasa yakni akan hancur ditelan sejarah. Adat Minang telah mengatur dengan jelas tata kesopanan dalam pergaulan, kita cuma tinggal mengamalkannya.... Pepatah ada menyebut: *Nan tuo dihormati Nan ketek disayangi Samo gadang bawo bakawan Ibu jo bapak diutamakan* Budi pekerti termasuk salah satu sifat yang dinilai tinggi oleh adat Minang. Begitu pula rasa malu dan sopan santun, termasuk sifat-sifat yang diwajibkan dipunyai oleh orang-orang Minang..... *Dek ribuik rabahlah padi Di cupak Datuk Tumangguang Hiduik kok tak babudi Duduak tagak kamari cangguang Gugur papaya karena binalu Tumbuh serumpun ditepi tebat Kalau habis rasa dan malu Bagaikan kayu longgar pengikat* Kehidupan yang aman dan damai menjadi idaman adat Minang. Oleh itu, selalu diupayakan menghindari kemungkinan timbulnya perselisihan dalam pergaulan. Budi pekerti yang baik, sopan santun dalam pergaulan sehari-hari diyakini akan menjauhkan kita dari kemungkinan timbulnya sengketa. Budi pekerti yang baik akan sentiasa dikenang orang walaupun sudah putih tulang didalam tanah. *Pucuak pauah sadang tajelo Panjuluak bungo linggundi Nak jauah silang sangketo Pahaluih baso jo basi ( perhalus budi pekerti ) Pulau pandan jauah di tangah Dibaliek pulau angso duo Hancua badan dikanduang tanah Budi baiak takana juo* *Nak urang koto ilalang Nak lalu ka pakan baso Malu jo sopan kok lah hilang Habiehlah raso jo pareso* * 3) TENGGANG RASO.* Perasaan manusia halus dan sangat peka. Tersinggung sedikit dia akan terluka, perih dan pedih... Pergaulan yang baik adalah pergaulan yang dapat menjaga perasaan orang lain. Kalau sampai perasaan terluka bisa membawa bencana. Kerana itu adat mengajarkan supaya kita selalu berhati-hati dalam pergaulan, baik dalam ucapan, tingkah laku maupun perbuatan jangan sampai menyinggung perasaan orang lain. Tenggang rasa adalah salah satu sifat yang dianjurkan oleh adat Minang. *Pepatah ada memperingatkan:* * Bajalan paliharo kaki Bakato paliharo lidah Kaki tataruang inai padahannyo Lidah tataruang ameh padanannyo Bajalan selangkah madok suruik ( berjalan selangkah lihat kebelakang ) Kato sapatah dipikiri Nan elok dek awak katuju dek urang Lamak dek awak lamak dek urang Sakik dek awak sakik dek urang * Sifat tenggang rasa ini dianggap salah satu sifat yang dinilai tinggi pula dalam ajaran adat Minang. Setiap orang Minang di tuntut untuk memiliki sifat ini..... * 4) SETIA/ LOYAL* Yang dimaksudkan dengan setia adalah teguh hati, merasa senasib dan menyatu dalam lingkungan kekerabatan. Sifat ini menjadi sumber dari lahirnya sifat setia kawan, cinta kampung halaman, cinta tanah air dan cinta bangsa. Dari sini pula akan lahir sikap saling membantu, saling membela dan saling berkorban untuk sesama mereka. * Pepatah adat menyebutkan sebagai berikut:* *Malompek samo patah Manyaruduk samo bungkuak Tatungkuik samo makan tanah Tatalantang samo minum aie Tarandam samo basah Rosok aie pulang ka aie Rosok minyak pulang ka minyak* Bila terjadi suatu konflik dan orang Minang terpaksa harus memilih, maka orang Minang akan memihak pada dunsanaknya. Orang Minang adalah sama fanatiknya dengan orang Inggeris,.." Right or wrong is my country.....or.....Right is right, wrong is wrong". *Adat badunsanak, dunsanak patahankan Adat bakampuang, kampuang patahankan Adat banagari, nagari patahankan Adat babangso, bangso patahankan Parang ba suku samo dilipek Parang samun samo dihadapi* Dengan sifat setia dan loyal semacam ini maka orang-orang Minang akan sentiasa mempunyai sifat nasionalisma dalam menghadapi apa jua permasaalahan global baik didalam linkungan nagari maupun bangsa mereka.... * 5 ) ADIL* Yang dimaksudkan dengan bersifat adil adalah mengambil sikap yang tidak berat sebelah dan berpegang teguh kepada kebenaran. Bersikap adil semacam ini sangat sulit di laksanakan bila berhadapan dengan dunsanak sendiri. Ini kerana adanya pepatah adat yang lain yang berbunyi " adat dunsanak, dunsanak patahankan ". Menghadapi dua keadaan yang kontroversi ini, orang Minang harus pandai-pandai membawa diri dan harus bijaksana. * Adat Minang ada mengajarkan:* * Bakati samo barek Maukue samo panjang Tibo di mato indak dipiciangkan Tibo di paruik indak dikampihkan Tibo di dado indak dibusuangkan Mandapek samo balabo Kahilangan samo marugi Maukue samo panjang Mambilai samo laweh Baragieh samo banyak Gadang kayu gadang bahannya Ketek kayu ketek bahannya Nan ado samo dimakan Nan indak samo dicari Hati gajah samo dilapah Hati tungau samo dicacah Gadang agieh baumpuk Ketek agieh bacacah* *( Punya banyak maupun sedikit harus dibagi merata )* 6 ) HEMAT CERMAT Saya tidak bermaksud untuk membangga-banggakan adat Minang dan nenek moyang orang Minang, tetapi cuba kita lihat apa petua nenek moyang kita orang Minang mengenai sifat hemat cermat mereka dalam urusan berkaitan dengan pengurusan manusia maupun pengurusan bahan-bahan yang terdapat dalam alam ini..... *Berkaitan dengan MANUSIA:* *Nan buto pahambuih lasuang Nan pakak palapeh badie Nan patah pangajuik ayam Nan lumpuah paunyi rumah Nan binguang ka disuruah-suruah Nan buruak palawan karajo Nan kuek paangkuik baban Nan tinggi jadi panjuluak Nan randah panyaruduak Nan pandai tampek batanyo Nan cadiak bakeh baiyo Nan kayo tampek batenggang Nan rancak palawan dunie* * Berkaitan dengan TANAH* *Nan lereng tanami padi Nan tunggang tanami bambu Nan gurun jadikan parak(kebun) Nan bancah jadikan sawah Nan padek ka parumahan Nan munggu jadikan pandam (kuburan) Nan gauang ka tabek ikan Nan padang tampek gubalo Nan lacah kubangan kabau Nan rawang ranangan itiek* *Berkaitan dengan KAYU* *Nan kuek ka tonggak tuo Nan luruih ka rasuk paran Nan lantiak ka bubungan Nan bungkuak ka tangkai bajak Nan ketek ka tangkai sapu Nan satampok ka papan tuai Rantingnyo ka pasak suntiang Abunyo pamupuak padi* *(....samo dengan "zero based output theory" )* *Berkaitan dengan BULUH* * Nan panjang ka pambuluah Nan pendek ka parian Nan rabuang ka panggulai* * Berkaitan dengan pokok SAGU* *Sagunyo ka baka huma Ruyuangnyo ka tangkai bajak Ijuaknyo ka atok rumah Pucuaknyo ka daun paisok Lidinyo ka jadi sapu* 7) SENTIASA BERWASPADA Sentiasa ada sifat berwaspada atau ambil tindakan berjaga-jaga terhadap kemungkinan bahaya yang mendatang. Sifat waspada dan siaga ini termasuk sifat yang dianjurkan oleh adat Minang seperti yang disebut dalam pepatah berikut: *Maminteh sabalun anyuik* *Malantai sabalun lapuak* *Ingek-ingek sabalun kanai* *Sio-sio nagari alah* *Sio-sio utang tumbuah* *Siang dicaliek-caliek* *Malam di danga-danga* * * *8) BERANI KERANA BENAR.* Islam mengajarkan kita supaya mengamalkan "amar makruf, nahi mungkar" iaitu mengajurkan orang supaya berbuat baik dan mencegah orang dari membuat kemungkaran. Menyuruh orang berbuat baik adalah mudah tetapi melarang orang dari berbuat mungkar kadang-kadang mengundang risiko yang sangat tinggi...bisa-bisa nyawa menjadi taruhan! Mencegah kemungkaran seperti mencuri, merampok, korupsi, minum-minum, judi dan lain-lain mengandungi risiko yang tinggi. Untuk bertindak menghadang kemungkaran seperti ini memerlukan keberanian.. Adat Minang dengan tegas menyatakan bahwa orang Minang harus punya keberanian untuk menegakkan kebenaran yakni bertindak "BERANI KARENA BENAR". Pepatah dalam adat Minang ada menyebut: *Kok dianjak urang pasupadan* *Kok dialieh urang kato pusako* *Kok dirubah urang kato daulu* *Jan cameh nyawo malayang* *Jan takuik darah taserak* *Asalkan lai dalam kabanaran* *Basilang tombak dalam perang* *Sabalun aja bapantang mati* *Baribu sabab mandatang* *Namun mati hanyo sakali* *Aso hilang duo tabilang* *Bapantang suruik di jalan* *Asa lai angok-angok ikan* *Asa lai jiwo-jiwo patuang* *Namun nan bana disabuik juo* *Sakali kato rang lalu* *Anggap angin lalu sajo* *Duo kali kato rang lalu* *Anggap garah samo gadang* *Tigo kali kato rang lalu* *Jan takuik darah taserak* *9) ARIF, BIJAKSANA,TANGGAP DAN SABAR* Orang yang arif bijaksana adalah orang yang dapat memahami pandangan orang lain serta dapat pula mengerti apa yang tersurat dan tersirat. Tanggap artinya mampu menangkis setiap bahaya yang bakal mendatang. Sabar artinya mampu menerima segala cobaan dengan dada yang lapang dan mampu mencarikan jalan keluar dengan fikiran yang jernih. Ketiga-tiga sifat ini termasuk yang dinilai tinggi dalam adat Minang, seperti terlihat dalam pepatah berikut: *Tahu dikilek baliung nan ka kaki* *Kilek camin nan kamuko* *Tahu jo gabak di ulu tando ka ujan* *Cewang di langik tando ka paneh* *Ingek di rantiang ka mancucuak* *Tahu di dahan ka maimpok* *Tahu di unak kamanyangkuik* *Pandai maminteh sabalun anyuik* Begitulah adat Minang menggambarkan orang-orang yang arif, bijaksana dan tanggap terhadap masaalah yang akan di hadapi. *Orang-orang yang sabar pula diibaratkan oleh pepatah sebagaimana berikut:* *Gunuang biaso timbunan kabuik* *Lurah biaso timbunan aie* *Lakuak biaso timbunan sampah* *Lauik biaso timbunan ombak* *Nan hitam tahan tapo* *Nan putiah tahan sasah* *Disasah bahabieh aie* *Dikikieh bahabieh basi* * * *10) RAJIN* Sifat yang lain yang harus dipunyai orang Minang menurut adat adalah rajin seperti kata pepatah berikut: * * *Kok duduak marawiek ranjau* *Tagak maninjau jarah* *Nak kayo kuek mancari* *Nak pandai kuek balaja* *11) RENDAH HATI* Hidup di rantau bermakna orang Minang hidup sebagai minoriti dalam lingkungan majoriti suku bangsa yang lain. Mereka yang merantau dalam lingkungan daerah-daerah di Indonesia misalnya kurang merasakan sebagai kelompok minoriti... tetapi sekiranya mereka merantau keluar seperti ke Malaysia, ke Australia, ke Eropah dan lain-lainnya, mereka ini hidup di tengah-tengah orang lain yang berbudaya lain... bagaimana harus perantau Minang ini harus bersikap? *Adat Minang ada memberi pedoman sebagaimana berikut:* *Kok manyauak di hilie hilie* *Kok mengecek di bawah bawah* *Tibo di kandang kambiang mengembek* *Tibo di kandang kabau menguak* *Di mano langiek dijunjuang* *Di sinan bumi dipijak* *Di situ rantiang dipatah* Pepatah diatas mengajarkan bahwa sebagai perantau yang hidup dalam lingkungan budaya lain, maka kita sebagai kelompok pendatang yang minoriti harus tahu menjaga diri dan pandai menempatkan diri. MANYAUAK DI HILIE-HILIE tidak berarti kita harus merasa rendah diri, tetapi justeru berarti kita orang yang tahu diri sebagai pendatang. Apakah kita sebagai pendatang akan selalu "menyauak di hilie-hilie", sangat tergantung pada perkembangan selanjutnya... Bila dalam waktu singkat kita bisa menyesuaikan diri dengan linkungan, malah bila menjadi manusia teladan dan tokoh masyarakat dilinkungan baru itu, maka tidak jarang orang Minang akan menjadi Imam Masjid atau ketua desa atau pemuka masyarakat setempat. Pada saat itu, dia tidak perlu lagi "menyauak di hilie-hilie" malah mungkin sekali " disaukkan dihulu-hulu", di dahulukan selangkah, ditinggikan seranting, diangkat menjadi pemimpin bagaikan Penghulu dilingkungannya... Sifat rendah hati, sama sekali tidak sama dengan rendah diri dalam arti kata * "inferior"*. RENDAH HATI adalah sifat terpuji, sedangkan rendah diri jelas merupakan penyakit *" inferiority complex".* *Moga memberi manfaat* *salam* *Salam dan Terima Kasih,* *Dedi Suryadi* _____________________________________________________________________________ ***** Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang Berani Bertindak Dan ***** ******Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil Konsekuensi (Jawaharlal Nehru**)* ***** ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for The Others" (Hadith by Bukhari) --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu... ".....***** "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..." -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
