Ratap Nenek Lela
Ketika berdoa usai sholat Isya berjamaah di Mesjid malam itu, terdengar isak tangis nenek Lela.Tiba-tiba nenek Lela merebahkan badannya dan tidur telentang sambil meratap. Jamaah yang lain mengakhiri doanya dan duduk berkerumun mengelilingi nenek Lela. Tanpa bisa dicegah terdengarlah kata-kata yang diucapkan nenek Lela. “Oiiii Kutar, aden alah hiduik sajak dari jaman Bulando, jaman Japang dan jaman Merdeka. Alah den rasoan jalan mandaki, jalan manurun, dan jalan baliku dan bakarikil tajam. Indak pernah aden manyangko, katurunan den akan jadi maliang dan mamaliang pitih kacio masyarakat”. Jamaah nan lain tadiam mandangakan ratok nenek Lela. “Takana ndak diang Kutar rayo haji sangkek itu, waang taragak nak mancaliak jawi di potong di bulakang musajik, tapi ndak ado sikua juo kambiang atau jawi nan jadi qurban waktu itu. Bukan waang sen nan sadiah, aden nan tuo sadiah pulo”. Ibu-ibu nan mendengarkan ratap nenek Lela saling berpandangan dan saling teringat masa itu. Kesedihan saat itu adalah kesedihan masyarakat kampungku. Mesjid yang biasanya ramai di hari raya, kali itu menjadi sepi. Tak ingin terulang lagi kejadian yang menyedihkan tersebut, pengurus Mesjid mengambil inisiatif. Tidak perlu menunggu orang yang berpunya untuk berqurban. Semua orang pasti bisa berqurban, asal ada keinginan. Pengurus Mesjid mengajak jamaah menabung, yang dipungut sekali dalam seminggu. Alhamdulillah sejak saat itu tak ada lagi kasus Mesjid di kampungku tak punya qurban. “Ooiii Kutar, kini aden alah gaek, indak kabara lamo den iduik taraso lidoh. Tabungan qurban itu adolah tiket kapambukak pintu sarugo di den. Kini tiketdun alah malayang gara-gara waang”. Hari dek alah baransua malam juo, ndak mungkin nenek lela dipadiakan maratok di musajik. Tampillah Bundo Kanduang mambujuak nenek Lela untuak pulang. “Nenek Lela, alah du maratok, hari alah malam, pulang awak lai. Harusno awak basyukur, pangakuan Mak Kutar alah membebaskan Mak Kutar dari kutukan masyarakat lewat ratik nan awak lantunkan salamo saminggu itu. Rayo haji masih lamo, pitih nan hilang bisa dicari gantino”. Nenek Lela terkejut dan terpana. Bundo kanduang lansuang mambimbinag nenek Lela dan jamaah lain mangucapkan, Astaghfirullah, Subhanallah, Alhamdulillah, Lailla haillallah, Allahu Akbar, Lahaula wala quwwata illa billah. Sasudah mangucap, nenek Lela dibawa pulang kerumahnya. Esok hari setelah pengakuan Mak Kutar malam itu di Mesjid, masyarakat menjadi heboh kembali. Ibu-ibu yang berbelanja di warung-warung mempercakapkan kejadian malam itu. Mereka tak menyangka sama sekali kalau Mak Kutar berani mengakui kesalahannya dan meminta maaf pada jamaah Mesjid. Jamaah yang merasa tabungan qurbannya hilang, kembali menjadi optimis. Kalau Allah mengizinkan tentu ada saja jalan agar tabungan qurban mereka bisa kembali, entah dari pintu rejeki yang mana sehingga tiket ke surga yang mereka dambakan tidak hilang begitu saja. Padang, 5 Juli 2013 Hanifah Damanhuri -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
