Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh, "karena Basyafar bukan hanya merupakan ritual keagamaan semata, akan tetapi juga dapat dijadikan momen wisata religius," kata Ali Mukni"
Ini jelas2 men-declare syirik, dan setahu saya Rasulullah tidak pernah mengajarkan untuk berziarah dgn semarak ( basyafar) spt ini. Banyak mudharatnya,, semoga Allah SWT melindungi kita dari syirik. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh 2008/2/27 kabaMinang OnLine <[EMAIL PROTECTED]>: > Rabu, 27 Februari 2008, Padang Ekspres OnLine > > Tradisi Basyafa tahun 2008 ini jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. > Kalau sebelumnya tradisi ini hanya dihadiri Bupati Padangpariaman. Momen > religius Basyafa tahun ini terkesan istimewa karena dihadiri langsung oleh > mantan Presiden Republik Indonesia KH.Abdurahman Wahid. > > Puncak tradisi yang dikenal dengan sebutan Basyafa Gadang berlangsung pada > Rabu 20 Februari 2008 lalu. Acara ini dihadiri oleh ribuan jemaah Syatariah > yang berasal dari berbagai daerah di Propinsi Sumatera Barat, disamping itu > juga berdatangan dari daerah tetangga seperti dari Riau, Jambi dan Bengkulu. > Kedatangan ribuan orang yang berasal dari berbagai daerah ini, ternyata > berkah bagi masyarakat Ulakan sendiri, terutama yang tinggal disekitar makam > Syeh Burhanuddin. Karena dengan kedatangan ribuan orang tersebut mereka bisa > berjualan, untuk menunjang perekonomian masyarakat setempat. Bayangkan kalau > pada Syafar kali ini hanya dikunjungi sekitar 2000 pengunjung atau peziarah, > bila setiap pengunjung rata-rata berbelanja sebesar Rp15.000 per hari, > maka akan terjadi perputaran uang sebesar Rp30.000.000 per hari. Hal ini > merupakan suatu potensi yang cukup besar bagi peningkatan perekonomian > masyarakat. > > > > Wakil Bupati Padangpariaman Ali Mukni mengungkapkan, acara Basyafa > merupakan agenda rutin tahunan masyarakat Kabupaten Padangpariaman. Acara > ini sebenarnya mengingatkan masa wafatnya seorang ulama besar asal > Minangkabau bernama Syekh Burhanuddin. Hari wafatnya sang ulama tepat pada > tanggal 10 Bulan Syafar 1111 Hijriah lalu. Puncak acara ini dinamakan > Basyafa Gadang. Selain dalam rangka syiar Islam dan memeriahkan bulan Syafar > 1429 H/2008 M, momentum ini sangat tepat untuk mengenang beliau sebagai > seorang tokoh yang sangat berjasa untuk perkembangan Islam di Minangkabau > khususnya di Kabupaten Padangpariaman. "Sebagai penghormatan kepada beliau > jugalah, pada bulan Syafar ini, orang-orang berdatangan dari seluruh pelosok > Sumatera Barat dan juga dari daerah tetangga yaitu Riau dan Jambi termasuk > Bengkulu. > > > > Bahkan ada juga peziarah dari pulau Jawa yang datang ke Makam Syekh > Burhanuddin yang terletak di Ulakan ini. Jadi sudah sepantasnyalah kita > menghormati tradisi bersyafar ini karena Basyafar bukan hanya merupakan > ritual keagamaan semata, akan tetapi juga dapat dijadikan momen wisata > religius," kata Ali Mukni. Melihat begitu banyaknya para pengunjung yang > datang ke Ulakan saat itu membuat Pemkab Padangpariaman bertekad dan > mempunyai komitmen kuat untuk mengembangkannya sejalan dengan itu dilakukan > juga pembenahn kompleks Makam Syekh Burhanuddin ini menjadi sebagai salah > satu dari 9 kawasan strategis di Kabupaten Padangpariaman. "Sejak tahun 2004 > yang lalu kita telah memulai pembangunan masjid di komplek makam Syekh > Burhanuddin ini dengan biaya pembangunan berasal dari APBD Provinsi dan > Kabupaten Padangpariaman serta donatur," jelas Wakil Bupati ini lagi. > > > > Selain itu, pada awal tahun 2008 ini, juga telah dilaksanakan peletakan > batu pertama pembangunan Surau-Surau Nagari yang terkena areal pembangunan > mesjid. "Disamping itu, kita berharap jalan alternatif bandara yang melewati > kawasan Ulakan ini juga segera di perlebar menjadi dua jalur sehingga > kawasan Makam Syekh Burhanuddin yang sudah ditetapkan menjadi objek wisata > religius ini semakin megah, ramai dan berkembang," lanjutnnya. "Sejak dahulu > hingga sekarang, Kabupaten Padangpariaman masih menjadi pusat pengembangan > agama Islam di Minangkabau. Hampir di setiap kecamatan dan nagari di > Kabupaten ini terdapat Pondok Pesantren (Pontren), baik itu Pondok Pesantren > Modern maupun Pondok Pesantren Salafiyah dengan santrinya bukan hanya > berasal dari Padangpariaman saja tapi juga berasal dari daerah tetangga > seperti Malaysia, Thailand dan juga Brunei," kata Ali Mukni. > > > > Kemudian, tambahnya lagi, dalam rangka meningkatkan mutu dan pengembangan > Pondok Pesantren tersebut, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus > memberikan perhatian seperti dengan pemberian bantuan buku-buku, > sarana-prasarana, beasiswa dan berbagai bantuan lainnya. Sehingga nantinya > mutu dan kualitas para santri dapat meningkat dalam rangka meningkatkan > kualitas kehidupan beragama di tengah-tengah masyarakat. (*) > > > > No virus found in this outgoing message. > Checked by AVG Free Edition. > Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.21.1/1300 - Release Date: > 26/02/2008 19:50 > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
