Sabtu, 06 Juli 2013 23:43

Entah karena kebetulan, peristiwa terbakarnya bus PO Yanti di Pangkalan
Limpuluh Kota setahun lalu, kemarin terulang lagi. Untungnya kali ini tidak
ada korban nyawa. Tapi semua barang milik penumpang tak bisa diselamatkan.

PAYAKUMBUH,HALUAN –– Setelah bus naas PO Yanti Grup bernomor polisi BA 3653
L terbakar sehingga menghanguskan belasan penumpangnya akhir Mei 2012 lalu,
kali ini, bus dengan merek yang sama kembali terbakar pada Sabtu (6/7)
sekitar pukul 05.30 Wib di Jorong Simpang Tigo, Nagari Koto Alam, Kecamatan
Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, persisnya di kilometer 161 dari arah
Kota Padang. “Untungnya,  tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Seluruh penumpang bisa disela­matkan sebelum api menghang­uskan seluruh
badan bus dalam hitungan menit. Sopir dan kernet bus sudah diamankan
petugas untuk dimintai keterangannya. Kerugian diperkirakan hingga puluhan
juta rupiah,” ujar AKBP Cucuk Trihono, Kapolres Limapuluh Kota didampingi
Kasat Lantas AKP Agus Tober kepada sejumlah wartawan, Sabtu (6/7) siang.

Terbakarnya bus berpenumpang  45 orang tersebut, menurut Kapolres diduga
disebabkan  adanya kon­sleting pada bagian  kota zakering yang terletak di
bagian bawah bus. Bahkan, kebakaran bus dari peru­sahaan yang sama itu,
diduga mirip dengan kejadian sebelumnya.

Awalnya, bus PO Yanti Grup yang bernomor polisi sedikit mirip dengan bus
yang terbakar setahun yang lalu, yakni BA 3635 L itu,  berangkat dari Kota
Dumai, Riau  menuju Solok. Sesampainya di TKP  atau sekitar 8 kilometer
 dari kejadian yang sama setahun  lalu, bus yang dikemudikan Yarki (36)
warga Aur Kuning Padang Gamuak, Kota Bukittinggi itu, mencium aroma seperti
ada  kabel terbakar yang berasal  dari bawah kemu­dinya.

Ia bersama kernet bernama Gusdur (37) warga  Kelok Sariak Lubuak Bangku
Kecamatan  Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, meng­hen­­tikan laju bus dan
memeriksa asal asap tersebut. Ternyata dalam hitungan menit, percikan api
yang berasal dari kabel bawah kemu­dinya itu terus mem­besar. Sehingga,
mereka berusaha memadamkan api sambil terus berusaha menge­luarkan seluruh
penumpang dari dalam bus naas tersebut.

“Api berasal dari bawah. Kami berusaha memadamkan api terse­but dengan alat
seadanya  dan meminta seluruh penumpang keluar dari bus. Beberapa menit
kemu­dian, api terus membesar ketika bus telah kosong dari penumpang.
Tetapi barang bawaan dari penum­pang tidak bisa diselamatkan,” ungkap Yarki
saat ditanya petugas di Mapolsek Pangkalan.

Yarki dan Gusdur secara jelas menuturkan, mereka turun untuk melakukan
pengecekan dan mencari sumber bau asap yang menyengat tersebut. Namun,
mereka  tidak melihat asal asap dan ketika membuka Accu bus, api mulai
terlihat dibagian bawah mesin dan mereka pun berusaha mema­damkannya.

Tapi apa daya, api terus mem­besar dan membakar seluruh bagian bus. Mereka
hanya bisa pasrah melihat kejadian tersebut. “Di lokasi kejadian, kami
berusaha mene­nangkan seluruh penumpang yang barangnya tidak bisa
diselamatkan. Kami berusaha mencari bantuan bagi penumpang hingga petugas
kebakaran dan polisi datang ke lokasi kejadian,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Pang­kalan Iptu Riky Pranata menga­takan, bangkai
bus telah dievakuasi di Mapolseki Pangkalan sekitar 20 kilometer dari TKP
dengan menggunakan truk kontainer. Sopir dan kernet bus tersebut masih
dalam penyelidikan petugas polsek setempat.

“Bus telah kami evakuasi, sekitar pukul 14.00 Wib, bangkai bus dalam
keadaan hangus itu sampai di Mapolsek. Sopir dan kernet masih dimintai
keterangan. Sementara seluruh penumpang telah melanjutkan perjalanan mereka
dengan bus yang lain. Begitupun dengan barang bawaan yang ikut terbakar
masih dida­ta,”ujar Iptu Riky Pranata melalui Kanit reskrim polsek
Pangkalan Ipda Muchti Sawir.

Secara terpisah, salah seorang penumpang bus PO Yanti Grup sekaligus saksi
mata dalam keja­dian itu bernama, Yani (35), warga kampung Baru, kota
Solok, menu­turkan, awalnya terlihat asap mengepul dan memenuhi seluruh isi
bus tersebut.

Sehingga, ia bersama puluhan penumpang lain­nya berlarian keluar  dan
menjauhi bus untuk menyelamatkan diri.

“Secara cepat dan dalam hitu­ngan menit, api menghanguskan badan bus serta
barang bawaan penumpang lainnya. Tak ada yang bisa di selamatkan dan yang
kami inginkan  barang bawaan yang hangus dapat digantikan kembali,”
ujarnya.**


http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=24685:lagi-bus-yanti-terbakar&catid=2:sumatera-barat&Itemid=71

-- 
*
*
*Wassalam

*
*Nofend St. Mudo
37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke