Zul, kisah kisah candoko mambuek aie mato ajo balinang..... Pernah danga kisah seorang seorang suami yang merawat isterinya yg lumpuh dan menolak tawaran anak2nya agar dia nikah lagi? Beko ajo postingkan kalau alun.
Wassalaamu'alaikum Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), 1947, suku Mandahiliang, Gasan Gadang, Pariaman. Virginia-USA ------------------------------------------------------------ 2013/7/9 ZulTan <[email protected]> > > Suatu hari seorang pria tua berpakaian sederhana memasuki sebuah > showroom otomotif. Salah seorang tenaga penjual bernama John berdiri dan > menghampirinya, "Selamat pagi, Pak. Ada yang bisa saya bantu?" > > Laki-laki tua itu menjawab bahwa dia membutuhkan mobil seken yang kecil, > sebuah mobil yang sederhana karena dia hanya memiliki anggaran yang > terbatas. > > John membawa orang tua tersebut ke garasi yang terletak di belakang > showroom, di sana semua mobil seken dan berukuran kecil dipajang. > Mobil-mobil tersebut mungkin sesuai dengan budget pria tua tadi. > > Pada saat berkeliling untuk memilih mobil yang cocok, orang tua tadi > menjelaskan kepada John mengapa dia ingin membeli mobil. > > "Sebenarnya mobil yang akan saya beli adalah untuk istri saya. Selama 30 > tahun > lebih istri saya ingin punya mobil kecil. Mobil yang bisa dikendarai ke > supermarket dan ke rumah teman-temannya. Tapi, saat itu adalah masa-masa > sulit > dan saya tidak mampu beli mobil. Seiring waktu berlalu, istri saya > berhenti meminta mobil," cerita pria tua itu. > "Minggu lalu ia jatuh sakit. Dokter mengatakan istri saya menderita kanker > dan > umurnya tinggal beberapa bulan lagi. Jadi, saya memutuskan untuk > menggunakan tabungan saya untuk membelikannya mobil, supaya ia setidaknya > bisa menikmati beberapa bulan sisa hidupnya mengendarai mobilnya sendiri, > sebelum dipanggil menghadap Tuhan," imbuhnya lagi. > > Hati John tersentuh mendengar kisah tersebut. Ia berjanji pada dirinya > sendiri > bahwa suatu hari, ia juga akan menjadi suami yang baik sampai akhir hayat > hidupnya. > > Setelah beberapa lama berkeliling, pria tua itu akhirnya menjatuhkan > pilihannya pada sebuah mobil kecil berwarna hijau gelap. "Istri saya bakal > menyukai mobil ini. Kecil, mudah dikendalikan, memiliki semua fitur yang ia > inginkan dan ini > adalah warna favoritnya!" > > Lalu dia berkata pada John bahwa dia akan memberikan kejutan pada istrinya. > "Saya akan mengajak istri saya ke sini besok dan berpura-pura melihat-lihat > mobil. Kalau Anda melihat saya besok, berpura-puralah seakan kita belum > pernah > bertemu sebelumnya, dan layani saya persis seperti Anda pertama kali > melayani > saya. Lalu, saya akan memberikan kejutan pada istri saya dengan > mengatakan bahwa saya sudah membelikan mobil untuknya, oke? > John berkata, "Oke, akan saya ikuti rencana Anda. Terima kasih, Pak Brown, > saya nantikan kunjungan Anda beserta istri besok." > > Setelah orang tua itu > pergi, John menceritakan kejadian ini pada rekan-rekan kerja yang lain. > Mereka > juga tersentuh. > > Pada hari berikutnya, seperti yang sudah direncanakan, pria tua itu datang > bersama istrinya. Sesudah mereka masuk bergandengan tangan ke dalam > showroom, John memberi salam dengan gembira kepada mereka dan berpura-pura > belum mengenal > laki-laki tua itu. Tetapi, sewaktu istrinya sedang tidak melihat, John > mengedipkan matanya padanya seakan berkata, "Semuanya beres." > > Laki-laki tua itu berpura-pura menjelaskan kepada John bahwa mereka ke > showroom > ini untuk melihat-lihat dan ia menjelaskan tipe mobil yang mereka > inginkan. Sang > istri berkata pada John, "Saya tidak mengerti mengapa suami saya tiba-tiba > mengajak saya ke sini. Kami tidak punya rencana untuk beli mobil. Kami > bahkan > tidak mampu membayarnya!" > > John mengantar pasangan tersebut ke garasi di belakang showroom. Sewaktu > mereka > melihat-lihat, pria tua itu mencari mobil hijau gelap yang sudah ia pesan > dan > bayar kemarin. Tapi, mobil itu sudah tidak ada di sana! Ia bertanya pada > John, "Apakah hanya ini mobil-mobil yang Anda miliki? Apakah tidak ada yang > lain > lagi?" > > "Tidak ada lagi, Pak. Ini semua yang kami miliki, mobil-mobil inilah yang > sesuai dengan budget bapak." > > "Apakah BENAR-BENAR hanya ini semua mobil yang Anda miliki? Tidak ada > lagi?" > ulangnya lagi. > > "Tidak ada pak. Hanya ini semua yang kami miliki. Tidak ada lagi," jawab > John. > > Orang tua itu mulai panik. Ia berkata pada dirinya sendiri, "Saya telah > membayar penuh untuk mobil itu. Tapi, sudah tidak di sini dan John > mengatakan hanya ini yang ia miliki! Jadi, di mana mobil saya dan apa yang > terjadi dengan uang yang sudah saya bayarkan padanya?" Lebih parah lagi, ia > tidak bisa > bertanya langsung pada John, "Dimana mobil saya?" Orang tua itu benar-benar > khawatir. > > Setelah beberapa lama berjalan ke sana ke mari, John menyarankan mereka > kembali > ke dalam showroom untuk berteduh dan minum karena udara di garasi mulai > panas dan tampaknya tidak ada mobil yang cocok dengan keinginan mereka. > Pria tua itu > menjawab, "Tidak, saya ingin berkeliling lagi." > > Istrinya berkata, "Tidak apa-apa sayang, mereka tampaknya tidak memiliki > mobil yang kita cari. Mari kita ke dalam, saya lelah." > > Dengan lesu, si orang tua mengikuti John dan istrinya kembali ke showroom. > Ia > khawatir, bingung, dan marah dalam waktu yang bersamaan, tetapi tidak bisa > menunjukkannya! > > Sewaktu mereka duduk sambil menikmati minuman di showroom, sang istri > bercakap-cakap dengan gembira pada John, tapi si orang tua itu sedang tidak > ingin untuk bercakap-cakap. Ia terlalu bingung dan tengah berpikir tentang > apa > yang harus ia lakukan selanjutnya. > > Tiba-tiba istrinya berseru, "Itu mobil yang sangat bagus..." Si orang tua > menoleh ke arah istrinya menunjuk. Di sana ada sebuah mobil kecil berwarna > hijau gelap seperti yang sudah ia pilih sehari sebelumnya, bedanya mobil > ini masih baru. Bahkan, mobil tersebut diletakkan di podium berputar dan > diberikan pita > besar. "Ini tidak mungkin mobil yang sudah saya beli! Mobil yang saya > beli itu > mobil bekas, berdebu, dan ada di garasi belakang. Sedangkan ini mobil > baru," > katanya dalam hati. > > "Ini terlalu mahal sayang, ini mobil baru," dia mengingatkan istrinya. > "Tidak apa-apa. Masuk saja ke dalamnya, duduk dan rasakan," kata John. > > Sang istri tampak ragu-ragu. "Mari silakan." John menuntun tangan istri > pria tua itu menuju podium, lalu membukakan pintu mobil untuknya. > Sang istri masuk ke dalam mobil, duduk dengan nyaman dan mengangkat > tangannya > untuk memegang kemudi. > > Kemudian ia berteriak, melompat keluar dari mobil, dan berlari ke arah > suaminya untuk memberinya pelukan hangat. "Terima kasih, > terima kasih banyak, sayang! Ini benar-benar kejutan yang menyenangkan!" > > Pria tua itu kaget dan bingung. Apa yang sedang terjadi? > > Lalu, istrinya mengambil kartu besar dari kemudi mobil. Di kartu itu > tertulis: > > "SELAMAT, Nyonya Brown, > Anda adalah pemilik khusus mobil cantik ini! > > SELAMAT > > Terutama karena Anda memiliki seorang suami yang > SUNGGUH-SUNGGUH SANGAT MENCINTAI ANDA!" > > John dan seluruh tim penjual amat tersentuh oleh kisah pria tua itu > sehingga > mereka sepakat melakukan pekerjaan ekstra untuk memberikan kejutan kepada > pasangan yang saling mencintai ini. Mereka semua kerja lembur malam itu > untuk > mencuci mobil tersebut, memoles catnya, mengikatkan pita besar, dan membuat > kartu ucapan "SELAMAT" yang besar. > > Istri pria tua itu melompat-lompat gembira. Pria tersebut tersenyum lebar. > Tidak hanya itu, sewaktu pasangan tersebut mengendarai mobil kecil yang > sudah mengilap tadi keluar dari showroom, setiap staf berbaris di pintu > depan showroom untuk memberikan tepuk tangan meriah dan hangat. Tepuk > tangan yang berasal dari hati. Pasangan bahagia itu dengan bangga > melambaikan tangan kepada para staf sambil mengemudikan mobil keluar > meninggalkan showroom. > Ada beberapa wajah yang berlinang air mata di antara para staf yang > berbaris > pada pagi itu, tetapi di bibir mereka tersungging senyuman. > > > * Kisah dari buku "Fish! Tales" karangan Stephen C. Lundin. > > Salam, > ZulTan, L, 52, Bogor > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
