iko salah ciek nyo Jo..

http://www.antaranews.com/view/?i=1196868408&c=NAS&s


Malaysia Bantah Klaim Budaya Indonesia sebagai Budaya Aslinya
Rabu, 5 Desember 2007 22:26 WIB
Berita Terkait
        * Kodam VI/Mulawarman siagakan ribuan personel di perbatasan
        * Presiden hadiri pertemuan konsultasi Indonesia-Malaysia
        * Kampung Sebatik, beranda yang terlupakan
        * Anggota MPR tinjau patok batas RI-Malaysia
        * Pelantikan 415 pejabat DKi Jakarta pecahkan rekor duniaJakarta 
(ANTARA News) - Pemerintah Malaysia melalui Duta Besar Malaysia untuk 
Indonesia, Dato` Zainal Abidin Zain, membantah pemberitaan media massa bahwa 
negara itu telah mengklaim budaya Indonesia sebagai asli budaya milik Malaysia.

"Kerajaan Malaysia tidak pernah mengklaim budaya Indonesia sebagai budaya 
kami," kata Dubes Zainal dalam acara memperingati Hari Kemerdekaan Malaysia 
ke-50, di Jakarta, Rabu (5/12) malam.

Menurut dia, dalam enam bulan terakhir, hubungan Malaysia dengan Indonesia 
telah diuji berkaitan dengan beberapa isu kebudayaan seperti tarian, makanan 
dan alat-alat kesenian yang dilaporkan secara tidak benar.

"Jika masalah ini tidak diatasi dengan segera, maka akan meninggalkan kesan 
negatif bagi pemikiran generasi muda, baik di Malaysia maupun di Indonesia," 
kata Dato` Zainal pula.

Pernyataan Dubes Zainal itu merujuk kepada pemberitaan media massa di Indonesia 
yang menyebutkan bahwa Malaysia mengklaim budaya Indonesia--seperti kesenian 
"Reog Ponorogo", lagu "Rasa Sayange", alat musik "Angklung", pakaian "batik", 
dan makanan "rendang"-- sebagai budaya asli negara itu.

Dubes juga mengklarifikasi kata "asli", yang dalam bahasa Malaysia bermakna 
tradisional, berbeda dengan Indonesia bermakna otentik. 

Begitupula kata "ahli", dalam bahasa Malaysia berarti anggota, sementara 
Indonesia bermakna pakar.

Dubes Zainal mensinyalir bahwa timbulnya masalah kedua negara itu sengaja 
disebarkan pihak-pihak yang tidak menyukai hubungan baik Malaysia-Indonesia.

"Saya khawatir ada pihak-pihak yang sengaja mengadu domba kita karena mereka 
tidak menginginkan kita bersatu," katanya sembari mengimbau wartawan agar 
hati-hati dan secara bijaksana tidak membuat berita yang dapat merenggangkan 
hubungan baik selama ini.

Guna menunjukkan niat baik Malaysia, dalam acara tersebut juga menghadirkan 
Bupati Ponorogo, Muhadi Suroyo, yang sebelumnya bersama masyarakat di daerah 
Jawa Timur itu menyatakan protes atas klaim Malaysia terhadap kesenian "Reog 
Ponorogo" itu.

Dalam sambutannya, Bupati Muhadi menyatakan rasa bahagia atas klarifikasi 
Pemerintah Malaysia menyangkut persoalan tersebut.

"Saya lega atas klarifikasi ini," ujar Bupati Ponorogo, seraya mengimbau agar 
di masa mendatang bila mempertunjukkan kesenian Indonesia hendaknya disebutkan 
asalnya.

"Penyebutan asal budaya itu penting agar tidak menimbulkan reaksi negatif," 
ujar Bupati Ponorogo itu.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia, Mukhlis 
Paeni, mengemukakan kesamaan budaya Indonesia dan Malaysia sebagai sama-sama 
etnis Melayu.

"Dahulu sebelum Indonesia dan Malaysia terpisah sebagai negara, tidak pernah 
timbul perbedaan seperti sekarang ini. Oleh karena itu, hendaknya kita sikapi 
secara bijaksana bila timbul persoalan antara kedua negara," kata Mukhlis.

Dubes Zainal juga menjelaskan kasus-kasus yang dihadapi para tenaga kerja 
Indonesia (TKI) yang mengadu nasib di negeri jiran itu.

Dia menjelaskan kasus TKI yang kini sedang dalam persidangan di pengadilan 
Malaysia, yaitu Nirmala Bonat, Ceriati Dapin, Kunarsih, dan Donald Pieter 
Luther Kolapita.

Suasana acara yang dikemas berupa temu wartawan di gedung Kedutaan Malaysia di 
kawasan Kuningan, Jakarta, terasa hangat ketika Dubes Zainal membacakan sebuah 
pantun Melayu yang menggambarkan hubungan erat antara kedua negara.

"Kalau Roboh Kota Melaka/Papan dari Jawa hamba dirikan/Kalau sungguh bagai 
dikata/Nyawa dan badan hamba serahkan."(*)
dan iko ceik lai...

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/09/24/81477/Malaysia-Kita-Klaim-Saja-Jadi-Provinsi-Ke-34-RI


wassalam
Yansen



>________________________________
> Dari: Lies Suryadi <[email protected]>
>Kepada: "[email protected]" <[email protected]> 
>Dikirim: Rabu, 10 Juli 2013 13:29
>Judul: [R@ntau-Net] Mohon info tentang klaim-mengklaim soal cultural heritages 
>antaro Malaysia jo Indonesia nan manyangkuik Minangkabau
> 
>
>
>Mamak2, Kakak2, sarato Dunsanak di lapau,
> 
>Ambo mohon info soal klaim-mengklaim mengenai masalah cultural heritages 
>antaro Malaysia jo Indonesia nan manyangkuik Minangkabau. Kalau ambo ndak 
>salah ingek, dulu ado soal RANDANG jo TARI (atau LAGU?). Tapi ambo cari2 di 
>internet indak ado sobok baritonyo dih lai. Mungkin ado Dunsanak di lapau nan 
>pernah mambaco dan menyimpan berita2 koran atau majalah tentang isu2 ko. Kalau 
>ado mohon kemurahan hati Sanak maangiah ambo kopiannyo atau mambaritahu 
>linknyo kalau tasadio di internet.
> 
>Wassalam,
>Suryadi
>Lhr 1965, Sunua Pariaman, rantau: Leiden
-- 
>.
>* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
>* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>===========================================================
>UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>* DILARANG:
>1. Email besar dari 200KB;
>2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
>3. Email One Liner.
>* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
>mengirimkan biodata!
>* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
>subjeknya.
>===========================================================
>Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/
>--- 
>Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
>Google.
>Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
>email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
> 
> 
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke