Sanak2 sa palanta yth
Info kuliner Minang
Salam
FMNS
L65bdg

Pesona Lamang Tapai di Bulan Ramadhan
TEMPO.CO, Padang - Sumatera Barat dikenal dengan wisata kulinernya. Banyak 
makanan khas yang menjadi idola. Apalagi di bulan Ramadhan ini. 

Salah satunya, Lamang Tapai. Makanan dari beras ketan ini dipadu dengan kuah 
dari tapai ketan hitam. Nikmat disantap setelah kumandang azan magrib 
bekumandang.

Bahan utamanya, beras ketan putih, sedikit garam, santan kelapa dan daun 
pandan. Untuk membuatnya diperlukan sebilah ruas bambu muda.

Setelah dicuci, beras ketan putih itu dicampuri santan kelapa dan daun pandan 
serta diberi sedikit garam. Lalu, dimasukan ke buluh bambu kira-kira sepanjang 
60 cm, yang didalamnya sudah dilapisi daun pisang. Dibakar di atas tungku 
hingga berwarna kecoklatan. Diangkat dan dinginkan.

Untuk kuahnya, ada tapai yang terbuat dari ketan hitam yang dikukus. Lalu 
taburi ragi yang telah dihancurkan hingga jadi bubuk. Ditutup dengan daun 
pisang. Didiamkan selama tiga hari di tempat yang kering, lalu jadilah tapai 
ketan hitam.

Lamang pun siap dihidangkan dengan irisan sebesar dua sentimeter. Disirami kuah 
tapai, lamang terasa lezat dan manis, bercampur sedikit rasa asam. Lamang tapai 
ini juga mengeluarkan aroma khas, menggugah selera untuk berbuka.

Salah satu penjual lemang tapai di Kota Padang adalah Masinis. Pria berusia 56 
tahun ini telah hampir 12 tahun menjual lamang tapai di Pasar Raya Padang. Yang 
khas dari dagangan Masini, lamang buatannya ada yang dicampuri pisang. Cara 
membuatnya, pisang dimasukkan ke buluh bambu bersamaan dengan beras ketan putih.

"Saya juga ada jual lamang baluo dengan gula merah dan lamang ketan hitam," 
ujar Masinis, Kamis 11 Juli 2013.

Beraneka lamang tersebut, dijual dengan berbagai harga. Misalnya, satu buluh 
lamang ketan putih dijual dengan harga Rp40 ribu. Lamang pisang seharga Rp50 
ribu dan lamang baluo dibandrol Rp60 ribu untuk satu buluh bambu.

Untuk lamang iris, Masinis menjualnya dengan harga Rp2000 hingga Rp4000 per 
iris. "Satu hari itu biasanya saya menghabiskan 16 ruas buluh bambu," ujarnya.

Sementara, untuk tapai dijual seharga Rp5000 setiap satu gelasnya. Biasanya, 
untuk satu buluh bambu lamang itu membutuhkan 4 gelas tapai.

Masinis mengaku, memasuki awal bulan Ramadhan ini banyak masyarakat mencari 
lamang tapai ini. Sebab, makanan khas Tanah Datar ini dihidangkan untuk 
menyambut Ramadhan, lebaran dan hari besar lainnya. Termasuk hidangan di pesta 
pernikahan.

Makanan ini dapat ditemui di beberapa pasar tradisional Sumatera Barat. Seperti 
di Kabupaten Batusangkar, Payakumbuh, Bukittinggi dan kota Padang.

Bagi Eni, salah satu penggemar lamang tapai di Padang, lamang tapai adalah 
hidangan wajib di saat berbuka. "Ya, untuk berbuka. Sudah tradisi setiap bulan 
Ramadhan menyantap lamang tapai ini," ujar warga Mata Air Padang ini. 
Menurutnya, setiap ke pasar ia membeli lamang setengah buluh bambu itu. Dan 
satu gelas tapai.

Bagi warga Padang, lamang tapai telah dikenal sejak lama. Makanan khas 
Minangkabau bahkan sempat diabadikan menjadi sebuah lagu oleh  penyanyi asal 
Minangkabau, Elly Kasim, dengan judul "Lamang Tapai".

ANDRI EL FARUQI

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke