Sanak2 sa palanta yth.
Alhamdulillah saudara/i kita seiman telah berhasil berperan dalam lembaga  
politik di beberapa negara Barat
Semoga terus meningkat
Aamiin
Salam
FMNS
L65Bdg


Minggu, 14/07/2013 18:14 WIB
Kiprah Muslim di Lingkar Kekuasaan Politik Barat
Sudrajat - detikRamadan

Jakarta - Sejarah baru tertulis di Australia. Awal Juli lalu, Ed Husic (43), 
dilantik sebagai anggota parlemen. “Ini adalah hari yang indah untuk 
multikulturalisme dan segala sesuatu yang berdiri di negara kita,” ujar 
Gubernur Jenderal Quentin, Bryce Husic saat pelantikan Husic di Canberra.

Husic, imigran asal Bosnia, merupakan muslim pertama yang terpilih sebagai 
anggota parlemen. Ia merebut kursi bagian barat Sydney pada pemilu Agustus 
2010. Husic dikenal sebagai pendukung Kevin Rudd, yang kembali menjabat perdana 
menteri menggantikan Julia Gillard. 

Selang sejam sejak dilantik, aneka komentar rasial yang menyerang Husic 
bermunculan di Internet. Hal itu terkait keislamannya yang mengucap sumpah 
jabatan sambil memegang kitab suci Alquran.

Koleganya, anggota parlemen dari Partai Buruh, Rob Mitchell, menyesalkan 
serangan tersebut dan berpendapat hal semacam itu sama sekali tak boleh 
dibiarkan. Pemimpin oposisi Tony Abbott pun meminta warga Australia menghormati 
sikap dan keyakinan Husic.

Selain Husic, bulan ini Mehreen Faruqi bakal menjadi muslimah pertama yang 
duduk di parlemen Australia. Sarjana teknik lingkungan yang mengumumkan dirinya 
sebagai feminis dan aktivis perubahan itu mewakili Partai Hijau di New South 
Wales. Faruqi hijrah dari Pakistan ke Negeri Kangguru pada 1992. 

“Saya memang besar dari keluarga dan budaya muslim di Pakistan. Karena itu, 
saya tentu saja menjalankan puasa Ramadan dan menjauhi alkohol. Tapi, sebagai 
profesional, tentu saja saya akan mengutamakan kepentingan masyarakat umum," 
ujarnya.

Ia juga menepis kekhawatiran kelompok-kelompok muslim di sana bahwa dia akan 
larut dalam kebijakan Partai Hijau yang mendukung pernikahan sejenis. Sebab, 
dalam masalah agama dan keyakinan, pemerintah dan negara tak ikut campur. 
Faruqi menyatakan bergabung dengan Partai Hijau karena komitmen partai ini 
terhadap lingkungan, keadilan sosial, hak asasi manusia, dan multikulturalisme.

Kaum Islam di Australia tercatat 475 ribu atau hanya sekitar 2 persen dari 23 
juta total penduduk negeri itu. Mereka berasal dari 70 negara di dunia, seperti 
Pakistan, Turki, Indonesia, dan Libanon.

Marion Maddox, guru besar bidang politik dan keagamaan Universitas Macquarie, 
menyatakan masih butuh waktu panjang bagi kaum minoritas untuk bisa mengisi 
lebih banyak kursi di parlemen dan pemerintahan.

Di Belgia, Mahinur Ozdemir (28), tercatat sebagai muslimah berjilbab pertama 
yang menjadi anggota parlemen. Sarjana administrasi publik Free University of 
Brussels ini menjadi kisah sukses bagi generai baru Turki di Belgia.

Ozdamir menjadi anggota parlemen mewakili Frankofon Christian Democratic Parly 
pimpinan Joelle Milquet. Dari enam keturunan Turki yang memperebutkan 60 kursi 
di parlemen, cuma Ozdemir yang mendapat 2.000 suara dari 851 suara yang 
dibutuhkan.

Padahal, selama kampanye, kalangan sayap kanan yang konservatif dan media massa 
setempat ramai-ramai menyudutkannya hanya karena dia berjilbab.

Artikel ini diambil dari Harian Detik edisi Minggu 14 Juli 2013.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke