Mak JB yang bijaksana,

Di bawah saya salinkan penjelasan mengenai kisah durhakanya Alqamah dari
tautan berikut:

http://almanhaj.or.id/content/2314/slash/0/kisah-tsalabah-bin-hathib-al-anshariy-dan-kisah-sakaratul-mautnya-al-qamah/

Semoga dapat bermanfaat.

Wassalaam,
---
Ahmad Ridha

---

KISAH SAKARATUL MAUTNYA ALQAMAH

Dari Abdullah bin Abi Aufa, ia berkata: Kami pernah berada di sisi Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam lalu datanglah seseorang, ia berkata, "Ada
seorang pemuda yang nafasnya hampir putus, lalu dikatakan kepadanya,
ucapkanlah Laa ilaaha illallah,akan tetapi ia tidak sanggup
mengucapkannya." Beliau bertanya kepada orang itu," Apakah anak muda itu
shalat?" Jawab orang itu,"Ya." Lalu Rasulullah shallalahu 'alaihi wa sallam
bangkit berdiri dan kami pun berdiri besama beliau, kemudian beliau masuk
menemui anak muda itu, beliau bersabda kepadanya,"Ucapkan Laa ilaaha
illallah." Anak muda itu menjawab, "Saya tidak sanggup." Beliau bertanya,
"Kenapa?" Dijawab oleh orang lain, "Dia telah durhaka kepada ibunya." Lalu
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya, "Apakah ibunya masih hidup?"
Mereka menjawab, "Ya". Beliau bersabda, "Panggillah ibunya kemari," Lalu
datanglah ibunya, maka belaiu bersabda, "Ini anakmu?" Jawabnya, "Ya."
Beliau bersabda lagi kepadanya, "Bagaimana pandanganmu kalau sekiranya
dibuat api unggun yang besar lalu dikatakan kepadamu: Jika engkau
memberikan syafa'atmu (pertolonganmu -yakni maafmu-) kepadanya niscaya akan
kami lepaskan dia, dan jika tidak pasti kami akan membakarnya dengan api,
apakah engkau akan memberikan syafa'at kepadanya?" Perempuan itu menjawab,
"Kalau begitu, aku akan memberikan syafa'at kepadanya." Beliau bersabda,"
Maka Jadikanlah Allah sebagai saksinya dan jadikanlah aku sebagai saksinya
sesungguhnya engkau telah meridlai anakmu." Perempuan itu berkata, "Ya
Allah sesungguhnya aku menjadikan Engkau sebagai saksi dan aku menjadikan
Rasul-Mu sebagai saksi sesungguhnya aku telah meridlai anakku". Kemudian
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada anak muda itu,
"Wahai anak muda ucapkanlah Laa ilaaha illallah wahdahu laa syarikalahu wa
asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuluhu," Lalu anak muda itupun dapat
mengucapkannya. Maka bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,
"Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dengan sebab aku dari
api neraka."

SANGAT LEMAH. Telah diriwayatkan oleh Thabrani di kitabnya Al Mu'jam Kabir
dan Imam Ahmad meriwayatkan dengan ringkas. Demikian keterangan Al Imam
Mundzir di kitabnya At Targhib wat Tarhib juz 3 hal. 331

Saya berkata : Imam Ahmad telah meriwayatkan di Musnad-nya juz 4 hal. 382
dari jalan Faa-id bin Abdurrahman dari Abdullah bin Aufa dengan ringkas.

Al Imam Ibnul Jauzi telah meriwayatkan hadist di atas di kitabnya
Al-Maudlu'aat juz 3 hal.87 dari jalan Faa-id seperti diatas.

Berkata Abdullah bin Ahmad (anaknya Imam Ahmad yang meriwayatkan kitab
Musnad bapaknya) setelah meriwayatkan hadist di atas yang ia dapati di
kitab bapaknya bahwa bapaknya tidak ridla terhadap hadistnya Faa-id bin
Abdurrahman atau menurut beliau bahwa Faa-id bin Abdurrahman itu Matrukul
hadist.

Berkata Al Imam Ibnul Jauzi setelah meriwayatkan hadist di atas, "Hadist
ini tidak sah datangnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan
di dalam sanadnya terdapat Faa- id, telah berkata Ahmad bin Hambal : Faa-id
matrukul hadist. Dan telah berkata Yahya (bin Ma'in): Tidak ada apa-apanya.
Berkata Ibnu Hibban: Tidak boleh berhujjah dengannya. Berkata Al 'Uqailiy:
Tidak ada mutabi'nya (pembantunya) di dalam hadist ini dari rawi yang
seperti dia."

Saya berkata : Tentang Faa-id bin Abdurrahman seorang rawi yang sangat
lemah telah lalu sejumlah keterangan dari para Imam ahlul hadist di hadist
kedua (no.2) dari kitab hadist- hadist dla'if dan maudlu. Silahkan meruju'
bagi siapa yang mau. Hadist Alqamah batil bila ditinjau dari matannya.
Karena tidak ada seorang pun Shahabat yang datang dari hadist-hadist yang
sah yang durhaka kepada orangtuanya istimewa kepada ibunya. Bahkan ada
sebaliknya, bahwa mereka adalah orang-orang yang sangat berbuat kebaikan
(birrul walidain) kepada orang tua mereka apalagi kepada ibu mereka.

[Disalin dari buku Kisah Tsa’labah dan Al-Qamah. Penulis Abdul Hakim bin
Amir Abdat, Penyunting Tim Darul Qolam, Penerbit Darul Qalam –Jakarta,
Cetakan I – Th. 1422H/2002M]
---

On Jul 16, 2013 1:10 PM, "Zubir Amin" <[email protected]> wrote:
>
> Knkn ANB nn jeli n sanak palanta.Memang betul koreksi Akmal. Nn JB
mukasuik adalah sbht Al-Qamah itu.Tarimokasih koreksinyo n maaf ka penghuni
Palanta.
> Tapi nn penting dari inti kalimat bersayap nn JB maksud adalah perlu
kehati-hatian menerima cerita Al-Qamah ini. Beliau adalah juga seorang
sahabat nn dipercayai Rasululah dari segi ilmu,dedikasi n pemahaman nya
terhadap keharusan menghormati kedua Orang Tua kandung.
> Bhw cerita Al-Qamah pada waktu sakartul maut(akan meningal) tidak mau
mengucapan Kalimah Syahadaik krn Ibunya marah kpdnya n baru bisa
mengucapkan setelah Ibunya memaafkannuya setelah Rasulullah mengancam akan
membakar Al-Qamah;perlu penelitian hadis nn mendalam ttg kebenaran cerita
itu.
> Demikian juga cerita Tsa'labah(seorang sahabat nn ikut Perang Badar) krn
kekirannya, zakatnya tdk diterima oleh Rasulullah n oleh Abu Bakar,Umar n
Usman.
> Bagi JB sendiri kedua cerita dua orang sahabat Nabi ini nn negatif
sifatnya sampai sekarang masih menjadi teka teki.
> Untunglah sanak Ahmad Ridha tlh menyampaikan pelurusan 'masalah
Tsa'labah' ini beberapa hari yl via palanta kita ini.
> Tinggal sekarang masalah cerita Al-Qamah,perlu pula diluruskan.
> Semoga ada diantara para sa nak di Palanta ini nn mempunyai bhn hadis2
bagi pelurusan informasi itu.
> Banyak terimakasih n selamat menjalani ibadah Shaum.
> JB,DtRJ,74thn,sk Mandahiliang,IVAngkek Padusunan,Pariaman Timur,ki ni di
Bonjer,Jakbar.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke