Sudah jalas orang biasa berdagang berlantaikan aspal beratapkan langit,
disuruhnya juga berjualan berlantaikan keramik beratapkan plafon..
Orang biasa bebas, disuruhnya terkurung...onde mandeeee...ya indak amuh lah
dia...
Kalau nengok foto Mak Fashridjal, bagus juga tu dibuat seperti itu...
Pemprov cukup sediakan lapangan terbuka, dipinggir jalan, dibuat seperti
gang..
tak perlu modal besar buat bangun gedung pasar...
tempatkan PKL disitu...pasti tak nolak...
disusun yang rapi, bentuk gerobaknya diseragamkan...
Kan enak, modal dikit, tak perlu bangun gedung, tapi tetap bisa tarik
retribusi...
*Salam dan Terima Kasih,*
*Dedi Suryadi*
_____________________________________________________________________________
***** Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang
Berani Bertindak Dan *****
******Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil
Konsekuensi (Jawaharlal Nehru**)* *****
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for The
Others" (Hadith by Bukhari)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu...
".....*****
"Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..."
Pada 16 Juli 2013 18.13, <[email protected]> menulis:
> Ajo Sur jo sanak2 sa palanta yth.
> Terlampir 2 foto pasar tradisional/PKL:
>
> 1). Albert-Cuyp-Marketplace Amsterdam, Negeri Belanda.
> Tiap hari mulai jm 8 am sd 9 pm spt ini. Ini malah jd obyek turis.
> Kuncinya pengelolaan
>
> 2. Pasar PKL mingguan El Rastro di Madrid, Spanyol. Bayangkan bila energi
> ekonomi rakyat dikelola dgn sungguh2.
>
> (Sumber: kiriman teman)
>
> Jadi PKL bisa dikelola dg baik kalau pemda memikirkan dan bakarajo samo jo
> pedagang kecil.
>
> Salam,
> FMNS
> L65Bdg
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
> ------------------------------
> *From: * Lies Suryadi <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Tue, 16 Jul 2013 18:45:59 +0800 (SGT)
> *To: *[email protected]<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Bls: [R@ntau-Net] OOT: Ahok: Pasar Tanah Abang Bukan Punya
> Emak Mereka
>
> Kalau baitu, rancak jalan je diasak, bia sajo padagang di situ.
> Salam,
> Suryadi
>
> *Dari:* "[email protected]" <[email protected]>
> *Kepada:* Rantaunet <[email protected]>
> *Dikirim:* Selasa, 16 Juli 2013 1:08
> *Judul:* [R@ntau-Net] OOT: Ahok: Pasar Tanah Abang Bukan Punya Emak Mereka
>
> Sanak2 sa palanta yth
>
> Salah satu pesona walikota Ajo Kowi adalah kesuksesannya menangani
> pemindahan PKL di Solo dulu secara partisipatif. Tapi setlh jadi gubernur
> DKI Jakarta ternyata wagubnya yg berperan memindahkan PKL dg pendekatan
> top-down, yg bertolak belakang dg Ajo Kowi.
> Posting ini bukan utk mengundang perdebatan, hanya sekadar berbagi info
> saja
> Salam
> FMNS
> L65bdg
>
>
>
> Ahok: Pasar Tanah Abang Bukan Punya Emak Mereka
> TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias
> Ahok mengatakan pedagang yang berjualan di jalanan Pasar Tanah Abang harus
> mau direlokasi ke Blok G. "Jika pedagang tetap berdagang di jalan, aparat
> akan bertindak," kata Ahok setelah buka puasa bersama di kantor Kecamatan
> Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Senin, 15 Juli 2013.
>
> Pemerintah, kata Ahok, tidak ada maksud mengancam para pedagang. "Ini
> negara hukum. Semua ada aturannya," tutur Ahok. Ia bersikukuh apabila
> pedagang tak pindah, akan menjadi masalah buat pemerintah.
>
> Ahok mengatakan jangan memutarbalikkan fakta bahwa pedagang didzolimi
> pemerintah. Padahal dengan ketidaktertiban para pedagang saat berjualan
> menyebabkan kemacetan. "Emang jalanan Pasar Tanah Abang punya emak mereka?"
> Ahok menyindir para pedagang.
>
> Oleh sebab itu, demi kenyamanan bersama pemerintah akan meminta pedagang
> mau masuk ke Blok G. Apalagi ini momen Ramadan, kata Ahok, pasti dagangan
> mereka laku. "Kalau tidak laku ya pulang kampung saja."
>
> Jika para pedagang tetap tak mau pindah, ini menjadi masalah buat
> pemerintah DKI. Ia mengatakan orang Jakarta saja tidak boleh berjualan di
> sepanjang jalan Pasar Tanah Abang. Apalagi, lanjut Ahok, kebanyakan
> pedagang bukan orang asli Jakarta. (Klik tentang Ahok)
>
> MUHAMMAD MUHYIDDIN
>
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.