Padang, (Antara Sumbar) - DPRD Kota Padang mengimbau investor yang
menanamkan modal di daerah itu dan masih dinilai bermasalah untuk
mengehentikan sementara pembangunan investasinya, karena berbagai polemik
ditengah masyarakat.

Ketua DPRD Kota Padang Zulherman di Padang, Rabu mengimbau pemerintah kota
serta para investor yang ingin menanamkan modal, dengan membangun
pusat-pusat perbelanjaan dan lainnya di daerah ini yang banyak menuai
protes dan polemik ditengah masyarakat untuk menghentikan sementara
pembangunannya, hingga diperoleh solusi kongkrit dalam mengatasi
permasalahan investasi ini.

"Kita ingin para investor aman, nyaman, dan juga terlindung oleh hukum,
namun tentu juga harus diterima dengan baik oleh masyarakat, tidak malah
menimbulkan polemik, yang dapat dimanfaatkan oknum-oknum tertentu, apalagi
saat memasuki tahun-tahun politik seperti saat ini," kata Zulherman.

Dia menambahkan, hal ini disebabkan banyaknya surat dan laporan yang masuk
ke DPRD Padang, terkait keberadaan investor di daerah ini, dan DPRD juga
telah membentuk pansus mengkaji keberadaan investor ini.

Hal tersebut juga terkait dengan polemik adanya investor Lippo Group yang
ingin membangun super blok Siloam, yang terdiri dari Rumah Sakit (RS)
Siloam, sekolah kristen, mal dan hotel, sekolah, dan lainnya.

Penolakan pembangunan tersebut super blok Siloam tersebut juga telah
disuarakan ormas Islam termasuk MUI yang menyurati DPRD Padang dan juga
pemerintah daerah setempat untuk pelarangan masuknya investror tersebut ke
daderah itu, sebab dikhawatirkan dapat merusak akidah umat atau masyarakat.

MUI menilai masuknya investor tersebut tidak murni untuk bisnis semata,
namun juga dikhawatirkan memiliki agenda lain yang dapat merusak falsafah
adat didaerah itu "Adat Basandi Syarak, Sayarak Basandi Kitabullah"
(ABSSBK).

Sehubungan dengan itu DPRD Padang juga menjelaskan, selain Siloam,
investasi untuk merevitalisasi 16 unit pasar tradisional di kota itu, juga
patut untuk dikaji ulang, dan bagi yang masih bermasalah atau menimbulkan
polemik juga diminta untuk dihentikan sementara.

"Tidak hanya Siloam, namun juga investor lain juga patut untuk
menghentikanya sementara waktu, sampai pansus selesai bekerja, apalagi
tahun 2013 ada pemilihan kepala daerah, 2014 pemilihan umum, dan 2014 ada
pemilihan gubernur, yang dapat saja dipolitisasi," jelasnya.

Zulherman menambahkan, penanaman modal di derah ini, juga harus
memperharikan keamanan masyarakat, dan juga kemaslahatanya, agar tidak
menimbulakan konflik yang berkepanjangan, sebab itu pansus dibentuk, agar
ada solusi konkritnya. (*/sun)

ANTARA Sumbar
http://www.antarasumbar.com/berita/padang/d/2/300687/dprd-padang-imbau-investor-bermasalah-hantikan-pembangunan.html

-- 
*
*
*Wassalam

*
*Nofend St. Mudo
37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke