Pak Zaid Dunil,

Terima kasih untuk Inspirasinya.
Dari nan Balimo tu, sia sajo nan badarah Minang yang terkenal dengan Jiwa 
Kewirausahaannya?

Di bawah iko ado link untuk 40 Urang Terkaya di Indonesia ( thn 2011) :

http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_40_orang_terkaya_di_Indonesia_%282011%29 



Wassalam,
Ramadhanil Pitopang 49 thn -Palu


________________________________
 Dari: Zaid Dunil <[email protected]>
Kepada: Rantaunet <[email protected]> 
Dikirim: Minggu, 21 Juli 2013 15:35
Judul: [R@ntau-Net] Untuk inspirasi bagi Rang Mudo ;
 


Sanak di palanta  n a h 

Berikut ini sepotong cuplikan yg mungkin berguna sebagai pembanmgkit semangat , 
setidaknya sebgai informasi.

Bisnis.com, JAKARTA - Kontroversi bisnis ustadz Yusuf Mansur menyita perhatian
publik dan menjadi trending news sejumlah media cetak ataupun online dalam
pekan ini.
Sang ustadz akhirnya minta maaf dan mengakui kesalahannya dalam
mengelola dana masyarakat yang dikumpulkannya hingga mencapai Rp42 miliar.
"Ane
[saya] ngaku salah. Makanya ane mau perbaiki. Jika OJK [Otoritas Jasa Keuangan]
meminta izin, Senin besok [22/7/2013] pagi-pagi ane datang," katanya dalam
wawancara dengan TV One malam ini,
Jumat (19/7/2013).
Ustadz ini memang kontroversial lantaran mengumpulkan dana masyarakat
tanpa izin dari pemerintah. Jemaah yang mengikuti pengajiannya diajak
berinvestasi secara syariah.
Jelas isu ustadz Yusuf Mansur yang dikenal dengan jargon wisata hati itu
mewarnai suasana ibadan puasa Ramadan umat Muslim kali ini.
Nah, mumpung
kita (kaum Muslimin) sedang melaksanakan penyucian jiwa dan raga, ada baiknya
kita menengok keberhasilan dan kesuksesan saudara kita yang seiman. Mereka ini
mampu menyelinap di antara dominasi orang terkaya Indonesia, yang notabene 
pengusaha non
Muslim.
Mari kita jadikan renungan di Ramadan ini, bahwa ternyata saudara kita
sesama Muslim juga bisa menjadi pengusaha sukses dan masuk dalam daftar 40
orang terkaya Indonesia.
Mereka ini benar-benar menjadi pengusaha yang kaya dengan pundi-pundi
triliunan rupiah setelah melalui proses panjang dan berliku penuh dengan
rintangan dan tantangan.
Mereka kaya karena sudi menempuh jalan 'halal' menuju kesuksesan, bukan
jalan 'haram' menuju kekayaan dengan memutar-mutar dana masyarakat.
Siapa saja mereka? Paling tidak ada lima pengusaha yang bisa dijadikan
bahan renungan dan menjadi panutan:
1. Chairul Tanjung
Chairul yang
menyebut dirinya si Anak Singkong ini adalah pemilik usaha CT Corp. Chairul
yang dalam sejumlah kesempatan sering menyebut dan dengan rendah hati menyatakan
keberhasilannya adalah buah dari human investment yang dia tanam.
Bukan semata dibangun dari lobi-lobi bisnis yang instant dan singkat demi cepat
kaya.
Chairul Tanjung (CT) berada di posisi kelima dengan kekayaan US$3,4
miliar, sekitar Rp33 triliun. Dia kini sejajar dengan bos Indorama  Sri
Prakash Lohia. Sebelumnya, CT berada di posisi 11.
2. Achmad Hamami

Pengusaha alat berat Achmad Hamami kini berada di posisi 16, turun dari posisi
10. Dia termasuk sebagai pengusaha sukses dengan kekayaan mencapai US$1,7
miliar, sekitar Rp 17 triliun.
Achmad Hamami adalah seorang pengusaha sukses yang berasal dari lulusan
Angkatan Udara Belanda pada 1960. Dia emilih meninggalkan karir militernya dan
kemudian memulai bisnis kecil-kecilan dengan membuka kursus matematika di
rumahnya untuk anak-anak.
Pada 1970 dia mendirikan PT Trakindo Utama untuk alat berat, sebelumnya
dia hanya menjadi agen Caterpillar. Tidak hanya itu saja, seiring dengan
berjalannya waktu, dari usahanya dalam mengelola PT Trakindo akhirnya 
mendirikan 
sebuah anak perusahaan demi mendukung bisnis Trakindo tersebut. Anak perusahaan
tersebut bernama PT Sanggar Sarana Baja dan PT Chandra Sakti Utama Leasing.
Kedua perusahaan tersebut dibangun pada tahun 1977 dan 1995. Karena itulah kini
beliau memiliki aset kekayaan senilai US$ 1,7 miliar.

3. Garibaldi Tohir
Pemilik perusahaan batu bara Adaro Indonesia Garibaldi Thohir menjadi
salah satu 40 orang terkaya Indonesia. Sama seperti Achmad Hamami, posisi dia
turun dari peringkat 18 menjadi 28. Lelaki yang akrab dipanggil Boy Thohir itu
tercatat memiliki kekayaan US$1,5 miliar, sekitar Rp15 triliun.
Karier sukses Garibaldi Thohir sendiri dimulai pada tahun 1992 ketika
bergabung dengan PT Allied Indocoal, perusahaan batu bara yang berbasis di
Sumatra Barat setelah menyelesaikan pendidikannya di Northrop University,
Amerika Serikat, dan meraih gelar MBA. Pada 1997 disebut sebagai loncatan
penting bagi kesuksesan Garibaldi Thohir karena pada tahun ini dan berhasil
mengambil alih PT WOM Finance, perusahaan kredit yang berafiliasi dengan Honda
Motor.
Garibaldi Thohir selanjuntnya membawa WOM Finance tersebut ke dalam
daftar perusahaan finance terbaik di Indonesia dan hingga hari ini dia masih
menjabat sebagai Komisaris perusahaan meskipun ia juga menduduki posisi Presiden
Direktur di Adaro Energy.
Kesuksesan Garibaldi Thohir dengan Adaro Energy sendiri berawal pada
tahun 2005 ketika ia bersama temannya, Presiden Direktur PT Astra
InternationalTheodore P. Rachmat membeli 49% saham perusahaan batu bara
tersebut dan perlahan, Garibaldi Thohir mulai menduduki posisi
penting di Adaro Energy. Berbagai langkah sukses berhasil diraih Garibaldi
Thohir bersama dengan Adaro Energy seperti kebehasilannya menguasai 30% pasar
batu bara di Indonesia.
4. Aksa Mahmud
Pemilik kerajaan bisnis Bosowa Group ini bertengger sebagai salah satu
pengusaha sukses, berada di posisi 34 dari sebelumnya 35. Kekayaannya mencapai
US$820 juta.
Aksa Mahmud adalah seorang pengusaha yang berhasil mengelola
perusahaannya di Makasar bergerak di bidang semen. Dari sini dia mulai bekerja
keras dalam membangun usahanya untuk menggunakan sistem full mix. Akhirnya
dia  berhasil menjadi penyalur ready mix yang paling besar di Indonesia
Timur.
5. Sandiaga S. Uno

Kendati ini Sandiaga Uno terlempar dari 40 orang terkaya Indonesia,
tetapi pengusaha muda kelahiran pada 28 Juni 1969 bisa menjadi inspirasi kaum
muda.
Pada 2011 dia berada di posisi 37 yang membangun usaha dari sering
terkena PHK dari perusahan tempat dia bekerja. Justru dari kejadian itu,
Sandiaga menemukan sebuah ide baru, yaitu dengan mendirikan sebuah perusahaan
di bidang keuangan, bernama PT Saratoga Advisor bersama rekannya. Pada 2011
kekayaan Sandiaga mencapai US$ 660 juta.
 
 Wassalam,
Dunil Zaid, 70 , Kampuang Ujuang Pandan Parak Karambia, Padang.
 
 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke