Sanak Ahmad Ridha dan para sanak sa palanta yth.

Terima kasih kepada sanak Ahmad Ridha yg telah mengingatkan saya tentang Hadis 
Qudsi. Supaya lebih jelas berikut saya cantumkan artikel dari STID ID Al Hikmah 
tentang Perbedaan Antara Quran Dengan Hadis Qudsi Dan Hadis Nabawi. 
Semoga bermanfa'at
Salam
FMNS
L65Bdg


Perbedaan Antara Quran Dengan Hadis Qudsi Dan Hadis Nabawi
oleh Tim Kajian Dakwah Al Hikmah

Alhikmah.ac.id - Definisi Qur’an sebagaimana yang telah dibahas pada bab 
definisi Al-Qur’an, yaitu Kalam Allah yang bersifat mukjizat, yang diturunkan 
kepada Muhammad SAW, tertulis di mushaf , diriwayatkan secara mutawattir, dan 
membacanya adalah ibadah. Dan untuk mengetahui perbedaan antara definisi Quran 
dengan hadis kudsi dan hadis nabawi, maka disini kami kemukakan dua definisi 
berikut ini :

a. Hadis Nabawi

Hadis ( baru ) dalam arti bahasa lawan qadim ( lama ). Sedang menurut istilah 
pengertian hadis ialah apa saja yang disandarkan kepada Nabi saw. Baik berupa 
perkataan, perbuatan persetujuan atau sifat.

Yang berupa perkataan, seperti perkataan Nabi saw. : `Sesungguhnya sahnya amal 
itu disertai dengan niat. Dan setiap orang bergantung pada niatnya….`
Yang berupa perbuatan ialah seperti ajarannya kepada sahabat mengenai bagaimana 
caranya mengerjakan shalat, kemudian ia mengatakan : `Shalatlah seperti kamu 
melihat aku melakukan shalat`. juga mengenai bagaimana ia melakukan ibadah 
haji, dalam hal ini Nabi saw. Berkata : `Ambilah dari padaku manasik hajimu`.
Sedang yang berupa persetujuan ialah :  seperti ia menyetujui suatu perkara 
yang dilakukan salah seorang sahabat, baik perkataan ataupun perbuatan, 
dilakukan dihadapannya atau tidak, tetapi beritanya sampai kepadanya. Misalnya 
: mengenai makanan baiwak yang dihidangkan kepadanya, dan persetujuannya
Dan yang berupa sifat adalah riwayat seperti : `bahwa Nabi saw. Itu selalu 
bermuka cerah, berperangai halus dan lembut, tidak keras dan tidak pula kasar, 
tidak suka berteriak keras, tidak pula bernicara kotor dan tidak juga suka 
mencela.`.

b. Hadis Qudsi

Lafadzh qudsi dinisbahkan sebagai kata quds, nisbah ini mengesankan rasa 
hormat, karena materi kata itu menunjukkan kebersihan dan kesucian dalam arti 
bahasa. Maka kata taqdis berarti menyucikan Allah. Taqdis sama dengan tathiir, 
dan taqddasa sama dengan tatahhara (suci, bersih ) Allah berfirman dengan 
kata-kata malaikat-Nya : `……pada hal kami senantiasa bertasbih dengan memuji 
Engkau dan menyucikan diri kami karena Engkau.` (al-Baqarah : 30 ) yakni 
membersihkan diri untuk-Mu.

Secara Istilah, Hadis Qudsi ialah hadis yang oleh Nabi saw, disandarkan kepada 
Allah. Maksudnya Nabi meriwayatkannya bahwa itu adalah kalam Allah. Maka rasul 
menjadi perawi kalam Allah ini dari lafal Nabi sendiri.

Cara Periwayatan Hadits Qudsi :

Bila seseorang meriwayatkan hadis qudsi maka dia meriwayatkannya dari 
Rasulullah SAW dengan disandarkan kepada Allah, dengan mengatakan :

1. `Rasulullah SAW mengatakan mengenai apa yang diriwayatkannya dari Tuhannya`, 
atau ia mengatakan:  …..”

Contoh : `Dari Abu Hurairah Ra. Dari Rasulullah SAW mengenai apa yang 
diriwayatkannya dari Tuhannya Azza Wa Jalla, tangan Allah itu penuh, tidak 
dikurangi oleh nafakah, baik di waktu siang atau malam hari….`

2. `Rasulullah SAW mengatakan : Allah Ta`ala telah berfirman atau berfirman 
Allah Ta`ala.` Contoh: `Dari Abu Hurairah Ra, bahwa Rasulullah SAW berkata : ` 
Allah ta`ala berfriman : Aku menurut sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku 
bersamanya bila ia menyebut-Ku.bila menyebut-KU didalam dirinya, maka Aku pun 
menyebutnya didalam diri-Ku. Dan bila ia menyebut-KU dikalangan orang banyak, 
maka Aku pun menyebutnya didalam kalangan orang banyak lebih dari itu….`

c. Perbedaan Quran dengan Hadis Qudsi

Ada beberapa perbedaan antara Quran dengan hadis Qudsi,yang terpenting 
diantaranya ialah :

1)      Al-Quranul Karim adalah Quran adalah mukjizat yang abadi hingga hari 
kiamat, bersifat tantangan (I’jaz) bagi yang ingkar untuk membuat yang serupa 
dengannya, sedang hadis Qudsi tidak untuk menantang dan tidak pula untuk 
mukjizat.

2)      Al- Quranul karim hanya dinisbahkan kepada Allah, sehingga dikatakan: 
Allah ta`ala telah berfirman, sedang hadis Qudsi- seperrti telah dijelaskan 
diatas-terkadang diriwayatkan dengan disandarkan kepada Allah; sehingga nisbah 
hadis Qudsi kepada Allah itu merupakan nisbah yang dibuatkan.

3)      Seluruh isi Quran dinukil secara mutawatir, sehingga kepastiannya sudah 
mutlak. Sedang hadis-hadis Qudsi kebanyakannya adalah khabar ahad, sehingga 
kepastiannya masih merupakan dugaan. Ada kalanya hadis Qudsi itu sahih, 
terkadang hasan ( baik ) dan terkadang pula da`if (lemah).

4)      Al-Quranul Karim dari Allah, baik lafal maupun maknanya. Maka dia 
adalah wahyu, baik dalam lafal maupun maknanya. Sedang hadis Qudsi maknanya 
saja yang dari Allah, sedang lafalnya dari Rasulullah SAW .  hadis Qudsi ialah 
wahyu dalam makna tetapi bukan dalam lafal.

5)      Membaca Al-Quranul Karim merupakan ibadah, karena itu ia dibaca didalam 
salat. Sedang hadis kudsi tidak disuruhnya membaca didalam salat. Allah 
memberikan pahala membaca hadis Qudsi secara umum saja. Maka membaca hadis 
Qudsi tidak akan memperoleh pahala seperti yang disebutkan dalam hadis mengenai 
membaca Quran bahwa pada setiap huruf akan mendapatkan kebaikan.

 --------------

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Ahmad Ridha <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 23 Jul 2013 08:03:35 
To: RantauNet<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Aksi FPI di Makassar

Mohon maaf saya nimbrung, Pak Fashridjal. Ada juga wahyu dari Allah Ta'aala
yang bukan diriwayatkan sebagai bagian dari al-Qur'an. Sebutannya adalah
hadits qudsi. Sebagaimana halnya periwayatan, perlu kiranya Pak Roy
menyebutkan sumber dan derajatnya.

Wassalaam,
---
Ahmad Ridha

On Jul 23, 2013 7:42 AM, <[email protected]> wrote:
>
> Sanak M. Amiroeddin dan para sanak sa palanta yth.
>
> Bisa dipahami maksud baik sanak M. Amiroeddin dalam konteks main hakim
sendiri oleh FPI. Tapi perlu diingat bahwa dalam setiap pemberitaan atau
penulisan opini seharusnya tetap dijaga prinsip keadilan (fairness) dan
keseimbangan (balance). Jangan berat sebelah, karena banyak juga aksi FPI
itu yang bermanfa'at.
>
> Perlu diberi catatan uraian sanak M. Amiroeddin di bawah ini. Saya kutip:
> " Peristiwa itu dikisahkan dari peristiwa ahli ibadah Bani Israil. Nabi
Muhammad saw menerima wahyu dari Allah swt tentang peristiwa ini, menyebut
bahwa Allah swt telah mengampuni dosa pelacur tersebut dan membatalkan amal
ibadah si 'abid itu."
> Semua wahyu dari Allah SWT kepada Rasulullah Muhammad SAW terkumpul dalam
Al Qur'an. Jadi seharusnya sanak M. Amiroeddin mencantumkan nomor ayat dan
nama surat di dalam Al Qur'an yang menyangkut kutipan di atas. Ini penting
untuk menjaga kemurnian Al Qur'an dan mencegah kecerobohan menyampaikan
sesuatu dg menyebutkannya sebagai wahyu.
>
> Salam
> FMNS
> L65bdg
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke