Mungkin lingkungan kita sekarang sudah sangat berbeda dengan lingkungan kita 
30-50 tahun yang lalu

Kalau dulu akal- budi, raso-pareso nan paralu  dan saudara kita disana memakai 
tepo- seliro

Saat ini kita seakan dipaksa untuk serba cepat/instant kalau perlu dengan 
berbagai cara baik pantas maupun tidak pantas
Yang penting Target tercapai dalam waktu yang se-singkat2nya

Saat ini anak2 dibebani berbagai pelajaran yang katanya diperlukan untuk masa 
depannya

Selain matematik mereka juga harus menguasai bahasa Inggeris dan Komputer, 
Bahkan sebagian ortu menambah lagi dengan kesenian apakah tari,musik atau olah 
vocal

Ditambah lagi berbagai permainan electronic yang ada, umumnya cuma berkiblat  
pada peningkatan kemampuan individu

Akibatnya anak sangat kurang bersosialisasi

Sehingga  mereka yang masih anak2 30 tahun yang lalu juga banyak yang tidak 
mengenal RASO jo PARESO sebagai Urang Minangkabau

Tulisan yang saya copas dibawah, rasanya patut kita renungkan juga. Bagaimana 
kesiapan mental budi-pekerti  juga penting selain kesiapan pelajaran sekolah 
sesuai kurikulum


---TR
-------------------------------------------------

Bacaan ringan yg bermanfaat   (copas dari Ayah Eddy news).maaf klw tdk berkenan 
delete saja .Salam sehat .            MENGAJARKAN ANAK PANDAI BERHITUNG, 
SEBERAPA PENTING ?
(Penting untuk di baca oleh PARA ORANG TUA, GURU DAN MENDIKNAS)

Seorang guru di Australia pernah berkata

“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai 
Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Kerena yang terjadi di negara 
kita justru sebaliknya.

Inilah jawabanya;

1. Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif 
untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau 
lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses 
mengantri.

2. Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika 
kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, 
Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.

3. Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas 
yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. 
Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral 
dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.

”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”

”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;”

1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih 
awal dan persiapan lebih awal.

2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian 
paling belakang.

3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat 
giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..

4. Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.

5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk 
mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku 
saat mengantri)

6. Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di 
antrian.
7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.

8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima 
konsekuensinya di antrian belakang.

9. Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.

10. Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang 
lain.

11. Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara 
mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.

12. Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain

dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan 
sendiri sisanya.

Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja 
menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat 
bermain anak Kids Zania di Jakarta.

Apa yang di pertontonkan para orang tua pada anaknya, dalam mengantri menunggu 
giliran sungguh memprihatinkan.

1. Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan 
mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata 
”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”

2. Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena 
anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.

3. Ada orang tua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya di 
perbolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, 
rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Dan menggunakan taktik yang sama di 
lokasi antrian permainan yang berbeda.

4. Ada orang tua yang malah marah2 karena di tegur anaknya menyerobot antrian, 
dan menyalahkan orang tua yang menegurnya.

5. dan berbagai macam kasus lainnya yang mungkin anda pernah alami juga.?

Ah sayang sekali ya.... padahal disana juga banyak pengunjung orang Asing entah 
apa yang ada di kepala mereka melihat kejadian semacam ini?

Ah sayang sekali jika orang tua, guru, dan Kementrian Pendidikan kita masih 
saja meributkan anak muridnya tentang Ca Lis Tung (Baca Tulis Hitung), Les 
Matematika dan sejenisnya. Padahal negara maju saja sudah berpikiran bahwa 
mengajarkan MORAL pada anak jauh lebih penting dari pada hanya sekedar 
mengajarkan anak pandai berhitung.

Ah sayang sekali ya... Mungkin itu yang menyebabkan negeri ini semakin jauh 
saja dari praktek-praktek hidup yang beretika dan bermoral. ?

Ah sayang sekali ya... seperti apa kelak anak2 yang suka menyerobot antrian 
sejak kecil ini jika mereka kelak jadi pemimpin di negeri ini ?

Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua juga para 
pendidik di seluruh tanah air tercinta. Untuk segera menyadari bahwa mengantri 
adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi 
anak dan harus di latih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia.

Yuk kita ajari anak kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik,
Yuk kita mulai dari keluarga kita terlebih dahulu,
... mau ?

(Salam syukur penuh berkah
Ayah edy)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!



Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke