Sebagai tambahan, Raja Burhanudin ini adalah cucu Sultan Alam Bagagarsyah,

Istananya teletak di RS Pelni sekarang. *Konon katanya sebutan Tanah Abang
berasal dari riwayat peruntukan tanah untuk si Abang itu (raja Burhanudin).
Info ini sy dapatkan dari keturunan raja Burhanudim*

Wassalam, *Evy Nizhamu.

***
*
Karano lah lamo Ajo Sur di Leiden indak mancogok di palanta r@ntaunet ko,
iyo indak ado salahnyo kalau kito maundang baliau supayo man*ci*guak agak
sabanta, kamudian bantulah kami manyalasaikan kisah (sejarah?) pasa Tanah
Abang nan bamacam-macam versinyo ambo dapeki di ladang Inyiak Google.

Nan ambo stabilo jo warno kuniang di ateh, ambo ambiak dari surel Bundo Evy
siang tadi di RN ko, dan ambo cibo pulo mancibuak ka Nyiak Google, didapek
panjalehannyo saroman di bawah ko.


      Bottom of Form



[image:
http://www.jakarta.go.id/web/system/jakarta2011/public/images/banner/headerency.jpg]

*Tanah Abang*

Ada dua pendapat mengenai asal mula nama Tanah Abang.

Pertama, dihubungkan dengan penyerangan Kota Batavia oleh pasukan Mataram
pada tahun 1628. Serangan dilancarkan ke arah kota melalui daerah
selatan, yaitu Tanah Abang. Tempat tersebut digunakan sebagai pangkalan
karena kondisinya yang berupa tanah bukit dengan daerah rawa-rawa dan ada
Kali Krukut di sekitarnya. Karena tanahnya yang merah, maka
mereka menyebutnya "tanah abang" yang dalam bahasa Jawa berarti merah.

Kedua, adanya pendapat yang mengartikan Tanah Abang dari kata "abang
dan adik", yaitu dua orang bersaudara kakak dan adik. Karena adiknya tidak
mempunyai rumah, ia minta kepada abangnya untuk mendirikan rumah. Tanah
yang ditempati disebut tanah abang.

Nama Tanah Abang mulai dikenal ketika seorang kapten Cina bernama Phoa
Bhingam minta izin kepada Pemerintah Belanda untuk membuat sebuah
terusan pada tahun
1648. Penggalian terusan dimulai dari arah selatan sampai dekat hutan
kemudian dipecah menjadi dua bagian, daerah timur sampai ke Kali Ciliwung
dan ke arah Barat sampai Kali Krukut. Terusan ini bernama *Molenvliet *dan
berfungsi sebagai sarana transportasi untuk mengangkut hasil bumi dengan
menggunakan perahu ke arah selatan sampai dekat hutan. Adanya
*Molenvliet *memperlancar
hubungan dan perkembangan daerah kota ke selatan. Bahkan jalan-jalan yang
berada di sebelah kiri dan kanan terusan itu merupakan urat nadi yang
menghubungkan Lapangan Banteng, Merdeka, Tanah Abang, dan Jakarta Kota.

Daerah selatan kemudian muncul menjadi daerah perkebunan yang
diusahakan oleh tuan tanah orang Belanda dan Cina. Jenis perkebunan yang
diusahakan antara lain kebun kacang (minyak kacang merupakan bahan komoditi
yang laris), kebun jahe, kebun melati, kebun sirih, dan lainnya
yang kemudian menjadi nama wilayah sampai sekarang. Karena melimpahnya
hasil-hasil perkebunan di daerah tersebut mendorong Justinus Vinek untuk
mengajukan permohonan mendirikan sebuah pasar di daerah Tanah Abang dan
Senen. Setelah mendapat izin dari Gubernur Jenderal Abraham Patras pada
tanggal 30 Agustus 1735, Vinck membangun dua pasar, yaitu Pasar Tanah Abang
dan Pasar Senen. Peranan Kali Krukut pun makin penting sebagai tempat
berlabuhnya perahu yang memuat barang-barang yang akan djual ke Pasar Tanah
Abang. Selain digunakan sebagai sarana transportasi, Kali Krukut juga
digunakan untuk keperluan sehari-sehari penduduk. Untuk menjaga kebersihan
dan mencegah banjir, Pemerintah Belanda membuat pintu airpada tahun
1917. Di bawah kekuasaan penjajah penduduk Tanah Abang juga tidak tinggal
diam. Pernah terjadi pertempuran antara pasukan Belanda dengan penduduk
daerah Tanah Abang di Kampung Karet dekat kuburan. Waktu itu Belanda
mencoba menduduki kantor cabang polisi supaya Tanah Abang terputus
hubungannya dengan daerah-daerah lain.

Wilayah Tanah Abang meliputi Kelurahan Kampung Bali, Kebon Kacang,
dan Kebon Melati. Tetapi yang menjadi inti Kampung Tanah Abang adalah di
sekeliling Pasar Tanah Abang. Asal mula nama Kampung Bali berawal dari
banyaknya orang Bali yang tinggal di sana. Pada waktu itu
pemerintah Belanda memberikan pangkat kapten kepada kepala kelompok
suku-suku bangsa yang ada di Batavia. Sehingga muncul nama Kampung Bali,
Kampung Bugis, Kampung Melayu, Kampung Ambon, Kampung Cina, dll. Bahkan
menjelang akhir abad ke-19 banyak orang Arab yang menghuni wilayah ini. Di
tahun 1920 jumlahnya mencapai 13.000 jiwa. Untuk memenuhi kesukaan
orang-orang Arab makan daging kambing, Pasar Tanah Abang pun makin ramai
melayani keperluan kambing. Ada juga suatu daerah yang disebut *Kombongan*.
Dulu tempat ini dipakai kusir saldo dan delman untuk beristirahat sambil
memberi makan kudanya. Makanan kuda itu diletakkan di sebuat tempat
yang disebut kombongan, yaitu alat (wadah) yang bentuknya bulat, terbuat
dari batu dan semen. Tidak jauh dari pangkalan-pangkalan saldo dan delman,
terbentang perkebunan pohon jati yang luas. Penduduk di sekitarnya menyebut
daerah itu Jatibaru. Nama Kebun Dalam berasal dari sebuah kebun milik
tuan tanah Cina, Tan Hu Teng yang agak menjorok ke dalam. Nama Tanah
Rendah, karena tanahnya agak rendah dan letaknya berdekatan dengan Kali
Krukut.




Rabu, 16 Mei 2012 Asal Mula Tanah Abang

Kompleks Pasar Tanah Abang merupakan salah satu objek sejarah di Ibukota.
Mengutip buku 250 Tahun Pasar Tanah Abang yang diterbitkan PD Pasar Jaya
pada 1982, Tanah Abang tidak terlepas dari sejarah Kota Jakarta. Memang
sampai saat ini belum diketahui secara pasti asal nama Tanah Abang, karena
belum ada sumber sejarah tertulis mengenai penemuan nama tersebut. Nama
Tanah Abang mulai disebut-sebut pada pertengahan abad ke-17, sehingga
banyak orang memperkirakan nama itu berasal dari tentara Mataram yang
menyerang VOC pada 1628.


Tentara Mataram, seperti dituliskan dalam sejarah, tidak hanya melancarkan
serangan dari arah lautan, namun juga mengepung kota dari arah selatan.
Tentara Mataram menggunakan Tanah Abang sebagai pangkalan karena konturnya
yang berbukit-bukit dengan genangan rawa-rawa di sekitarnya, yang mengalir
ke Kali Krukut. Kawasan itu bertanah merah, atau abang dalam bahasa Jawa.
Diperkirakan dari sana nama itu muncul. Jadi bukan karena banyak
abang-abang...!!!

[image:
http://3.bp.blogspot.com/-xh6SANwsll4/T7N3_mF7EII/AAAAAAAAAZY/i09YA1Uh8SY/s320/tanah+abangtempo+dulu.jpg]<http://3.bp.blogspot.com/-xh6SANwsll4/T7N3_mF7EII/AAAAAAAAAZY/i09YA1Uh8SY/s1600/tanah+abangtempo+dulu.jpg>
(Fakta ini saya ambil ketika saya menanyakan arti dari nama Tanah Abang)


Kawasan itu juga dikenal sebagai kawasan perdagangan ketika itu. Tingginya
aktivitas ekonomi di kawasan itu mendorong Justinus Vinck, seorang
pengusaha sukses, mulai membangun Pasar Tanah Abang dan Pasar Weltevreden,
yang kemudian dikenal dengan Pasar Senen pada 1735. Bangunan awal Pasar
Tanah Abang sangat sederhana, bilik-bilik dibuat dari bambu. Seiring
perkembangan zaman, perbaikan dan peremajaan terus dilakukan. Peremajaan
terakhir dilakukan pada 1975.

Setelah terjadi kebakaran pada tahun 2003, hampir seluruh kios-kios di
pasar Tanah-abang hangus terbakar. Sisa bangunan yang masih berdiri tinggal
Blok B, C dan D, sedangkan blok A sudah tidak layak pakai lagi langsung
dirobohkan. Kemudian setahun kemudian menyusul Blok B, C, dan D yang
pondasinya juga sudah tidak kuat lagi juga di robohkan. Ditempat inilah
mulai didirikan Blok A yang selesai pada tahun 2005, dan Blok B yang
selesai akhir tahun 2010. Pasar Blok A dan B ini sudah merupakan pasar
modern yang menyerupai mal mal lain, full AC, parkir luas dan gedung
bertingkat tinggi dengan mengedepankan faktor kenyamanan dan keamanan.

Diposkan oleh Putra Arif Prasetyo
<https://plus.google.com/101274909150582622415>di Rabu, Mei 16,
2012<http://putraarifprasetyo.blogspot.com/2012/05/asal-mula-tanah-abang.html>

Paliang tidak, tantu Ajo Sur nan bagalimang jo literatur tempo doeloe
(kutiko Bulando bakuaso di Batawi abaik 17) bisa manamukan data nan
sabananyo saputa namo Tanah Abang nangko.

Tarimo kasih, Jo Manieh.

Salam.....................,
*mm*****
*
Lk-2, 58+, Bks*
*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke