Sanak2 sa palanta yth.
Sekedar babagi artikel di bawah 
Salam
Fashridjal M. Noor Sidin
L65bdg

3 Bekal Keluarga Sakinah, Apa Sajakah?
03 Agustus 2013 10:58 WIB

Keluarga sakinah/ilustrasi
REPUBLIKA.CO.ID, Keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Setiap pasangan suami 
istri tentu mendambakan hal itu. Hanya saja, banyak pasangan pesimistis, apakah 
mampu mewujudkan keluarga ideal seperti itu? Dalam pandangan konsultan keluarga 
H Ade Purnama Hadi SAg, mewujudkan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah bukanlah 
sesuatu yang instan. Ia tidak terjadi begitu saja, namun melalui sebuah proses. 
Dan untuk menjalani proses ini perlu bekal, baik dari suami maupun istri.

Setidaknya, ada tiga bekal (persiapan) yang dapat dijadikan landasan untuk 
membentuk sebuah keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Pertama, persiapan 
secara spiritual (ruhiyah). Kedua, ilmu untuk mencapai keluarga sakinah yang 
bisa diperoleh dari buku-buku bacaan atau konsultasi. Ketiga, persiapan fisik 
(jasad). Bagi Muslimah, persiapan ini mulai dari yang terlihat sampai yang 
tidak tampak. ''Tiga persiapan ini tidak hanya ditujukan kepada mereka yang 
akan melangsungkan pernikahan, tapi juga bagi keluarga yang sudah menikah,'' 
ujar Ade. 

Seperti apa sebenarnya keluarga sakinah itu? Keluarga yang berkecukupan secara 
materi dan selalu rukun, apakah itu yang disebut sakinah? ''Keluarga sakinah, 
bukan berarti di keluarga itu selalu adem-ayem, tidak pernah ada masalah,'' 
kata Ade. Setiap keluarga pasti punya masalah. ''Dan itu wajar, seperti 
cemburu, perbedaan karakter, watak atau yang berkaitan dengan ekonomi.''

Hanya saja, dalam sebuah keluarga yang sakinah, setiap masalah dapat diatasi 
dan diselesaikan sesuai dengan tuntunan Alquran dan Hadits Nabi. Alhasil, 
masalah itu tidak sampai meruncing atau melebar ke mana-mana. Mengutip pesan 
Rasulullah, pernikahan merupakan penyatuan dua insan -- pria dan wanita -- yang 
memiliki watak atau karakter berbeda. Watak atau karakter tentulah ada yang 
baik, ada pula yang buruk.

Nah, jika yang selalu dilihat oleh pasangan kita hanya keburukan-keburukan 
saja, pasti akan muncul masalah. ''Oleh karena itu, Rasul mengingatkan agar 
setiap pasangan selalu melihat kelebihan dari pasangannya agar masing-masing 
memperoleh manfaat,'' saran pria yang dikenal juga sebagai ustadz ini. Direktur 
Pengembangan dan Riset pada Institute for Islamic Studies and Development 
(IISD) ini mengingatkan pula bahwa suami istri memiliki hak dan kewajiban yang 
harus saling dihargai. Jika istri atau suami lalai menjalankan kewajiban dan 
sulit diatur, sedangkan pasangannya pun tidak mampu menasihati, mintalah 
bantuan kepada pihak ketiga seperti konsultan keluarga, atau guru mengaji 
suami/istri.

Suami atau istri suka marah-marah? Hal ini pun harus segera diatasi. ''Kalau 
suasana sudah aman, sampaikan bahwa keluarga kita ini mempunyai visi dan misi. 
Bagaimana mau membentuk keluarga sakinah kalau marah-marah terus seperti itu.'' 
Di masa Khalifah Umar bin Khatab, ada seorang suami hendak mengadu kepada Umar 
karena istrinya mengomel terus. Ketika tiba di rumah Umar, pria itu mengetahui 
bahwa istri Umar juga sedang mengomel, sehingga dia tidak jadi menyampaikan 
masalahnya kepada Khalifah. Tapi kemudian, Umar memanggil pria tersebut dan 
mengatakan bahwa istri mengomel itu biasanya hanya sesaat. Penyebabnya, dia 
jenuh dengan rutinitas pekerjaan sehari-hari.

Berdasar riwayat ini, Ade mengingatkan para suami agar tidak segan mengajak 
sang istri refreshing menghilangkan kejenuhan. Tak perlu ke tempat yang jauh 
atau mahal, yang penting istri senang dan rileks. Kalau istri aktif di kelompok 
pengajian misalnya, alangkah indahnya jika suami mengantar istri ke tempat 
pengajian. Tak harus setiap hari. ''Minimal seminggu sekali, istri tentu akan 
senang.''

Red: Endah Hapsari
Komentar [0] | facebook |


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke