Assalamualaikum,
  mungkin bapak Miftah bapandapek sarupo itu, dan itu sah-sah sajo,
  tapi yang indak dapek dipungkiri, sekalipun tokoh khayalan, novel ko berhasil 
mambao hikmah dan tuntunan bagi banyak urang, membao pencerahan, dan apakah 
kito alah dapek melakukan hal sarupo itu, atau bahkan lebih baik dari itu? alun 
lai kan? ^_^
   
   
   
  

"Miftah N. Sabri" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  

---------- Forwarded message ----------
From: Miftah N. Sabri <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 29 Feb 2008 15:24
Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Balasan: [EMAIL PROTECTED] NOVEL AYAT AYAT CINTA
To: [email protected]

Ass, sato ciek.

ambo mambaconyo ketika masih "cerbung" di republika, kemudian mengulangnya lagi 
ketika sudah di"buku" kan....

komentar: 1. Bukan hanya patriarki dominan, ini hanya dunia imajinasi 
teman-teman salingka "musajik" yang kerap ambo temukan setiap kami lalok lalojk 
di surau kampus katiko mahasiswa dulu: punya istri cantik, kaya, shaleh, dan 
kemudian bisa berpoligami. hehehe
bukan menggenariliasi, namun ya itulah tema yang paling sering ambo rasokan 
kalau bacarito jo kawan kawan aktivis musajik nan salingka ambo. nampaknyo 
katiko malam lah lewat, imajinasi dan fantasi berbaur, ini yang saya bayangkan 
pertama atas "apa yang dialami habiburrahman". hehehe, meskipun dalam berbagai 
milis ini sudah sering dikomentari, saya toh tetap menaruh respek, kenyataannya 
menjadi best seller dengan royalti sampai M M an untuk poenulis saja.

2. Ya tokoh "fahri" itu adalah "impian kayangan" saja. Impian penulisnya 
mungkin. Kalau Habiburrahman mungkin ingin seperti fahri, punya istri blesteran 
turki-jerman, kristen koptik, dan asli mesir... PErsis sama seperti E.S Ito 
dalam penokohan "kalek" dalam novek nya "rahasia meede" misalnya atas sosok 
iodela seorang anak muda di zaman sekarang yang harus memberontak seperti apa, 
atau bung suryadi yang mestinya seperti "guru uban" hehehee.

3. Jadi, secara pribadi, saya tidak begitu tertarik pada novel AAC ini, apalagi 
setelah menonton filmnya: jauh lebih mengecewakan....Namun saya meminjan 
istilah bung IJP atas sebuah karya sastra, kini AAC bagi saya sudah jadiu 
SAMPAH BELAKA. Apalagi gemerlap selebritas, dan materi yang sudah didapat 
membuatnya bertambah semakin kumuh. 
Permata dari AAC adalah "proses" penulisannya oleh Habiburrahman, yang saya 
yakin itu adalah sebuah dedikasi dan kerja keras...

4. Saya tidak mau anak saya seperti fahri. Memberi harapan, pada akhirnya 
mengecewakan wanita. Nanti Amay, Etek, Mande nyo nan manarimo karma. hehehee


salam







RINA F. NUWARDA
  Laboratorium Biokimia
  Jurusan Kimia FMIPA
  Universitas Padjadjaran
  e-mail : [EMAIL PROTECTED]
  http:///www.reenablog.wordpress.com
   
   
   

       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke