Sidang Palanta Yth.

Jumat petang, 26 Juli lalu di sebuah pertemuan tokoh Minang dan pejabat
eselon I asal Minang yang difasilitasi oleh Menteri Keuangan RI, Chatib
Basri bersama Prof. Djohermansyah Djohan (Dirjen Otda), ambo menguping
pesan mantan Menteri Tenaga Kerja dan Kapolri, Bapak Awaloeddin Djamin yang
meminta orang Minang merenung di hari Kemerdekaan RI ini dan meminta para
sejarawan asal Minang berkenan menyumbangkan tenaganya untuk menggali dan
menuliskan biografi tiga anak bangsa dari Tanah Minang yang mengakhiri
hayatnya dengan penuh kenestapaan di tangan republik yang dia merdekakan.

Dalam sambutan singkatnya, Pak Awal mengingatkan kembali bahwa ada empat
serangkai pendiri Republik (sesuai yang ditulis Majalah Tempo beberapa
waktu lampau): Soekarno, Hatta, Tan Malaka dan Sutan Syahrir. Tiga dari
emapt serangkai itu adalah putra Minang.

Akan tetapi, kata Pak Awal, ada hal yang menyedihkan. Ada tiga putra Minang
pula (dua di antaranya adalah pendiri Republik itu) mengalami nasib yang
nestapa di tangan republik ini, yaitu: Tan Malaka meninggal tanpa tahu
hutan rimbanya, Bung Syahrir meninggal dalam pengasingan di Swiss dan satu
lagi mantan Waperdam Chairul Saleh yang harus meninggal dengan sangat
menyedihkan di dalam WC di tahanan.

"Saya yakin, di antara kita-kita ini, apalagi generasi berikutnya hingga
yang akan datang, tak banyak yang tahu tentang misteri kematian tiga putra
terbaik dari Ranah Minang itu," kata Pak Awal dengan mimik yang nampak
sedih.

Karena itu, beliau meminta sejarawan asal Minang, seperti Pak Taufiq
Abdullah yang juga hadir dalam acara itu, agar bisa menggalinya dan
menulisnya untuk mengungkap apa sesungguhnya yang terjadi terhadap ketiga
putra bangsa yang berasal dari Sumatra Barat itu.

Pesan Pak Awal ini lah duo kali ambo danga. Pertamo katiko ambo diberi
kesempatan wawancara waktu ka manulihkan buku cuplikan PDRI beberapa
Desember lalu dan kaduo pado acara silaturahim tokoh dan eselon I asal
Minang.

Semoga ado di antaro Bapak/Ibu-ibu, sejarawan dan adidunsanak yang bisa
menangkap isi pesan Pak Awal tersebut dan memberikan pencerahannya di
palanta ko untuk memaknai Kemerdekaan Republik tercinta ini.

Salam Merdeka,

Syaf AL/50, L, Bogor.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke