aaa). Stuju Bu Nur usulan tersebut. Hanya saja alangkah baiknya kita kerja 
keras dulu lah dan jangan cepat-cepat puas karena masih banyak lagi masalah 
Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar yang perlu digali dan dibenahi supaya dapat 
laku di manca negara.
bbb) Kami baru saja mengikuti wisata sejarah Depbudpar bersama Ibu Direktur 
Nilai Sejarah ke Kampung halaman Datuk Tan Malaka (Tan Malaka Institutes dan 
Pustaka buku-buku terkenal) yang menerbitkan buku karya MADILOG yang terkenal 
itu, dilanjutkan ke Talempong batu kuno, ikan larangan/banyak, dan terakhir 
Koto Tinggi yang bersejarah dengan PDRI tersebut.
  ccc) apakah rute yang telah dilalui oleh seorang pejabat tinggi Depbudpar 
tersebut dapat dijadikan suatu rute baru yang bermanfaat bagi generasi penerus 
bangsa ataupun turis manca negara? Akan siapkah kita dengan rumah-rumah singgah 
dengan alam lingkungan yang indah dan menakjubkan?
  Semoga usulan Ibu dan informasi lainnya dapat segera terwujud.
  Wassalam,
  Aspermato, MA
  
Nuraini B Prapdanu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
       
  Dunsanak kasadonyo, 
   
  Tut ....tut...tut....siapa hendak turut...setelah membaca artikel tersebut , 
menggugah rasa penasaran ingin mencoba menikmati naik kereta api Gerbong 
Kepresidenan tersebut , sebuah gaya penulisan dan reportase yang membuat 
penasaran pembacanya, dan Promosi dan Publikasi yang bagus sekali untuk 
Pariwisata Sumbar , surat kabar sekelas Kompas memuat lebih dari 1/2 halaman 
berwarna untuk pemberitaan tersebut , Salut buat MPKAS atas kerja kerasnya 
semoga cita - cita Ka Wisata dari Padang Panjang ke Sawah Lunto bisa 
terealisasi . 
   
  Sebagai ungkapan rasa terima kasih dan penghargaan atas pemberitaan dan 
reportase yang positif , mungkin perlu dipikirkan untuk memberikan reward 
terhadap jurnalis atau mereka ( Tokoh ) yang sudah memberikan kontribusi dan 
perhatian yang luar biasa, selama ini terhadap pengembangan dan pembangunan 
Sumbar baik bidang Pariwisata atau nan lainnya.
   
  Salam ,
  Nuraini 
  Sekjen MAPPAS    
     
   

    
---------------------------------
  From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of 
Yulnofrins Napilus
Sent: Friday, February 29, 2008 2:01 PM
To: RantauNet2 Milis; MPKAS; MAPPAS
Cc: Milis SMA1Bkt; IPMPP
Subject: [EMAIL PROTECTED] "Menjadi Presiden dari Padang ke Pariaman"


  
  Itu judul tulisan di Harian KOMPAS hari Jumat ini di hlmn.56. Semoga KA 
Wisata ke Padang Panjang sampai Sawahlunto segera terealisasi. Sehingga 
cita-cita Alm. Pak Chaidir tetap bergulir. Amin...
   
  Salam,
  Nofrins
    
---------------------------------
  Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search. 




       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke