Dalam laporan BPK ado inisial namo anggota dewan nan maloloskan anggaran
untuak Hambalang. Dari inisial2 namo tu nampak proyek ko lah jadi santapan
lintas fraksi di DPR

 

Tan Ameh (54+)

 

 

Jumat, 23/08/2013 07:57 WIB 

Audit BPK, Ada Orang-orang di DPR yang Muluskan Anggaran Hambalang 

Ahmad Toriq - detikNews

 

Description:
http://images.detik.com/content/2013/08/23/10/080121_hambalang.jpg

Jakarta - Ada yang janggal dari pengerjaan proyek Hambalang. Dana ratusan
miliar disetujui tanpa proses yang semestinya. Hasil audit BPK tahap dua
setebal 77 halaman mengungkap, ada orang-orang di DPR yang memang meloloskan
anggaran itu.

Dalam dokumen yang beredar di kalangan wartawan, Jumat (23/8/2013),
disebutkan bahwa sejumlah anggota DPR, memberi persetujuan alokasi anggaran
APABN Kemenpora 2011, tak sesuai aturan.

Yang pertama 9 anggota DPR yang memberi persetujuan alokasi anggaran menurut
program dan kegiatan pada APBN perubahan Kemenpora TA 2010 meskipun anggaran
optimalisasi Rp 600 miliar belum dibahas dan ditetapkan dalam rapat kerja
Komisi X dan Kemenpora.

"Hal itu melanggar ketentuan yang diatur dalam UU No 27/2009 rentang MPR,
DPR, DPD, dan DPRD pasal 96," tulis hasil audit itu di halaman 7.

Dalam hasil audit yang ditandatangani penanggung jawab J Widodo H Mumpuni
itu juga tertuang kejanggalan bahwa ada persetujuan alokasi anggaran APABN
Kemenpora 2011 meski tambahan anggaran optimalisasi Rp 920 miliar belum
dibahas dan ditetapkan dalam raker antara Komisi x dengan kemenpora.

Selama dua tahun, 2010 dan 2011 anggaran ratusan miliar milik negera
mengucur tanpa adanya pengawasan. Siapa nama anggota DPR di Badan Anggaran
itu? Dalam audit BPK hanya disebutkan inisial saja. Total ada 15 orang
anggota DPR yang diduga melakukan penyimpangan selama dua periode,
memuluskan anggaran proyek Hambalang. Ada inisial MNS, RCA, HA, AHN, APPS,
WK, KM, MI, JA, UA, MI EHP, MY, MHD, HLS.

Sayangnya, pihak BPK yang dikonfirmasi soal laporan ini belum ada yang
memberikan tanggapan. Mulai dari Hasan Bisri, Ali Masykur Musa, hingga Rizal
Djalil tak merespons SMS. 

Rencananya hasil audit itu akan diserahkan ke DPR siang ini. Nantinya juga
akan diserahkan BPK ke KPK untuk penuntasan kasus dugaan korupsi Hambalang.

"Itu dijadwalkan hari Jumat (23/8)," kata Wakil Ketua DPR bidang Korpolkam
Priyo Budi Santoso kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu
(21/8).



 

 

 

 





-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

<<image001.jpg>>

Kirim email ke