Sanak Jepe, pak MN, pak Zaid serta para sanak yth.

Saya menyarankan agar pak MN dibantu oleh asisten, a.l. mengumpulkan dan 
menganalisa data statistik, mengumpulkan informasi sekunder dari berbagai 
sumber, dan kalau bisa meninjau lapangan, sebagai bahan untuk menyusun sebuah 
artikel yg akan dimuat di media massa (cetak atau maya) atau sebuah surat 
terbuka kepada pemerintah atau lembaga resmi lainnya.

Sebagai seorang sarjana yang mumpuni, tentulah pak MN sudah terbiasa dg 
pendekatan deduktif dan induktif, dan sebaiknya keduanya dipakai. Terkesan 
selama ini pak MN hanya memakai pendekatan deduktif saja. 

Dengan nama besarnya pak MN bisa dengan cepat dan mudah mempengaruhi massa. 
Opini dan pendapat beliau banyak yang mendukung. Tapi sayang kalau "karena nila 
setitik, rusak susu sebelanga"....kekurang cermatan dalam menampilkan dan 
menganalisa data justru bisa berakibat negatif, berkurang kepercayaan orang.

Sudah ada beberapa yg memberi masukan/kritikan spt pak Zaid Dunill, tapi dari 
pihak pak MN belum terlihat ada tanggapan atau penjelasan. Sebaiknya 
diselesaikan satu2 dulu sebelum memunculkan topik/isu baru.

Ma'af kalau pak MN kurang berkenan, tapi perlu saya sampaikan utk kebaikan 
bersama, dan agar jerih payah tidak sia2

Salam
Fashridjal M. Noor Sidin
L65bdg




Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "JePedotCom" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 9 Sep 2013 03:10:00 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] RS Siloam Balikpapan

Dunsanak Palanta RN n.a.h

Ini sekedar cerita ringan saja sehubungan investasi LG di Kota Padang terutama 
akan membangun RS Modern yang menimbulkan pro dan kontra serta polemik terutama 
disangkut pautkan lebih penekanan kepada sentimen berbau SARA sebagaimana 5 
poin keberatan Pak MN yang kita baca dan dilewakannya ke palanta RN dan minta 
kepada Kawan-kawan agar  dikomentari sampai saat ini tidak ada tanggapan dari 
beliau apalagi masalah data peningkatan kirsten yang terlalu di dramatisir 
angkanya dan tidak mempersempit khusus kristenisasi terhadap suku minang di 
propinsi sumatera barat.

Saya cukup penasaran juga bagaimana RS Siloam ini, paling tidak saya ingin 
lihat gambaran secara umum saja itu saya punya kesempatan berkunjung ke RS 
Siloam Balikpapan yang cukup megah gedungnya untuk sesuatu urusan melihat teman 
sakit yang dirawat dan mencari info dimana dokter mata paktek secara pribadi 
dokternya (tidak di RS)

Ini gambaran umum dari saya :

1.Menjelang masuk pandang tertumbuk kepada lambang RS berupa huruf S yang 
melingkari tanda salib (palang) ini tidak ada bedanya dengan lambang RS Yos 
Sudarso kota Padang yang cukup kental bernuansa agama atau simbol2 kristen.

2.Parkir cukup luas dimana disana juga tersedia tempat landing helikopter 
(helipada)

3. Ketika saya masuk banyak juga petugas rumah sakit dan perawat islam yang 
bekerja dan pakai jilbab jadi artinya RS ini jika muslim yang bekerja tidak 
harus seandainya berjilbab lalu ketika bekerja di RS harus membuka/tidak 
berjilbab

4. Didalam ruangan rawat inap tidak ada terpasang tanda salib atau hal2 yang 
berhubungan "ayat-ayat injil" yang dikutip lalu dipasang dikamar atau saya yang 
tidak tahu apakah pasien islam punya ruang rawat yang terpisah dengan pasien 
yang beragama kristen

5. Terdapat mushala buat beribadah umat islam, kantin, toko, atm, toko buku dll 
sebagaimana RS modern lainnya, saya tidak menemukan suatu ruangan seperti 
gereja atau tempat kebaktian agama kristen di RS ini atau memang ada tapi tidak 
terlalu di ekspos tapi yang menjolok dan diketahui oleh orang banyak berkunjung 
ke RS sebagaimana mushala.

Kesimpulan saya walau melihat secara umum RS ini murni bisnis semata dalam 
pelayanan masyarakat yang berobat tidak ada unsur SARA..apapun agama yang 
berobat bahkan tidak punya agama mereka menerima dan melayani sebagai SOP yang 
berlaku di RS tsb, bahkan ekstrimnya setan sekalipun jika ada yang sakit 
berobat kesana juga akan diterima :-)

Nah bagi saya pribadi RS Siloam bukan skala prioritas membawa istri, anak yang 
sakit berobat kesana masih ada pilihan lain kalau memang sebagai suku minang 
yang beragama Islam memang ada masalah psikologis kurang nyaman ke RS yang 
melihat lambang tanda salib (hanya melihat tanda salib lambang RS ini saja 
bukan kepada unsur SARA dan kristenisasi), pilihan saya ada RS Pertamina, RS 
Restu Ibu, RS Polri bhayangkara yang merupakan RS yang ditunjuk provider kerja 
sama dengan perusahaan hanya memberikan kartu peserta lansung dilayani dan 
tanpa membayar walaupun bisa juga ke RS Siloam dengan catatan saya harus bayar 
dulu didepan nanti baru ditagih ke provider sesuai plafon saya pertahunnya.


Jadi dari cerita diatas memang hal yang sangat penting dan perlu atas investasi 
LG di Padang sebelum pembangunan fisik dilanjutkan adalah :

KETEGASAN BERKEKUATAN HUKUM bisa dilanjutkan investasi LG atau tidak sama 
sekali agar tidak terjadi pro kontra yang berkepanjangan yang berakibat konflik 
atau demo2 anarkis ditingkat massa  yang jadi korban masyarakat banyak juga, 
sementara  tokoh seperti Pak MN yang sangat vokal hanya lebih kepada 
surat-surat dan analisa tanpa data yang akurat lebih kepada sentimen berbau 
SARA saja tanpa terlibat lansung dengan masyarakat banyak berdiri di garis 
depan yang hanya  memantau dari Jakarta saja lalu mengirim surat2 terbuka dan 
surat keberatan bukan bertindak memaksa dan memberi tekanan pihak otoritas 
melihat aspek hukumnya seperti legalitas, perijinan dan mendorong pihak 
otoritas agar memberikan ketegasan berkuatan hukum seandainya mega proyek LG 
ini dihentikan.

Demikian mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan atas pendapat dan cerita 
saya ini, saya lebih mempertimbangkan jangan terjadi hal2 ditingkat masyarakat 
banyak kerusahan, demo2 antara pro dan kontra lalu dengan aparat keamanan, 
kasihan kita tetap masyarakat badarai yang menjadi korban.

Terima kasih
Wass-Jepe, L- 48 ThnPowered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke