Sanak sudaro komunitas r@ntaunet n.a.h dan a.c nan saakidah dan insha Allah
sacito-cito pulo.

Agaknyo, nan ambo stabilo hijau jo kuniang paralu awak hinok-an jo hati
barasiah. Kamudian,* sabalun parasaan simpatik nan mangatokan Cino Si Kapia
lanaik nan baugamo kristen ko  urangnyo kan baiak. Indak ka mamuruakan awak
(basarato anak cucu awak) ka narako jahannam doh*, ingeklah taruih firman
Allah dalam surek Al Baqarah ayaik 120 : (*Orang-orang Yahudi dan Nasrani
tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan
sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang
kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu*).

   *Wacana Etika dalam Bisnis**
*Perbincangan tentang  "etika bisnis" di sebagian besar paradigma pemikiran
pebisnis terasa kontradiksi interminis (bertentangan dalam dirinya sendiri)
atau oxymoron ; mana mungkin ada bisnis yang bersih, bukankah setiap orang
yang berani memasuki wilayah bisnis berarti ia harus berani (paling tidak)
"bertangan kotor".

Apalagi ada satu pandangan bahwa masalah etika bisnis seringkali muncul
berkaitan dengan hidup matinya bisnis tertentu, yang apabila "beretika"
maka bisnisnya terancam pailit. Disebagian masyarakat yang nir normative
dan hedonistik materialistk, pandangan ini tampkanya bukan merupakan
rahasia lagi karena dalam banyak hal ada konotasi yang melekat bahwa dunia
bisnis dengan berbagai lingkupnya dipenuhi dengan praktik-praktik yang
tidak sejalan dengan etika itu sendiri.

 Begitu kuatnya oxymoron itu, muncul istilah business ethics atau ethics in
business. Sekitar dasawarsa 1960-an, istilah itu di Amerika Serikat menjadi
bahan controversial. Orang boleh saja berbeda pendapat mengenai kondisi
moral lingkungan bisnis tertentu dari waktu ke waktu. Tetapi agaknya
kontroversi ini bukanya berkembang ke arah yang produktif, tapi malah
semakin menjurus ke suasana debat kusir.


Wacana tentang  nilai-nilai moral (keagamaan) tertentu ikut berperan dalam
kehidupan sosial ekonomi masyarakat tertentu, telah banyak digulirkan dalam
masyarakat ekonomi sejak memasauki abad modern, sebut saja Misalnya, Max
weber  dalam karyanya yang terkenal, The Religion Ethic and the Spirit
Capitaism, meneliti tentang bagaimana nilai-nilai protestan telah menjadi
kekuatan pendorong bagi tumbuhnya kapitalisme di dunia Eropa barat dan
kemudian Amerika. Walaupun  di kawasan Asia (terutama Cina) justru terjadi
sebaliknya sebagaimana yang ditulis Weber. Dalam karyanya The Religion Of
China: Confucianism and Taoism, Weber mengatakan bahwa etika konfusius
adalah salah satu faktor yang menghambat tumbuhnya kapitalisme nasional
yang tumbuh di China. Atau yang lebih menarik barangkali adalah Studi Wang
Gung Wu, dalam bukunya China and The Chinese Overseas, yang merupakan
revisi terbaik bagi tesisnya weber yang terakhir.


Di sisi lain dalam tingkatan praktis tertentu, studi empiris tentang etika
usaha (bisnis) itu akan banyak membawa manfaat: yang bisa dijadikan faktor
pendorong bagi tumbuhnya ekonomi, taruhlah dalam hal ini di masyarakat
Islam. Tetapi studi empiris ini bukannya sama sekali tak bermasalah,
terkadang, karena etika dalam ilmu ini mengambil posisi netral (bertolak
dalam pijakan metodologi positivistis), maka temuan hasil setudi netral itu
sepertinya kebal terhadap penilaian-penilaian etis.

 Menarik untuk di soroti adalah bagaimana dan adakah konsep Islam
menawarkan etika bisnis bagi pendorong bangkitnya roda ekonomi. Filosofi
dasar yang menjadi catatan penting bagi bisnis Islami adalah bahwa, dalam
setiap gerak langkah kehidupan manusia adalah konsepi hubungan manusia
dengan mansuia, lingkungannya serta manusai dengan Tuhan (Hablum minallah
dan hablum minannas). Dengan kata lain bisnis dalam Islam tidak semata mata
merupakan manifestasi hubungan sesama manusia yang bersifat pragmatis, akan
tetapi lebih jauh adalah manifestasi dari ibadah secara total kepada sang
Pencipta.

*Etika Islam Tentang Bisnis
*Dalam kaitannya dengan paradigma Islam tetntang etika bisnis, maka
landasan filosofis yang harus dibangun dalam pribadi Muslim adalah adanya
konsepsi hubungan manusia dengan manusia dan lingkungannya, serta hubungan
manusia dengan Tuhannya, yang dalam bahasa agama dikenal dengan istilah
(hablum minallah wa hablumminannas). Dengan berpegang pada landasan ini
maka setiap muslim yang berbisnis atau beraktifitas apapun akan merasa ada
kehadiran "pihak ketiga"  (Tuhan) di setiap aspek hidupnya. Keyakinan ini
harus menjadi bagian integral dari setiap muslim dalam berbisnis. Hal ini
karena Bisnis dalam Islam tisak semata mata orientasi dunia tetapi harus
punya visi akhirat yang jelas. Dengan kerangka pemikiran seperti itulah
maka persoalan etika dalam bisnis menjadi sorotan penting dalam ekonomi
Islam.


Dalam ekonomi Islam, bisnis dan etika tidak  harus dipandang sebagai dua
hal yang bertentangan, sebab, bisnis yang merupakan symbol dari urusan
duniawi juga dianggap sebagai bagian integral dari hal-hal yang bersifat
investasi akherat. Artinya, jika  oreientasi bisnis dan upaya investasi
akhirat (diniatkan sebagai ibadah dan merupakan totalitas kepatuhan kepada
Tuhan), maka bisnis dengan sendirinya harus sejalan dengan kaidah-kaidah
moral yang berlandaskan keimanan kepada akhirat. Bahkan dalam Islam,
pengertian bisnis itu sendiri tidak dibatasi urusan dunia, tetapi mencakup
pula seluruh kegiatan kita didunia yang "dibisniskan" (diniatkan sebagai
ibadah) untuk meraih keuntungan atau pahala akhirat. Stetemen ini secara
tegas di sebut dalam salah satu ayat Al-Qur'an

.
Wahai Orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan pada suatu
perniagaan (bisnis) yang dapat menyelamatkan kamu dari adzab pedih ? yaitu
beriman kepada allah & Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan jiwa
dan hartamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.



Di sebagian masyarakat kita, seringkali terjadi interpretasi yang keluru
terhadap teks al-Qur'an tersebut, sekilas nilai Islam ini seolah
menundukkan urusan duniawi kepada akhirat sehingga mendorong komunitas
muslim untuk berorientasi akhirat dan mengabaikan jatah dunianya, pandangan
ini tentu saja keliru. Dalam konsep Islam, sebenarnya Allah telah menjamin
bahwa orang yang bekerja keras mencari jatah dunianya dengan tetap
mengindahkan kaidah-kaidah akhirat untuk memperoleh kemenangan duniawi,
maka ia tercatat sebagai hamba Tuhan dengan memiliki keseimbangan
tinggi.Sinyalemen ini pernah menjadi kajian serius dari salah seorang
tokoh Islam
seperti Ibnu Arabi, dalam sebuah pernyataannya.


"Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan
Al-Qur'an yang diterapkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan
mendapat makna dari atas mereka (akhirat) dan dari bawah kaki mereka
(dunia)."



Logika Ibn Arabi itu, setidaknya mendapatkan penguatan baik dari hadits
maupun duinia ekonomi, sebagaimana Nabi SAW bersabda :
Barangsiapa yang menginginkan dunia, maka hendaknya dia berilmu, dan
barangsiapa yang menginginkan akhirat maka hendaknya dia berilmu, dan
barangsiapa yang menghendaki keduanya maka hendaknya dia berilmu."



Pernyataan Nabi tersebut mengisaratkan dan mengafirmasikan bahwa dismping
persoalan etika yang menjadi tumpuan kesuksesan dalam bisnis juga ada
faktor lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu skill dan pengetahuantentang
etika itu sendiri. Gagal mengetahui pengetahuan tentang etika maupun
prosedur bisnis yang benar secara Islam maka akan gagal memperoleh tujuan.
Jika ilmu yang dibangun untuk mendapat kebehagiaan akhirat juga harus
berbasis etika, maka dengan sendirinya ilmu yang dibangun untuk duniapun
harus berbasis etika. Ilmu dan etika yang dimiliki oleh sipapun dalam
melakukakan aktifitas apapun ( termasuk bisnis) maka ia akan mendapatkan
kebahagian dunia dan akhirat sekaligus.


Dari sudut pandang dunia bisnis kasus Jepang setidaknya telah membuktikan
keyakinan ini, bahwa motivasi prilaku ekonomi yang memiliki tujuan lebih
besar dan tinggi (kesetiaan pada norma dan nilai etika yang baik) ketimbang
bisnis semata, ternyata telah mampu mengungguli pencapaian ekonomi Barat
(seperti Amerika) yang hampir semata-mata didasarkan pada kepentingan diri
dan materialisme serta menafikan aspek spiritulualisme.



Jika fakta empiris ini masih bisa diperdebatkan dalam penafsirannya, kita
bisa mendapatkan bukti lain dari logika ekonomi lain di negara China, dalam
sebuah penelitian yang dilakukan pengamat Islam,  bahwa tidak semua
pengusaha China perantauan mempunyai hubungan pribadi dengan pejabat
pemerintah yang berpeluang KKN, pada kenyataannya ini malah mendorong
mereka untuk bekerja lebih keras lagi untuk menjalankan bisnisnya secara
professional dan etis, sebab tak ada yang bisa diharapkan kecuali dengan
itu, itulah sebabnya barangkali kenapa perusahaan-perusahaan besar yang
dahulunya tidak punya skil khusus, kini memiliki kekuatan manajemen dan
prospek yang lebih tangguh dengan dasar komitmen pada akar etika yang
dibangunnya.


Demikianlah, satu ilustrasi komperatif tentang prinsip moral Islam yang
didasarkan pada keimanan kepada akhirat, yang diharapkan dapat mendorong
prilaku positif di dunia, anggaplah ini sebagai prinsip atau filsafah moral
Islam yang bersifat eskatologis, lalu pertanyaan lebih lanjut apakah ada
falsafah moral Islam yang diharapkan dapat mencegah prilaku curang muslim,
jelas ada, Al-Qur'an sebagaimana Adam Smith mengkaitkan system ekonomi
pasar bebas dengan "hukum Kodrat tentang tatanan kosmis yang harmonis".



Mengaitkan kecurangan mengurangi timbangan dengan kerusakan tatanan kosmis,
Firman-Nya : "Kami telah menciptakan langit dan bumi dengan keseimbangan,
maka janganlah mengurangi timbangan tadi." Jadi bagi Al-Qur'an curang dalam
hal timbangan saja sudah dianggap sama dengan merusak keseimbangan tatanan
kosmis, Apalagi dengan mendzhalimi atau membunuh orang lain merampas hak
kemanusiaan orang lain dalam sektor ekonomi)
Firman Allah : "janganlah kamu membunuh jiwa, barangsiapa membunuh satu
jiwa maka seolah dia membunuh semua manusia (kemanusiaan)"

Sekali lagi  anggaplah ini sebagai falsafah moral Islam jenis kedua yang
didasarkan pada tatanan kosmis alam.
Mungkin kata hukum kodrat atau tatanan kosmis itu terkesan bersifat
metafisik, suatu yang sifatnya debatable, tapi bukankah logika ilmu ekonomi
tentang teori keseimbanganpun sebenarnya mengimplikasikan akan niscayanya
sebuah "keseimbangan" (apapun bentuknya bagi kehidupan ini), Seringkali ada
anggapan bahwa jika sekedar berlaku curang dipasar tidak turut merusak
keseimbangan alam, karena hal itu dianggap sepele, tetapi jika itu telah
berlaku umum dan lumrah dimana-mana dan lama kelamaan berubah menjadi
semacam norma juga, maka jelas kelumrahan perilaku orang itu akan merusak
alam, apalagi jika yang terlibat adalah orang-orang yang punya peran
tanggung jawab yang amat luas menyangkut nasib hidup banyak orang dan juga
alam keseluruhan.
Akhirnya, saya ingin mengatakan bahwa dalam kehidupan ini setiap manusia
memang seringkali mengalami ketegangan atau dilema etis antara harus
memilih keputusan etis dan keputusan bisnis sempit semata sesuai dengan
lingkup dan peran tanggung jawabnya, tetapi jika kita percaya Sabda Nabi
SAW, atau logika ekonomi diatas, maka percayalah, jika kita memilih
keputusan etis maka pada hakikatnya kita juga sedang meraih bisnis. Wallahu
'A'lam. (Ditulis oleh DR. Achmad Kholiq).

* *Cendekiawan Muslim, Dosen STAIN. Ketua MES, Komisi Dakwah MUI
Cirebon, ** Ketua
Dewan Dakwah Korwil Cirebon*

Salam...................................,
*mm****


Pada 12 September 2013 18.47, Zaid Dunil <[email protected]> menulis:

> Sanak Sultan n a h
> Iyo mudah bana Siloan ko mancari pitih, sababnyo karano masyarakat pacayo
> Kini Siloan tu ala manjadi perusahaan publik. Sebagian sahamnyo adolah
> punyo masyarakat. Karano itu, Siloan punyo kewajiban mempertanggung
> jawabkan semua kegiatannya kepada masyarakat. Perusahaan ini akan selalu
> diawasi operasi dan keuangannya oleh BAPEPAM. Dia harus membuat berbagai
> laporan yang diwajibkan kepada Bapepem, antara lain Laporan Keuangan yang
> di AUDIT oleh Akuntan Publik. Laporan keuangannya menjadi dasar pula untuk
> mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham. Kinerjanya selalu akan diawasi dan
> dipertanyakan pemegang saham (termasuk publik) dalam RUPS. Perusahaan tidak
> bisa main main terhadap kinerjanyanya. Perusahaan publik tidak mungkin
> macam macam, karena banyak orang terlibat dalam operasional dan
> manajemennya   termasuk Performance Direksi dan Komisaris juga dinilai
> dalam RUPS.. Jadi dalam perusahaan Terbuka seperti ini, tidak ada
> kemungkinan memasukkan pula misi kristenisasi  terselunbung seperti yang di
> dengungkan selama ini   yang membuat masyarakat marah dan menolak proyek
> Siloan di kota Padang.
> Wass
> Dunil Zaid, 70,5 Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia, Padang.
>
>
> 2013/9/12 ZulTan <[email protected]>
>
>>
>> Dusanak NAH,
>>
>> Pitih Siloam lah disiapkan.  Mudah bananyo mangumpuan pitih rakyat hanyo
>> dengan manjua saketek kepemilikannyo.
>>
>> --------------
>> Harga Saham Perdana SILO Dibuka Naik 1,67%
>>
>> PT Siloam Internationa Hospital Tbk (SILO) resmi melantai di papan utama
>> Bursa Efek Indonesia, kamis (29/9) pagi ini.
>>
>> Dari IPO ini, perseroan memperoleh dana sebesar Rp 1,4 triliun yang
>> merupakan 13,5 persen dari keseluruhan saham, dengan nilai dari Siloam Rp
>> 10,4 triliun.  Sebanyak 39 persen dana IPO dialokasikan untuk peralatan
>> medis, perluasan rumah sakit yang telah ada, serta pembangunan RS baru
>> -termasuk perolehan tanah, konstruksi, dan perlatan perizinan- untuk
>> periode 2013-2015.  Kemudian 35 persen untuk pembayaran sebagian utang dan
>> sisanya, 26 persen untuk membiayai akuisisi RS, operator RS, dan perusahaan
>> healthcare yang dapat mendukung kegiatan operasional Siloam.
>> [www.beritasatu.com]
>>
>> Salam,
>> ZulTan, L, 52, Bogor
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>>   1. Email besar dari 200KB;
>>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>   3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke