Belajar Jadi Penolong Penderita Serangan Jantung
Oleh: Wahyu Triasmara | 15 September 2013 | 01:37 WIB

Serangan jantung adalah kondisi yang berbahaya dan merupakan salah satu 
penyakit penyebab kematian paling tinggi didunia saat ini. Saat serangan 
jantung, otot jantung tidak mampu berkontraksi sehingga pompa jantung terhenti, 
denyut nadi pun ikut berhenti sehingga aliran darah ke seluruh tubuh terutama 
ke otak juga akan berhenti. Kondisi itulah yang akhirnya menyebabkan kematian.

Mengapa Henti jantung begitu berbahaya ?

Semua pasokan darah ke organ-organ tubuh terhenti sementara organ kita tidak 
akan bisa hidup tanpa oksigen dalam waktu yang lama, kematian yang akan terjadi 
pertama kali adalah otak sebagai pusat pengaturan seluruh organ. Henti jantung 
selama 4 menit dapat membuat jaringan otak mengalami kerusakan fatal, bahkan 
kalau pun setelah 4 menit jantung dapat kembali berdetak, kerusakan otak yang 
sudah parah tidak akan dapat kembali lagi.

Apa yang harus kita lakukan saat terjadi serangan jantung?

Jika anda berada dalam sebuah kondisi dimana ada orang yang mengalami serangan 
jantung mendadak sementara disana tidak ada dokter atau tenaga paramedic. Anda 
harus siap-siap menjadi penolong, bukan hanya diam saja tanpa berbuat apa pun. 
Butuh cukup waktu lama sampai anda menemukan dokter, sementara jika tidak 
segera ditolong orang tersebut keburu meninggal.

Sekarang anda pasti bingung: bagaimana saya memastikan seseorang mengalami 
serangan jantung dan apa yang harus saya lakukan?

Saya pernah bertemu dengan seorang pasien yang mengeluh sering merasakan nyeri 
dada nya. Saat dia bercerita panjang lebar tiba dia berhenti bicara, kepala 
terkulai seperti orang pingsan, wajahnya pucat seketika menjadi abu-abu. Pucat. 
Saat itu langsung saya baringkan ke lantai, saya dengarkan jantungnya tidak 
berdegup, nadinya tak teraba. Lalu segera saya lakukan pemijatan jantung di 
dadanya (Resusitasi jantung paru), Alhamdulillah tak berapa lama pasien kembali 
mulai sadar, dan pasien mulai member respon positif. Beruntung pasien itu tidak 
mengalami serangan di jalan tapi berada di klinik, bayangkan jika sewaktu-waktu 
anda menemui kasus seperti itu disekitar anda.

Sudah seharusnya semua masyarakat mengetahui cara-cara melakukan kompresi / 
pemijatan jantung luar seperti ini. Sehingga jika sewaktu-waktu ilmu tersebut 
diperlukan, kita dapat langsung mempraktekkannya dilapangan. Jika sudah begitu 
kemungkinan angka harapan hidup para penderita serangan jantung akan semakin 
tinggi.

Masih banyak kasus-kasus serangan jantung lain seperti yang dialami Adjie 
Massaid saat olahraga, bung Ronie Patinasarani yang sebelumnya juga tak 
menunjukkan tanda-tanda sakit. Namun sekali mengalami serangan karena lambatnya 
pertolongan menyebabkan mereka akhirnya meninggal dunia. Miris memang ketika 
kita tidak bisa berbuat apa-apa ketika ada orang mengalami serangan henti 
jantung semacam itu.

Jika anda menganal seseorang dengan riwayat penyakit jantung lalu tiba-tiba dia 
mengalami serangan jantung dengan tanda-tanda gejala yang saya sebut diatas 
seperti nyeri dada, pucat, pingsan tak sadar kan diri, denyut jantung/nadi 
menghilang maka sesegara mungkin lakukan pukulan kuat di tengah dada bagian 
depan, jangan takut melukainya karena cara itu justru akan menyelamatkannya. 
Namun jika cara tersebut tak berhasil maka baringkan ia dilantai dan segera 
lakukan pemijatan jantung dari luar.

Cara memberikan pertolongan pertama pada penderita serangan jantung:

1. Pertama jangan panik dan cemas, konsentrasi dan niatkan untuk menolong, 
anggap anda adalah satu-satunya harapan hidupnya.

2. Baringkan penderita dilantai atau alas yang keras.

3. Letakkan telapak tangan kiri anda di bagian bawah dada diatas perut bagian 
ulu hati.

4. Tempatkan "tumit tangan kanan" diatas "tumit tangan kiri" anda .

5. Lakukan tekanan pada dada secara tiba-tiba, kemudian lepaskan tekanan 
telapak tangan itu.

6. Tunggu satu detik (katakan dalam hati seratus satu, kata tersebut adalah 
waktu yang dihabiskan dalam mengatakan kata-kata ini satu detik)

7. Ulangi prosedur menekan dada setiap kali setiap detik .

8. Cara ini akan membuat jumlah tekanan dada menjadi sekitar 30 per menit . 
Jangan lakukan lebih dari 60 tekanan dalam tiap menitnya .

9. Lakukan cara ini dengan sabar, tenang dan tidak panik sampai anda berhasil 
menghidupkan kembali pasien atau sampai dokter datang dan mengambil alih pasien.

10. Jika anda berhasil, maka pulsasi denyut jantung/nadi akan kembali teraba. 
Kulit wajah akan kembali memerah, mata akan membuka, dan dia akan mulai 
mengerang/bicara.

Cara Ini akan efektif  jika anda telah mahir dan mampu menyadarkannya dalam 
waktu kurang dari 4 menit, karena jika lebih dari waktu tersebut kemungkinan 
kerusakan otak dan kematian juga semakin meningkat. Selain itu juga penderita 
juga mengalami kegagalan nafas maka resiko kematian juga akan meningkat.

Lalu apa yang harus kita lakukan jika penderita juga tidak mampu bernafas lagi?

Selain dilakukan pemijatan pada pijat jantung dari luar dada, memberikan 
pernapasan mulut ke mulut adalah syarat mutlak dalam memberikan pertolongan, 
berikut adalah tata cara yang bisa dilakukan:

1 . Lanjutkan pijat jantung eksternal seperti cara diatas .

2 . Bebaskan jalan nafas, mundurkan kepala tinggikan bagian leher

3 . Berikan sebuah nafas bantuan dari mulut kemulut setiap 4-5 tekanan dada 
(kompresi dada)

4 . Tarik napas dalam-dalam , tempatkan mulut anda pada mulut pasien, tutup 
hidung pasien dengan jari-jari, keluarkan napas dalam ke mulutnya, sampai 
dadanya berkembang.

5 . Ulangi prosedur di atas setiap 4 atau 5 kompresi pijat jantung .

Tidak semua resusitasi jantung dan paru-paru akan berhasil . Tapi jika anda 
memiliki ilmu resusitasi yang baik maka kemungkinan anda dapat menjadi 
perantara penyelamat nyawa seseorang. Keberhasilan sebuah resusitasi merupakan 
kebanggaan dan pekerjaan hebat. Hendaknya untuk mempelajari metode resusitasi 
diatas seharusnya dipraktekkan langsung bersama tenaga medis, supaya lebih 
terlatih dan makin handal. Mempelajari teknik resusitasi boleh dilakukan oleh 
siapa saja karena cara tersebut mungkin suatu saat dapat menyelamatkan anda 
atau orang lain disekitar kita.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke