Beda Indonesia dengan Timor-Leste seperti Bumi-Langit
   OPINI | 09 October 2013 | 01:53   Dibaca: 2161     Komentar: 43    27  
Perekonomian Timor-Leste tak ada apa-apanya dibandingkan Indonesia. Negeri yang 
sempat menjadi bagian dari Indonesia ini berpenduduk 1,2 juta (Indonesia 246,9 
juta). Produk Domestik Bruto (PDB) Timor Leste berdasarkan paritas daya beli 
(purchasing power parity/PPP) hanya 2,1 miliar dollar AS (Indonesia 1,2 triliun 
dollar AS). PDB per kapita berdasarkan PPP Timor-Leste 1.709 dollar AS 
(Indonesia 4.956 dollar AS).
Ekspor andalan nonmigas hanya kopi. Pantas saja kalau impor Timor-Leste lebih 
besar ketimbang ekspor. Namun, akun semasa (current account) Timor-Leste 
surplus karena penghasilan ekspor minyaknya dicatat sebagai pendapatan di akun 
semasa (Indonesia mengalami defisit akun semasa). Minyak menjadi berkah bagi 
perekonomian Timor-Leste, sedangkan bagi Indonesia sudah menjadi “kutukan”.
Mengapa minyak menjadi berkah bagi Timor-Leste? Karena pemerintahnya bijak 
bestari, tidak memperlakukan penghasilan minyak sebagai hak generasi sekarang 
semata dan dihambur-hamburkan. Harga BBM di Timor-Leste tidak disubsidi, 
sehingga generasi sekarang tidak merampok hak generasi mendatang. Hujahnya 
sederhana, karena minyak adalah sumber daya tak terbarukan (nonrenewable 
resources), sehingga harus dikelola bagi kemaslahatan generasi mendatang juga.
Penghasilan dari minyak dimasukkan ke Petroleum Fund yang dikelola oleh bank 
sentral Timor Leste, tidak dimasukkan ke dalam APBN dan dihabiskan pada tahun 
itu juga seperti di Indonesia. Bahkan, pendapatan minyak Indonesia yang 
diperoleh dari bagi hasil minyak dan pajak keuntungan perusahaan minyak lebih 
kecil dari subsidi BBM, sehingga APBN sektor minyak tekor.
Petroleum Fund Timor-Leste pada akhir Juli 2013 berjumlah 14 miliar dollar AS, 
meningkat dari 11,8 miliar dollar AS pada akhir 2012. Jadi, hanya dalam waktu 
tujuh bulan, Petroleum Fund meningkat 2,2 miliar dollar AS. Di Indonesia yang 
meningkat adalah impor minyak mentah dan BBM serta dampaknya terhadap defisit 
transaksi perdagangan, defisit akun semasa, dan pelemahan rupiah.
Pemerintah Timor-Leste baru menarik 180 juta dollar AS dari Petroleum Fund yang 
disalurkan ke Kementerian Keuangan.
Kebijakan pemerintah Timor-Leste sejalan dengan roh Surat Yusuf dalam Al-Qur’an 
(QS12:47): “Yusuf berkata: supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) 
sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di bulirnya 
kecuali sedikit untuk kamu makan.”
Boro-boro menabung untuk hari depan yang serba tak pasti dan niscaya akan hadir 
masa paceklik (perlambatan pertumbuhan ekonomi seperti sekarang dan kemerosotan 
ekonomi atau resesi), pemerintah Indonesia mengumbar segala sumber daya untuk 
memanjakan rakyatnya “minum” BBM sepuasnya. Bahkan terus disuruh minum lebih 
banyak dengan kehadiran “mobil murah ramah lingkungan” (LCGC).
[Tulisan ini menggunakan data dari publikasi World Bank, "Rebuilding Policy 
Buffers, Reinvigorating Growth," East Asia and Pacific Economic Update, October 
2013; dan terinspirasi oleh tulisan Budi Hikmat, "Revitalisasi Demokrasi untuk 
Menangkal Jebakan Kelas Menengah (forthcoming).]
 
http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2013/10/09/beda-indonesia-dengan-timor-leste-seperti-bumi-langit-599822.html
 

________________________________
 Dari: Asmardi Arbi <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Dikirim: Rabu, 9 Oktober 2013 16:49
Judul: Re: [R@ntau-Net] Blok Mentawai Segera Dieksplorasi
  


Pak Zaid Dunil n.a.h.

Memang kalau diliek di peta, sabagian gadang wilayah Mentawai baadok an 
jo garis pantai Pasisia Selatan. Makonyo ambo dulu heran manga Mentawai 
masuak Kab.Padang Pariaman. Di Indropuro ado pelabuhan nan sajak jaman 
Bulando jadi pusek perdagangan lada banamo Muaro Sakai..

Maaf ambo salah takok soal HUT pak  Zaid Duni, ambo mambaco 70+ 8/12, ( 
ambo sangko 8/12 =3/4 hari. )

Wassalam,
AA



On 09/10/2013 20:49, Zaid Dunil wrote:
> Ass ww
> Pak Asmardi Arbi dan sanak sapalanta RN  n a h..
> Dek namon Blokj Mentawai , asosiasi ambo lokasinyo dakek dari 
> Mentawai. Nyatonyo labiah dakek ka bengkulu.. Carito bisa babeda, 
> jangan jangan Propinsi Bengkulu nan ka dapek manfaat  lebih besar. 
> Perusahaan Perancis Total Indonesie itu pasti akan mencari lokasi Base 
> Camp nan lebih xdekat ke lapangan yang di ekploirasi. Syukur2 kalau 
> mudah dijangkau dari Pesisir Selatan, Sumbar masih bisa merasakan 
> manfaatnya.
>
> Soal Ultah ambo masih lamo Pak Asmardi, namun terima kasih atas ucapan 
> selamatnya.
> Wassalam.
>  Dunil Zaid . 70 + 8/12 , Kpg Ujuang Pandan Parajk Karambia , Pdg,



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke