Ambo minta tolong mak Google mancari mukasuik ayat2 itu. Nampaknyo cukuik
banyak tulisan2 mengenai itu. Iko ambo copasksn ciek.

menaraislam.com/content/view/209/1/

MEMBACA AYAT-AYAT ALLAH
Ditulis oleh Abdur Rosyid
Kita, di dunia ini, tidak pernah bisa melihat Allah. Lalu bagaimana kita
bisa mengetahui bahwa Allah memang ada dan tidak ada sekutu bagi-Nya? Dan
bagaimana kita bisa mengenal-Nya?

Memang, Allah telah menetapkan bahwa kita tidak akan bisa melihat-Nya di
dunia ini, namun Allah telah menampakkan kepada kita ayat-ayat-Nya.
Kemudian, Allah telah menganugerahkan kepada kita akal pikiran dan hati
agar kita bisa memahami ayat-ayat-Nya.

Allah telah menyediakan untuk kita dua jenis ayat. Yang pertama, ayat
qauliyah, yaitu ayat-ayat yang Allah firmankan dalam kitab-kitab-Nya.
Al-Qur’an adalah ayat qauliyah. Yang kedua, ayat kauniyah, yaitu ayat-ayat
dalam bentuk segala ciptaan Allah berupa alam semesta dan semua yang ada
didalamnya. Ayat-ayat ini meliputi segala macam ciptaan Allah, baik itu
yang kecil (mikrokosmos) ataupun yang besar (makrokosmos). Bahkan diri kita
baik secara fisik maupun psikis juga merupakan ayat kauniyah. Allah
Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam QS Fushshilat ayat 53:

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di
segala penjuru bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka
bahwa Al-Quran adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu
menjadi saksi atas segala sesuatu?”

Hubungan antara Ayat Qauliyah dan Ayat Kauniyah

Antara ayat-ayat qauliyah dan ayat-ayat kauniyah terdapat hubungan yang
sangat erat karena keduanya sama-sama berasal dari Allah. Kalau kita
memperhatikan ayat qauliyah, yakni Al-Qur’an, kita akan mendapati sekian
banyak perintah dan anjuran untuk memperhatikan ayat-ayat kauniyah. Salah
satu diantara sekian banyak perintah tersebut adalah firman Allah dalam QS
Adz-Dzariyat ayat 20-21:

“Dan di bumi terdapat ayat-ayat (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang
yakin. Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak
memperhatikan?”

Dalam ayat diatas, jelas-jelas Allah mengajukan sebuah kalimat retoris:
“Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” Kalimat yang bernada bertanya ini
tidak lain adalah perintah agar kita memperhatikan ayat-ayat-Nya yang
berupa segala yang ada di bumi dan juga yang ada pada diri kita
masing-masing. Inilah ayat-ayat Allah dalam bentuk alam semesta
(ath-thabi’ah, nature).

Dalam QS Yusuf ayat 109, Allah berfirman: “Maka tidakkah mereka bepergian
di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka?”

Ini juga perintah dari Allah agar kita memperhatikan jenis lain dari
ayat-ayat kauniyah, yaitu sejarah dan ihwal manusia (at-tarikh
wal-basyariyah).

Disamping itu, sebagian diantara ayat-ayat kauniyah juga tidak jarang
disebutkan secara eksplisit dalam ayat qauliyah, yakni Al-Qur’an. Tidak
jarang dalam Al-Qur’an Allah memaparkan proses penciptaan manusia, proses
penciptaan alam semesta, keadaan langit, bumi, gunung-gunung, laut,
manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan sebagainya. Bahkan ketika para ilmuwan
menyelidiki dengan seksama paparan dalam ayat-ayat tersebut, mereka
terkesima dan takjub bukan kepalang karena menemukan keajaiban ilmiah pada
ayat-ayat tersebut, sementara Al-Qur’an diturunkan beberapa ratus tahun
yang lalu, dimana belum pernah ada penelitian-penelitian ilmiah.

Karena itu, tidak hanya ayat-ayat qauliyah yang menguatkan ayat-ayat
kauniyah. Sebaliknya, ayat-ayat kauniyah juga senantiasa menguatkan
ayat-ayat qauliyah. Adanya penemuan-penemuan ilmiah yang menegaskan
kemukjizatan ilmiah pada Al-Qur’an tidak diragukan lagi merupakan bentuk
penguatan ayat-ayat kauniyah terhadap kebenaran ayat-ayat qauliyah.

Kewajiban Kita terhadap Ayat-ayat Allah

Setelah kita mengetahui bentuk ayat-ayat Allah, yang menjadi penting untuk
dipertanyakan adalah apa yang harus kita lakukan terhadap ayat-ayat
tersebut. Atau dengan kata lain, apa kewajiban kita terhadap ayat-ayat
tersebut? Dan jawabannya ternyata hanya satu kata: iqra’ (bacalah), dan
inilah perintah yang pertama kali Allah turunkan kepada Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia telah
menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha
Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qalam. Dia mengajarkan
manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS Al-‘Alaq: 1-5)

Lalu bagaimana kita membaca ayat-ayat Allah? Jawabannya ada pada dua kata:
tadabbur dan tafakkur.

Terhadap ayat-ayat qauliyah, kewajiban kita adalah tadabbur, yakni
membacanya dan berusaha untuk memahami dan merenungi makna dan
kandungannya. Sedangkan terhadap ayat-ayat kauniyah, kewajiban kita adalah
tafakkur, yakni memperhatikan, merenungi, dan mempelajarinya dengan
seksama. Dan untuk melakukan dua kewajiban tersebut, kita menggunakan akal
pikiran dan hati yang telah Allah karuniakan kepada kita.

Mengenai kewajiban tadabbur, Allah memberikan peringatan yang sangat keras
kepada orang yang lalai melakukannya. Allah berfirman dalam QS Muhammad
ayat 24: “Maka apakah mereka tidak mentadabburi Al Quran ataukah hati
mereka terkunci?”

Dan mengenai kewajiban tafakkur, Allah menjadikannya sebagai salah satu
sifat orang-orang yang berakal (ulul albab). Dalam QS Ali ‘Imran ayat 190 –
191, Allah berfirman: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan
silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang
yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau
duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka mentafakkuri (memikirkan)
tentang penciptaan langit dan bumi (lalu berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah
Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia; Maha Suci Engkau, maka
peliharalah kami dari siksa neraka.”

Tujuan Membaca Ayat-ayat Allah

Tujuan utama dan pertama kita membaca ayat-ayat Allah adalah agar kita
semakin mengenal Allah (ma’rifatullah). Dan ketika kita telah mengenal
Allah dengan baik, secara otomatis kita akan semakin takut, semakin
beriman, dan semakin bertakwa kepada-Nya. Karena itu, indikasi bahwa kita
telah membaca ayat-ayat Allah dengan baik adalah meningkatnya keimanan,
ketakwaan, dan rasa takut kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Yang semestinya terjadi pada diri kita setelah kita membaca ayat-ayat
qauliyah adalah sebagaimana firman Allah berikut ini: “Dan apabila
dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya
kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (QS Al-Anfal: 2)

Dan yang semestinya terjadi pada diri kita setelah kita membaca ayat-ayat
kauniyah adalah sebagaimana firman Allah berikut ini: “Dan mereka
mentafakkuri (memikirkan) tentang penciptaan langit dan bumi (lalu
berkata): ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan semua ini dengan
sia-sia; Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS
Ali ‘Imran: 191)

Selanjutnya, kita juga membaca ayat-ayat Allah agar kita memahami
sunnah-sunnah Allah (sunnatullah), baik itu sunnah Allah pada manusia dalam
bentuk ketentuan syar’i (taqdir syar’i) maupun sunnah Allah pada
ciptaan-Nya dalam bentuk ketentuan penciptaan (taqdir kauni).

Dengan memahami ketentuan syar’i, kita bisa menjalani kehidupan ini sesuai
dengan syariat yang ia kehendaki, dan dalam hal ini kita bebas untuk
memilih untuk taat atau ingkar. Namun, apapun pilihan kita, taat atau
ingkar, memiliki konsekuensinya masing-masing.

Adapun dengan memahami ketentuan penciptaan, baik itu mengenai alam maupun
sejarah dan ihwal manusia, kita akan mampu memanfaatkan alam dan
sarana-sarana kehidupan untuk kemakmuran bumi dan kesejahteraan umat
manusia. Dengan pemahaman yang baik mengenai ketentuan tersebut, kita akan
mampu mengelola kehidupan tanpa melakukan perusakan. Wallahu a’lam
bish-shawab.

Darwin Chalidi

Silahkan hubungi beliau dinomor ini 081808099165 ust. Arman Rahman

Darwin Chalidi
On Oct 14, 2013 5:39 AM, "Dr. Saafroedin Bahar." <
[email protected]> wrote:

> Bung Darwin, dimana bisa diperoleh bahan Ustadz Arman tsb?
> Terima kasih.
> Wassalam,
> SB.
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
>   1. Email besar dari 200KB;
>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke