REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ustaz Yusuf Mansur mengisi rangkaian I’tikaf
malam awal tahun baru 1435 H di Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK), Menteng,
Jakarta Pusat, Senin (4/11) malam. Pimpinan Ponpes Darul Quran itu tampil
seusai shalat Shubuh berjamaah.

Pada kesempatan tersebut, ustaz muda yang juga sangat produktif menulis itu
mengangkat topik yang sangat menarik.

“Inti yang hendak saya sampaikan pada ta’lim kita pagi ini, jangan pernah
menyalahkan siapa pun dan keadaan apa pun. Juga  jangan pernah menyalahkan
Allah,'' ujarnya mengingatkan.

Apa pun persoalan yang kita hadapi, kata Ustaz Yusuf Mansur, lebih baik
segera introspeksi diri dan mohon ampunan Allah, kemudian berikhtiar
mencari jalan keluar dengan selalu memohon pertolongan Allah, papar Yusuf
Mansur.

Ia lalu mengambil contoh kisah-kisah dalam Alquran tentang nabi-nabi yang
mendapatkan ujian dari Allah SWT. Pertama, Nabi Adam dan Siti Hawa terusir
dari surga akibat memakan buah khuldi.

“Nabi Adam tidak menyalahkan Siti Hawa. Siti Hawa tidak menyalahkan Nabi
Adam. Suami tidak menyalahkan istri. Istri tidak menyalahkan suami. Mereka
juga tidak menyalahkan Iblis yang telah menggoda mereka.''

Lalu apa yang mereka lakukan? Mengakui segala kesalahan dan dosa di hadapan
Allah SWT. *Rabbana zhalamna anfusana wa in lam taghfirlana watarhamna
lanakunanna minal khasirin.* ‘*Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri
kami, dan jika engkau tidak mengampuni dan menyayangi kami, niscaya kami
termasuk orang-orang yang merugi.*”

Begitu pula kisah Nabi Yunus. Ia meninggalkan medan dakwah karena kesal
kepada umatnya. Allah mengujinya, ia dilempar ke laut, dan ditelan oleh
ikan besar. Tapi ia tidak pernah menyalahkan siapa pun.

Yang dilakukannya justru berdoa kepada Allah, mengakui bahwa dirinya sudah
berbuat zalim. *La ilaha illa anta, subhanaka inni kuntu
minazhzhalimin.*''Tidak ada selain Engkau, Mahasuci Engkau,
sesungguhnya aku telah menjadi
orang yang zalim.”

Contoh lainnya adalah Nabi Ayyub yang selama bertahun-tahun ditimpa ujian
Allah berupa penyakit. Tapi ia tidak mengeluh. Dia tidak menyalahkan siapa
pun, termasuk istrinya. Dia pun tidak pernah menyalahkan Allah SWT.

“Prinsip hidup tidak pernah menyalahkan pasangan kita, lingkungan kita,
masyarakat kita, teman-teman sekantor, teman-teman dalam bisnis, pejabat
pemerintahan dan sebagainya, itulah pangkal hidup bahagia,” papar Yusuf
Mansur.

Pimpinan Ponpes Darul Qur’an itu juga mengajak seluruh jamaah untuk
menjadikan kehadiran tahun baru  1435 Hijrah sebagai momentum untuk menjadi
Muslim yang hanya bergantung kepada Allah.

“Mulai hari ini, marilah kita hanya bergantung kepada Allah, dan
menyerahkan segala urusan kita hanya kepada Allah SWT,” tuturnya.

Ketua Dewan Pengurus Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK), H M Aksa Mahmud,
mengatakan I’tikaf tersebut dihadiri ribuan jamaah. “Perkiraan kami, jamaah
yang hadir tak kurang dari 3.500 orang. Mereka *meluber* sampai ke halaman
dan lapangan masjid,” ungkap Aksa Mahmud.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/13/11/06/mvt9qn-ustaz-yusuf-mansur-setop-menyalahkan-orang-lain



Wassalammu'alaikum wr. wb
Aryandi, 40th+, ciledug, tangerang
*Tingkatkan Integritas Diri, Jalin Silahturrahim, Mari Bersinergi, Ayo
Jemput Rezeki, Bantu Anak Negeri*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke