Pak Saaf dan para sanak sa palanta yth.

Yang berwewenang mengambil kebijakan tentulah pemda propinsi Nanggru Aceh 
Darussalam. Wakil gubernur telah menyampaikan saran sbg berikut:
"Di akhir khotbah Jumat, Muhammad Nazar meminta jamaah untuk kembali memperkuat 
uhkuwah islamiyah serta menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan keluarga, 
bermasyarakat, dan bernegara.

”Jika ini mulai hilang. Maka, jangan salahkan tindakan anak cucu kita nantinya 
jika mereka mencari agama baru selain Islam,” katanya."

Karena perpindahan agama tersebut banyak terjadi di perbatasan Aceh dan 
Tapanuli, pemda Aceh kiranya perlu menugaskan suatu tim untuk menyelidiki 
secara mendalam fenomena ini. Perlu diketahui apakah pindah agama itu tindakan 
perorangan secara sporadis, ataukah ada kegiatan terorganisir yang 
menggerakkannya. Lebih lanjut, apakah ada bantuan yg diperoleh keluarga2 
setelah berpindah agama atau apakah secara visual kesejahteraan mereka 
meningkat. 
Berdasarkan hasil penelitian tersebut pemda dapat merumuskan tindakan2 
pencegahan.

Salam
Fashridjal M. Noor Sidin
L65Bdg

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Saafroedin Bahar <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 19 Nov 2013 20:20:17 
To: <[email protected]>; RantauNet<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Orang Aceh pindah agama.

Terima kasih Sanak Fasyrizal. Lantas apa kebijakan yang harus diambil ? 

[email protected] wrote:

>Pak Saaf dan para sanak sa palanta yth
>
>Terlihat bhw judul berita tersebut dibuat tidak lengkap oleh editor koran Aceh 
>Shimbun itu. Kalau dibaca ternyata 20 ribu orang Aceh itu berpindah agama 
>dalam kurun waktu 10 tahun terakhir...rata2 2000 orang/tahun. 
>Kutipan:
>
>"Dalam 10 tahun terakhir, sekitar 20 ribu warga Aceh pindah agama dari Islam 
>ke non-muslim. Data mengejutkan ini disampaikan mantan Wakil Gubernur Aceh 
>Muhammad Nazar"
>
>Benarkah berita ini? Dari mana sumber data tersebut? Ini perlu ditelusuri 
>lebih lanjut. Namun kita tetap menyayangkan fenomena tersebut, terlepas 
>jumlahnya, dan berdo'a semoga tidak berlanjut.
>
>Pak Saaf menanyakan: "Mengapa sampai terjadi perpindahan agama itu ? Apa 
>kekurangan Islam kok sampai mulai ditinggalkan ( sebagian ) pengikutnya ? "
>
>Dari berita tersebut terlihat modus yg sama dengan adik tiri buya HAMKA, Abdul 
>Wadud Amrullah yg kemudian menjadi pendeta Willy Amrull. Isterinya yg Indo 
>mula2 bersedia jadi muallaf. Tapi ketika menghadapi kesulitan ekonomi di 
>Indonesia kembali jadi kristen dan mengajak suaminya ikut. Kelihatan motifnya 
>bukan "takut istri", tapi agar taraf hidup yg tinggi sesuai standar Amrik 
>kembali dapat dijalani kembali. Hidupnya sekeluarga dijamin organisasi gereja 
>sbg pendeta dan kemudian ditugaskan ke kampung halamannya utk menyebarkan 
>agama barunya itu.
>
>Pola yg sama telah terjadi di perbatasan Aceh dg Tapanuli. Laki2 atau 
>perempuan kristen pura2 masuk Islam, memikat Muslim/Muslimah utk menikah, 
>kemudian kembali ke agama kristen dan mengajak pasangannya masuk agama tsb. 
>Kutipan berita tersebut'
>
>"Menurutnya, kebanyakan warga yang pihak agama tersebut adalah kaum muda dari 
>berbagai suku dan kabupaten di Aceh, terutama di perbatasan. Modus kepindahan 
>agama sejumlah warga Aceh itu didominasi melalui status perkawinan.
>
>Dijelaskannya, banyak warga non-muslim yang berpura-pura masuk Islam kemudian 
>menikahi wanita atau pria warga Aceh. Setelah memiliki anak, warga tadi 
>kembali memeluk agama asal dan meminta istri atau suami ikut serta dengan 
>alasan cinta."
>
>Tidak jelas apakah faktor kesejahteraan ikut menentukan dan apakah organisasi 
>gereja ikut berperan. Ini perlu penyelidikan lebih lanjut.
>
>Faktor lain adalah kondisi internal masyarakat Muslim Aceh sendiri menurut 
>sumber berita. 
>Kutipan:
>"Apalagi, lanjut dia, sekarang ini sakralitas agama Islam di Aceh juga mulai 
>hilang. “Provinsi Aceh kini dikenal di nusantara karena pemarah serta aksi 
>premanisme. Bukan lagi karena Islam yang mengajarkan lemah lembut kepada 
>saudara seimannya,” papar dia.
>
>Parahnya lagi, tambah dia, posisi agama sekarang menjadi nomor dua di Aceh 
>setelah politik. Dengan politik, orang mau melakukan apapun, seperti 
>memfitnah, menudung orang lain kafir, serta membunuh."
>
>Jadi pertanyaan pak Saaf tersebut perlu dikoreksi menjadi:
>
>Apa kekurangan MASYARAKAT Islam DI ACEH  kok sampai ISLAM mulai ditinggalkan ( 
>sebagian ) pengikutnya ? 
>Dan itu sudah terjawab dalam berita tersebut
>
>Salam
>Fashridjal M. Noor Sidin
>L65bdg
>
>
>Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
>Teruuusss...!
>
>-----Original Message-----
>From: "Dr. Saafroedin Bahar" <[email protected]>
>Sender: [email protected]
>Date: Tue, 19 Nov 2013 14:48:20 
>To: [email protected]<[email protected]>
>Reply-To: [email protected]
>Cc: [email protected]<[email protected]>
>Subject: Re: [R@ntau-Net] Orang Aceh pindah agama.
>
>Benarkah berita ini ? Mengapa sampai terjadi perpindahan agama itu ? Apa 
>kekurangan Islam kok sampai mulai ditinggalkan ( sebagian ) pengikutnya ? 
>
>Wassalam,
>SB, 77, Jkt. 
>
>Sent from my iPad
>
>> On 19 Nov 2013, at 14.43, Saafroedin Bahark <[email protected]> 
>> wrote:
>> 
>> This is an email from (AcehShimbun.com | Menggali Kebenaran) sent by 
>> Saafroedin Bahark ([email protected]). You may also find the 
>> following link interesting: 
>> http://www.acehshimbun.com/index.php/bandaacehas/2616-20-ribu-warga-aceh-keluar-dari-agama-islam
>> 
>> -- 
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>>  1. Email besar dari 200KB;
>>  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
>>  3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & 
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> --- 
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
>> Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
>> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>-- 
>.
>* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
>* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>===========================================================
>UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>* DILARANG:
>  1. Email besar dari 200KB;
>  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
>  3. Email One Liner.
>* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
>mengirimkan biodata!
>* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
>subjeknya.
>===========================================================
>Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/
>--- 
>Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
>Google.
>Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
>email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke