Menarik ulasan nakan Andiko ttg novel Marah Rusli yang terakhir ini. Saya niat mencarinya dan membacanya, Terima kasih nakan Andiko atas informasinya. Wassalam Dunil Zaid , 70+9/12. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia,Pdg. Tingga di Jkt.
2013/11/24 Andiko <[email protected]> > Sanak Palanta > > Adokah nan kenal secara pribadi jo Pak Marah Roesli ko, tantu banyak > kisahnyo > > Salam > > andiko > > > “Memang Jodoh”: Kado Marah Rusli Untuk Istri Tercinta > > RDA Senin, 22 Juli 2013, 13:00 WIB Share on twitter Share on print > 0 > > > http://mizanmag.com/baca/memang-jodoh-kado-marah-rusli-untuk-istri-tercinta.html#.UpDvNGQY37U > > Peluncuran buku terakhir Marah Rusli, ``Memang Jodoh``. > > MIZANMAG.COM - Cuaca mendung dan udara yang sejuk membuat suasana di sore > itu semakin syahdu. Lingkungan yang asri dan hijau, diiringi alunan musik > yang lembut dari para pemain akustik dari Rumah Musik Harry Roesli, membuat > para pengunjung semakin terbuai oleh suasana sore itu. > > Sore itu (21/7), adalah saat yang penting bagi keluarga besar Marah Rusli, > juga bagi sejarah kesusasteraan Indonesia. Bertempat di Teater Salihara, > Jakarta Selatan, bersama seratusan pengunjung lainnya, mereka menantikan > detik-detik perilisian novel terbaru berjudul Memang Jodoh, yang sekaligus > novel terakhir Marah Rusli, pengarang yang bergelar Bapak Roman Indonesia > ini. > > Bagaimana mungkin Marah Rusli, yang telah meninggal sekitar 45 tahun yang > lalu, bisa menerbitkan sebuah novel baru? > > Disinilah letak keunikan novel, yang merupakan semi-autobiografi dari > sastrawan besar Indonesia angkatan Balai Pustaka itu. Memang Jodoh adalah > kisah yang ditulis Marah Rusli sebagai hadiah untuk sang istri tercinta, > Raden Ratna Kancana, di ulang tahun ke-50 pernikahan mereka. Meskipun > diterbitkan paling akhir, novel ini adalah novel yang menginspirasi karya > Marah Rusli selanjutnya, yaitu Sitti Nurbaya yang termashur itu. > Artikel Terkait : > > 7 Orang yang Terkenal Setelah Pergi ke Alam Baka > Muslim Slowakia: Impian dan Tantangan di Negara Tanpa Masjid (Bagian 2) > “Frankenstein” Novel Horor Terhebat Sepanjang Masa > 6 Langkah untuk Makan Sehat > Sebelum Mengundurkan Diri, Baca Dulu Surat Ini > Acara yang berlangsung di Teater Salihara, Jakarta Selatan, itu dibuka > dengan musikalisasi puisi oleh kelompok 57kustik dari Rumah Musik Harry > Roesli, seniman yang juga merupakan cucu Marah Rusli. Lantunan puisi yang > dibawakan dengan indah seolah menyihir pengunjung. Apalagi, salah satu > puisi yang dinyanyikan sore itu adalah puisi Marah Rusli, yang juga > terdapat di dalam novel Memang Jodoh ini. > > Dipandu oleh Anton Kurnia sebagai moderator, dan mengundang tiga pembicara > yaitu Rully Roesli (cucu Marah Rusli), Remy Silado, dan Fira Basuki. Rully > Roesli, dokter yang sekaligus penulis dan juga merupakan cucu Marah Rusli, > menjelaskan latar belakang penerbitan novel ini. > > Kenapa butuh waktu lebih dari 50 tahun, dari awal penulisan hingga > penerbitan novel? Apa alasan Marah Rusli memberi wasiat bahwa novel ini > hanya boleh diterbitkan 50 tahun setelah cerita ini ditulis, yaitu di > sekitar tahun 1961? > > Tentu saja ada alasan dibalik wasiat itu. Kisah ini diangkat dari kisah > nyata Marah Rusli, yang pernikahannya ditentang oleh keluarganya, yang > masih memegang adat Minangkabau dengan begitu kuatnya. Itu sebabnya, > tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita ini sebagian besar adalah nyata. Nama > mereka memang disamarkan, tetapi Marah Rusli tidak ingin menyakiti hati > siapapun yang karakternya ia gunakan sebagai tokoh dalam novelnya. Ia > memang tidak setuju dengan adat Minang, khususnya mengenai pernikahan dan > jodoh, yang sejatinya memang bukan urusan manusia dan keluarga belaka, tapi > itu bukanlah alasan untuk menyakiti hati mereka. Untuk itu, ia berwasiat > agar novel ini jangan diterbitkan hingga 50 tahun kemudian, karena ia > beranggapan bahwa ketika itu, tentunya tokoh-tokoh nyata yang digunakannya > telah meninggal dunia. > > Remy Sylado, sastrawan Indonesia, menyatakan bahwa meskipun bahasa yang > digunakan sudah bukan merupakan bahasa yang populer di kalangan masyarakat > Indonesia, yang kini banyak menggunakan bahasa gaul, dsb., novel ini tetap > memberikan khasanah sendiri bagi kesusasteraan Indonesia. Sementara itu, > Fira Basuki mengingat mendiang suaminya setelah membaca novel ini. > Pernikahan Fira juga sempat ditentang keluarga, karena perbedaan umur dan > pendidikan di antara keduanya. > > Pada masa sekarang ini, pernikahan adat mungkin sudah bukan merupakan hal > yang aneh, meskipun tetap bisa juga kita temukan. Meskipun demikian, > tantangan yang dihadapi Marah Rusli satu abad yang lalu tentunya lebih > besar dibandingkan saat ini. Ia, yang merupakan orang Minang dan juga > keturunan bangsawan, harus menikah dengan perempuan yang telah ditentukan > oleh keluarga. Namun, Marah Rusli yang juga berprofesi sebagai dokter hewan > selain sebagai penulis ini, menentang tradisi itu, demi menikahi perempuan > yang dicintainya, seorang gadis Sunda bernama Raden Ratna Kancana. > > Seperti apakah novel terakhir Marah Rusli yang telah diterbitkan oleh > penerbit Qanita Classic ini? Temukan sendiri jawabannya dalam novel setebal > 525 halaman ini. (***) > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
