Terdengar seruan kaget dari Masnan, ketika Aswin mulai melakukan gerakan
silat yang terakhir digunakannya ketika melawan Bumi. Masnan mengeluarkan
ilmu barunya bernama “Hempasan Angin Terbangkan Awan”, sebuah ilmu yang
hebat sekali yang terpaksa dikeluarkannya ketika dia kewalahan menahan
serangan ilmu baru dari Bumi.  Ilmu ini didasarkan dengan tenaga dalam yang
lembut untuk menahan tenaga dalam keras yang menyerang, karena ilmu baru
dari Bumi didasarkan pada tenaga dalam keras (atau dalam ilmu silat Cina
disebut tenaga Yang). Ilmu ini terlihat tenang dan lembut seakan tidak
bertenaga tapi di balik itu kekuatan mendorongnya sangat kuat sekali, Bumi
yang tidak menyangka di balik kelembutan ilmu itu tersembunyi tenaga
dorongan yang dasyat, terkejut sekali dan ini yang menyebabkan dia telat
mengambil tindakan untuk antisipasi gerakan dorongan tadi sehingga dia bisa
terpukul oleh Masnan.

 

Masnan terkejut sekali dengan gerakan yang dilakukan Aswin karena menurut
hematnya ilmu ini tidak gampang sekali dikuasai banyak perubahan dan
perkembangan dalam ilmu ini sehingga bagi anak kecil seusia Aswin seharusnya
tidak bisa menguasainya dengan cepat sekalipun di bawah bimbingannya
langsung. Dia membutuhkan waktu 9 tahun untuk bisa mengembangkan ilmu itu
sedemikian rupa, tapi Aswin dengan sekali melihat saja dia bisa melakukan
gerakannya sampai ke gerakan 39 selanjutnya dia tidak meneruskan karena
memang di jurus ke 39 lah pertandingan antara Bumi dan dia berakhir.
Benar-benar anak yang mengagumkan sekali dalam usia 5 tahun dia bisa
menghapal dan meniru semua gerakan yang dilakukan oleh 2 orang tanpa
kesalahan sedikitpun.  Masnan, Kahar dan Basri menjadi kagum sekali pada
Aswin, mereka mengeluarkan pujian atas kehebatan Aswin. Baru Bumi mau buka
suara menyanggah pujian teman-temannya untuk anaknya dengan memberitahukan
kepada yang lain bahwa guru anaknya ada di sekitar mereka, terdengar suara
Aswin berseru ke arah pohon cemara yang besar dan rindang di belakang
lapangan tersebut.

 

“Kakek, bagaimana gerakan silatku, aku mampukan hafal dan meniru gerakan
silat ayah dan paman? Tadi kakek bilang mau taruhan sama aku bahwa aku tidak
bisa menghafal dan meniru mereka berdua, ternyata aku mampu berarti aku
menang yah kek… Horeeee… aku menang….” Kata Aswin dengan gembira sambil
berjingkrak-jingrak kegirangan.  “Itu artinya aku bisa menagih hadiah
kemenanganku pada kakek….cihuyyy !”

 

Terdengar jawaban dari arah pohon tersebut, “Bagus sekali. Kamu memang bisa
melakukannya, baiklah kakek akan memberikan kamu hadiah, kamu mau apa dari
kakek.”

 

Sungguh aneh sekali tidak  terlihat ada orang di sekitar pohon itu, mereka
berusaha mengerahkan mata mereka ke arah pohon supaya bisa melihat wajah
pendekar nomor satu itu tapi tetap saja mereka tidak bisa melihatnya. Masnan
memejamkan matanya dan mengerahkan tenaga batinnya untuk bisa membantu
matanya melihat orang yang duduk di sekitar pohon tersebut. Setelah itu dia
membuka matanya dan melihat memang di ujung dahan cabang pohon yang agak
tinggi dia melihat seorang pria berkumis misai putih  sedang duduk tenang
seakan tidak takut akan dahan tersebut akan patah akibat berat tubuhnya,
wajah pria tersebut tidak terlihat jelas akibat dia duduk membelakangi
matahari. Segera Masnan merangkapkan kedua tangan di dadanya dan mengarahkan
pandangan matanya  ke arah pria tua itu, “Salam Sejahtera dan selamat
bertemu, Datuak.” Masnan menerka inilah dia si pendekar nomor satu ranah
Minang, Datuak Inyiak Balang sehingga dia langsung menyebut pria itu dengan
sebutan datuak.

 

Yang lain terbengong melihat ucapan dan gerakan Masnan ke arah pohon itu,
bahkan Bumi mencolek Masnan,”Masnan, memangnya kau bisa lihat datuak itu?
Aku tidak melihat adanya orang di sekitar pohon itu?” katanya.

 

“Ayah, masak tidak bisa melihat kakek ? Itu orangnya sedang duduk di dahan
pohon sebelah kiri itu.” Kata Aswin keheranan karena ayahnya tidak bisa
melihat kakeknya.

 

“Kalian semua segera kerahkan tenaga batin kalian salurkan ke mata kalian
lalu lihatlah ke arah pohon itu kembali.”

 

Segera semua melakukan yang disuruh oleh Masnan, setelah itu mereka
memandang ke arah pohon dan sekarang mereka memang melihat ada orang di sana
tapi tidak terlihat jelas wajahnya. Segera mereka melakukan hal yang sama
yang dilakukan oleh Masnan memberikan salam kepada orang tua itu.

 

“Salam sejahtera untuk kalian semua. Maaf jika aku mengganggu kesenangan
kalian, aku si orang tua ini paling senang melihat pertandingan silat jadi
tanpa sadar sudah datang ke sini dan mencuri lihat pertandingan itu.”

 

“Datuak, kenapa tidak turun dan singgah ke rumah kami yang buruk ini,
sekalian memperdalam perkenalan kita karena kami sudah lama mengagumi anda.”

 

“Terima kasih Bumi, bukan maksud hatiku untuk menampik tawaranmu itu, hanya
belum saatnya kalian lebih mengenal aku, ini kebetulan saja karena aku
memang suka iseng melihat orang yang bersilat sehingga aku hadir di sini.
Kalian juga harus mengerahkan tenaga batin untuk melihatku dikarenakan
memang jasadku tidak ada di sini, yang hadir hanya rohku saja. “ terdengar
senyuman dalam jawaban itu.

 

“Bagaimanapun sebagai ucapan terima kasihku pada undangan kalian, aku akan
memberikan sepatah dua patah kata untuk kamu dan Masnan?”

 

“Tentu saja boleh, kami senang sekali jika anda mau memberikan petuah bagi
kamu yang muda ini,” sahut Bumi dengan cepat.

“Benar datuak silahkan saja, kami siap mendengarnya, “ kata Masnan.

 

“Baiklah kalau begitu aku tidak perlu basa basi lagi, untukmu Bumi,
belajarlah sifat unsur tanah dengan baik, perhatikanlah bagaimana tanah
menjadi bagian dari kejadian alam sehingga kamu akan mengerti perbaikan apa
yang harus kamu lakukan pada ilmumu yang terakhir itu. Dan aku melihat kamu
harus memperdalam ilmu kebatinanmu juga, karena unsur tanah dalam ilmu
terakhirmu sangat bagus sekali untuk digunakan ketika melawan bangsa
kegelapan. Sudah saatnya aku memberikan kepadamu, buku  yang dititipkan
guruku untuk diberikan kepadamu, ilmu dalam buku ini sangat bermanfaat
sekali buatmu untuk melatih muridmu melawan bangsa kegelapan. Nama ilmu itu
Jubah Gaib Tanpa Bayangan, ilmu ini akan membantu kamu untuk memahami ilmu
barumu, jika kamu sudah mengerti dengan baik, mulailah lebur ilmu barumu ke
dalam ilmu Jubah Gaib Tanpa Bayangan sehingga ilmu kamu akan meningkat
dengan sangat pesat sekali. Ilmu ini bisa kau gunakan untuk manusia dan juga
bangsa kegelapan, setelah kau hafal dan mengerti isi buku ini maka kamu
jangan heran buku itu akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 3 bulan
dari hari pertama kamu mulai membuka halaman pertama buku tersebut, jadi
saranku hafal dan pelajarilah baik-baik isi buku ini setelah itu baru kau
praktekkan. ”

 

Bersambung……….


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.21.6/1316 - Release Date: 06/03/2008
18:58
 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke