Para sanak sekalian, demo damai tanggal 28 November yg lalu, untuk menentang rencana pembangunan RS Siloam - yang ditengarai mengemban missi pemurtadan - berlangsung tertib, terkendali, dan mendapatkan dukungan luas dalam masyarakat. Syukur Alhamdulillah.
Pasca demo damai ini layak dipikirkan tindaklanjutnya. Berikut pendapat saya pribadi. 1). Tema dasar demo damai ini adalah ABS SBK, yang ternyata masih merupakan " core value " masyarakat Minangkabau, di ranah dan di rantau. 2). Prakarsa dan kendali demo ini sepenuhnya dalam tangan ulama, yang memberikan arahan dengan kepala dingin dan bersifat damai. 3). Sungguh mengherankan bahwa kaum umara - khususnya Walikota, DPRD, bahkan Gubernur - terkesan selain tidak memahami aspirasi masyarakat ini juga berfihak kepada investor. 4). LKAAM mulanya menerima dana dari investor, tetapi kemudian mengembalikannya setelah diprotes. 5). Sebuah surat kabar di Padang mendukung investor, dan menghujat pendemo, sehingga menimbulkan reaksi. 6). Masalah ini belum selesai, karena izin kepada investor sudah dikeluarkan. Dengan kata lain, Minangkabau masih terpecah, dan bisa diadu-domba. Hal ini perlu dibenahi dan jangan terulang lagi. Kita patut bersyukur bahwa Gebu Minang telah memprakarsai Pedoman Penghayatan dan Pengamalan ABS SBK pada tahun 2010, yang diikuti oleh BK3AM dengan Deklarasi Identitas Kultural Sukubangsa Minangkabau ABS SBK tahun 2013, yang segera akan disusul dengan pembentukan Forum Tungku Tigo Sajarangan ( FTTS ) dalam waktu dekat. Demikianlah, menurut pendapat saya tindak-lanjut demo damai yang perlu dilakukan adalah segera meningkatkan sekretariat bersama demo damai ini menjadi FTTS Sumatera Barat, dimana alim ulama, Ninik mamak, serta umara dan cadiak pandai bisa duduk semeja, ditambah kaum Bundo kanduang dan pemuda, bukan hanya utk menentang aksi pemurtadan, tetapi juga untuk memperkuat iman dalam rangka ABS SBK. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat, taufik, hidayat, dan inayah-Nya kepada kita sekalian. Amin. Wassalam , SB, 77, Jkt. Sent from my iPad -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
