Mak Abraham Ilyas n.a.h.
Sebenarnya istilah "pemberontakan PRRI" bukan hanya digunakan dalam dokumen
hasil sidang (yang berarti menurut Pemerintah RI), melainkan juga definisi
kategoris yang digunakan banyak ilmuwan sosial. Ini ambo kutip beberapa di
antaranya.
1. Jayashri Deshpande ("The PRRI *Rebellion*" dalam* Indonesia: The
Possible Dream*)
2. Audrey Kahin (*Rebellion to Integration: West Sumatra and Indonesian
Polity, 1926-1998*) yang merupakan salah satu karya babon untuk peristiwa
ini.
3. Juga Fachry Ali dalam tesis masternya yang berjudul "*The Revolt of the
Nation-State Builders: A Comparative Study of the Acehnese Darul Islam and
the West Sumatrans Rebellions (1953-1962)*".
4. Graham Richard Alliband (*Upheaval in Sumatra: From Dewan Banteng to
PRRI Rebellion*). --> Cornell Papers.
5. Bahkan Sumitro Djojohadikusumo salah seorang motor intelektual PRRI
menulis telaah kritis berjudul "A Report on the *PRRI Rebellion*" yang kini
tersimpan dalam bentuk mikrofilm di Perpustakaan Universitas
Wisconsin-Madison
http://search.library.wisc.edu/catalog/ocm24996846
6. Situs Armed Conflict Events Database (ACED) yang merupakan salah satu
situs terlengkap dalam mendokumentasikan konflik bersenjata di berbagai
belahan dunia juga mengelompokkan PRRI dalam kategori "Rebellion".
http://www.onwar.com/aced/data/india/indonesia1958b.htm
Istilah pemberontakan, secara sosiologis, banyak macamnya. Dari yang
bersifat individual, kolegial, sampai kelompok/grup dengan sifat-sifat dan
tujuan tertentu.
Sementara konsep perang saudara (civil war), justru lebih eksklusif, dan
mengacu pada konflik antar dua kelompok/etnis. Misalnya di AS, yang disebut
perang saudara mengacu pada pertempuran Utara (pro-perbudakan) vs Selatan
(anti-perbudakan) yang berakibat dihapuskannya perbudakan di AS. Dalam
lingkup lebih kecil, konflik horisontal Dayak vs Madura di Kalimantan
beberapa tahun lalu, jika terlambat dipadamkan bisa membesarkan menjadi
perang saudara yang sesungguhnya. Misalnya, secara teorititis, Jawa
mendukung Madura dan Kalimantan mendukung Dayak, sehingga terjadi konflik
antara Jawa vs Kalimantan. Itu perang saudara.
Karena itu dalam konteks PRRI, ambo melihat yang terjadi adalah
Pemberontakan, bukan Perang Saudara. Karena yang terjadi adalah pertempuran
kubu PRRI vs Pusat, dan BUKAN pertempuran antara Orang Minang (Sumbar) vs
Orang Jawa (Jawa Barat/DKI) secara *per se*. Apalagi dengan mengusung nama
Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia yang jelas-jelas menunjukkan
adanya semangat pemberontakan (*uprising, revolution*) menurut terminologi
ilmu sosial.
Menyebut PRRI sebagai pemberontakan, menurut ambo bukan dosa, karena memang
itulah yang terjadi. Argumentasi bahwa "itu bukan pemberontakan" karena
masih memakai lambang negara dan berasas Pancasila yang sama, justru bukan
argumentasi yang valid secara kategoris seperti telah ambo contohkan pada
beberapa telaah akademis yang cukup kredibel di atas.
Salam,
ANB
45, Cibubur
* * *
Pada 1 Desember 2013 07.15, Abraham Ilyas <[email protected]> menulis:
> Dinda Akmal Nasery Basral sarato Dunsanak sapalanta n.a.h,
> ambo yakin kalimat sbb.:
> *"...... ado keterangan bahwa 6 granat berasal dari sisa pemberontakan
> PRRI 1958".... dikutip oleh Dinda ANB dari dokumen hasil sidang ybst. di
> pengadilan negeri bbrp tahun yl.*
>
> Ambo indak sapandapek dengan term nan dipakai dalam dokumen tsb. yaitu
> *"pemberontakan
> PRRI 1958"* karono :
>
> III. Ingatan kolektif orang Minang
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> *Kejadiaan disebut perang saudara Karena memakai lambang yang samaNegara
> tetap berazas PancasilaHanya pusatnya tidak di JakartaPemerintah
> Revolusioner Republik IndonesiaYang diumumkan ke seluruh duniaPeristiwa
> diliput berbagai media Berita didengar sampai RusiaKejadian penting di
> dalam negeriTahun enam puluhan peristiwa terjadiKarena belum dicatat secara
> rapiOrangpun acuh kurang peduli*
>
> selengkapnya di http://nagari.or.id/?moda=menang/
>
>
> Pada 30 November 2013 21.05, Hanifah Damanhuri <[email protected]>menulis:
>
>
>> Assalammualaikum Wr Wb Dunsanak Sapalanta Yth
>>
>> Sato urun rembuk sangenek, palapeh uweh-uweh sen.
>>
>> Sacaro individu, awak pribadi ndak ado masalah jo rang cino doh. Malah
>> bbrp tahun batetangga jo rang cino kami saliang harago maharagoi.
>> Babarapokali ano batanyo ka awak, iyo ndak ado darah cino di awak? ha ha
>> ha indak kato wak. (acok urang takicuah di awak, apoli sangkek alun
>> bakaruduang ha ha ha).
>>
>> Awakpun punyo babarapo dosen asli cino, asli santiangno. ado pulo kawan
>> istrino cino, sabana elok pulo dari rang awak, randah hati dan santun.
>>
>> Tapi kalau wak caliak jo mato talanjang sabagai rakyaik badarai...
>> Bisa mati usaho anak pribumi dibuekno.
>>
>> Contoh sederhana, sanjai dulu jadi primadona rang bukittinggi, kini sia
>> nan marajoi pasa kripik dun? baa nasib rang kampuang wak kini?
>>
>> Urang cino kan sabana santiang. bisa mambuek labiah hasia suatu masakan
>> dari aslino sahinggo ano mampu maraup saluruh palanggan
>>
>> Andai rumah sakik di bangun cino, dokterno pasti santiang2, bisa jadi
>> cino juo dokterno. Ndak katalawan bagai di rang awak doh. Nan bafrubek
>> gtantu rang kayo2? bara bana jumlah rang kayo di kampuang?
>>
>> Tantu sabagaian besar panduduk Sumbar akan jadi panongton tangtang
>> kedigdayaan suatu etnis di kampuang surang?
>>
>> Ka manga rang awak lai?
>> kalau alah mularaik, mako mudah bagi urang untuak maubah kayakinanno.
>> Bukankah salah satu alasan manga urang bapindah agamo karano ado jaminan
>> hiduik dari agamo lain?
>>
>> Itu sen dulu nan takana
>>
>> Untuak nan ahli jalehkanlah persoalan iko pakai SWOT kakami rakyaik
>> badarai gon.
>>
>> Salam
>>
>> Hanifah
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> Pada 28 November 2013 13.21, Akmal Nasery Basral
>> <[email protected]>menulis:
>>
>> Mak Abraham n.a.h,
>>> kalau kito baco link tentang Timzar Zubil nan ambo sertakan pada posting
>>> sabalun ko ado keterangan bahwa "6 granat berasal dari sisa pemberontakan
>>> PRRI 1958". Entah bagaimana memaknai kalimat ini, apakah:
>>>
>>> 1. Memang ada kaitan erat antara kelompok Timzar dengan (eks) PRRI?
>>> 2. Atau Timzar tak sengaja menemukan enam granat eks-PRRI, sehingga
>>> sebenarnya tak ada kaitan sama sekali.
>>> 3. Atau enam granat itu dipasok entah oleh siapa untuk mengesankan
>>> (menggiring kesan) publik bahwa ada kaitan antara kelompok Timzar dengan
>>> PRRI, yang bisa dilihat sebagai jebakan untuk Timzar.
>>>
>>> Entah kemungkinan mana yang benar. Wallahu a'lam,
>>>
>>> Wass,
>>>
>>> ANB
>>> 45, Cibubur
>>>
>>>
>>> Pada 28 November 2013 08.03, Abraham Ilyas <[email protected]>menulis:
>>>
>>> Terima kasih add. ANB untuk infonya ...... peristiwa yang membuat heboh
>>>> ketika itu.
>>>> Ruponyo invasi asing berbentuk pembangunan RS, Sekolah dari evangelist
>>>> iko terjadi di SB kutiko masyarakat MK dalam suasana barusaja keluar dari
>>>> prahara nasional tahun 1961.
>>>>
>>>> Komentar ambo untuk sdr. Riyan yang menyebutkan: *investasi Inggris
>>>> (kristen) di Arab (Timteng) tak membawa kristenisasi*
>>>> Hal ini sangat berbeda dgn di SB; Di Arab mereka menanam modal bukan
>>>> dalam bentuk pembangunan *sekolah dan dan RS*, tapi dalam bentuk dunia
>>>> hiburan dan pariwisata serta tehnologi tinggi !
>>>>
>>>> SB atau katakanlah Indonesia tak membutuhkan penanaman modal asing
>>>> (kapital) untuk *industri dalam bidang pendidikan dan industri
>>>> pengelolaan orang orang sakit !*
>>>> Kedua jenis lapangan kerja tersebut di Indonesia, khususnya SB bisa dan
>>>> mampu dikerjakan sendiri oleh bangsa pribumi !
>>>>
>>>> --
>>>> .
>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>>> ===========================================================
>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>>> * DILARANG:
>>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>>> 3. Email One Liner.
>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
>>>> serta mengirimkan biodata!
>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>>> mengganti subjeknya.
>>>> ===========================================================
>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>>> ---
>>>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>>>> Grup Google.
>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>>>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>>>
>>>
>>> --
>>> .
>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> ===========================================================
>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> * DILARANG:
>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>> 3. Email One Liner.
>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>>> mengirimkan biodata!
>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>> mengganti subjeknya.
>>> ===========================================================
>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> ---
>>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>>> Grup Google.
>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>>
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.