Kanda Epy,
Kalau diambo manulak investasi Siloam, jan baubek kaingkin. Alah bangkrut kan 
pai surang nyo beko.


Sent from my T-Mobile 4G LTE Device

-------- Original message --------
From: Epy Buchari <[email protected]> 
Date: 12/27/2013  2:10 AM  (GMT-05:00) 
To: [email protected] 
Subject: [R@ntau-Net] Re: Perjalanan Sejarah dan Kearifan 
 
Assalamu’alaikumWW,

Sanak Dunil Zaid, Ajo Duta, Maturidi Donsan, Andri Satria Masri, serta sanak 
sapalanta n.a.h,

Tarima kasih kepada ‘senior citizen’ nan  kurang labiah sapadapek soal peranan 
urang-urang gaek cando awak-awak ko. Maaf ambo kurang suko mamakai istilah 
‘lansia’ atau ‘manula’ nan mengesankan awak ko manusia tapi lah lain dari 
manusia lainnyo.

Dengan sadar atau tidak sadar melakukan tindakan-tindakan  nan dapek secara 
serius menyebabkan sesama  umat Islam menjadi terpecah belah saling membenci 
sampai siap untuk berhadapan secara fisik, ambo khawatir  dengan kemurkaanNya, 
kawatir dengan kondisi khufur nikmat, khawatir dengan potensi  bencana alam dan 
tsunami disebabkan ranah Minang sampai hari ko masih terletak di kawasan cincin 
api (ring of fire) dengan gunung api dan patahan  masih ‘hidup’ dan terus 
bertasbih kepadaNya.

Cubo dibaco dan dianok anokan link wikiislam berikut ini : 
http://wikiislam.net/wiki/Accidents_and_Natural_Disasters_in_the_Muslim_World

Menolak James Riady membangun RS dan Supermall di Chatib Sulaeman ambo raso 
labiah tepat melalui jalur IPTEK nan labiah netral. Sarankan ka James jo 
grupnyo untuak mamintak second opinion dari Dr Danny Hilman Natawijaya dan Prof 
Kerry Edward Sieh nan alah meneliti potensi tsunami pantai Barat Sumatera sejak 
sabalun dan sesudah tsunami Aceh. Ambo yakin duo geologist yang  amat credible 
ko tidak akan menyarankan membuat struktur bangunan yang terletak cuman sekitar 
1 km (!) dari bibir pantai yang berhadapan langsung dengan samudera Indonesia. 
Sambia sekalian mempelajari peta analisa prakiraan perubahan pantai Padang 
andai ‘the mother of all tsunami’ itu kelak terjadi. Inyo jan mandangakan kecek 
Fauzi Bahar soal amannyo Padang dari tsunami atau gempa besar lainnyo. Pada 
maso pemerintahannyo,  Fauzi berkepentingan dengan investasi di Padang.

Informasi tentang keunikan gampo gadang nan terakhir di Sumbar, inyo bisa 
disarankan untuak berkonsultasi  dengan ahli geologi teknik dan teknik Sipil. 
Mungkin salah satunyo Dr. Bakhtiar Muin dkk di ITB. Unik, sebab tingkat/lantai  
satu dan dua sejumlah bangunan bertingkat  masuak/amblas ke dalam tanah, dan 
bangunan masih berdiri.  Termasuk kantor PU di Muaro nan seyogianyo rencana dan 
pengawasannyo dilakukan secara ketat oleh Cipta Karya.

Jadi kalau nanti sampai ke fase studi AMDAL  yang serius (dengan meminta second 
opinion diateh) ambo raso dengan akal sehat dan kecerdasannyo James Riady akan 
mundur dengan sendirinya.

Samo halnyo dengan RUU Desa. Secara cerdas (kabanyo ikolah salah satu kelebihan 
urang Minang) pelajari dulu secara matang, kok ado nan indak dimengerti tanyo 
dulu ka nan mangarati. Kalaupun akhirnyo tetap indak setuju dan akan kalua dari 
NKRI tanyo mintak pulo dulu pendapat ahli tata Negara  (umpamonyo bung Saldi 
Isra), dan ahli ekonomi  baa kiro-kiro kalau awak lapeh dari NKRI, lai ka bisa  
punyo APBN (bukan lagi APBD) nan cukuik untuak  sekadar dalam kondisi 
subsistence.Paralu lo diperhitungkan bahwa  saparoh warga Sumbar mancari rezeki 
dan kehidupan di nagari urang lain.

By the way, ambopun sangat mendukung pemikiran Ajo Duta tentang pembangunan 
Sumbar dalam kaitannyo jo investasi luar itu. Bagi awak nan gaek-gaek ko kalau 
sakali2 pulkam, ingin menikmati alam ranah Minang nan masih asri dan bukan yang 
dikotori oleh ‘pembangunan’ yang dilakukan secara serampangan.

Maaf & wasalam,

Epy Buchari

L-70

Ciputat Timur




-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke