Mohon maaf Mak Boes… Nanmpaknyo diambo nan salah kirim, barikuik ambo Fwd baliak, mungkin juo sanak nan suko mambaco nan lain
Indak juo manarimo. Wassalam. _____ From: Nofend St. Mudo [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: 06 Maret 2008 9:52 To: '[EMAIL PROTECTED]' Subject: 5 Harimau Muda <== Cerita Silat beseri karya Julie Noor [23] IV. Para guru Pagi-pagi sekali sudah terlihat kesibukan orang di Batang Kapeh, ada yang sudah bersiap-siap masak untuk sarapan, mencuci, mandi, jalan pagi sambil menghirup udara segar. Benar-benar suasana terasa tenang dan damai, orang-orang yang tinggal di rumah Wali Bumipun sudah bangun sejak tadi, dan di halaman belakang rumah sudah terdengar suara-suara orang yang sedang berlatih silat. Terlihat Wali Bumi sedang berlatih silat dengan Masnan, sedangkan Kahar dan Basri duduk memperhatikan mereka dari arah teras belakang rumah. Di atas meja kecil dengan tempat mereka duduk sudah tersedia 4 gelas kopi yang mengeluarkan asap mengepul dan 1 kendi berisikan air putih segar untuk mereka nikmati di pagi yang cerah ini. Tak lama Siti keluar dari rumah sambil membawa sepiring pisang goreng dan ketan putih dicampur kelapa dan gula untuk menemani mereka sambil minum kopi. Di belakang Siti, menyusul Aswin yang baru bangun dengan mata yang masih sayu memandang ke halaman belakang melihat ayahnya bersilat dengan paman Masnan. “Selamat pagi uda Basri dan uda Kahar, apakah tidurnya nyenyak semalam ?” Tanya Siti kepada mereka. “Selamat pagi juga Siti, wah awak (kamu) terlihat segar dan cantik sekali. Kami bisa tertidur dengan nyaman semalam walaupun sempat juga berpikir tentang mimpi aneh uda Bumi.” Jawab Basri. “Selamat pagi Siti.” Jawab Kahar, Hanya perkataan itu yang sanggup keluar dari mulutnya karena dia sedang sibuk meredakan detakan jantungnya yang tiba-tiba berdetak lebih kencang dari biasanya, dia takut orang bisa melihat bajunya bergerak akibat debaran jantungnya yang menggila setelah melihat Siti yang pada pagi ini terlihat sangat cantik dan segar seperti yang dikatakan Basri. Mengenakan baju kurung krem lembut dan sarung songket coklat yang sepadan serta rambut yang dikonde kecil dengan anak-anak rambut yang mengitari wajah ayunya membuat gadis ini terlihat sangat cantik, pantas saja gadis ini menjadi salah satu dari wanita tercantik di ranah minang ini. Bahkan Basri yang sudah mempunyai isteri saja dan mencintainya bisa melihat betapa cantiknya dara ini apalagi Kahar yang memang sudah lama mencintai Siti rasanya jantungnya seakan mau meledak melihat senyum manis dari Siti menjawab sapaan mereka. Kisah mereka berdua akan penulis ceritakan pada bab yang lain, tidak kalah serunya juga kisah perjumpaan dan perpisahan mereka. Tiba-tiba Aswin berteriak,”Wah, ayah kena pukulan paman, yah ayah payah masak dak bisa balas pukul paman di rusuk kiri.” Teriakan Aswin ini membuyarkan pikiran Kahar mengenai Siti tapi juga mengagetkan mereka dengan pernyataan Aswin tersebut, karena apa yang dikatakan oleh Aswin benar adanya seharusnya Bumi bisa mengatasi pukulan dari Masnan dengan menyerang rusuk kiri Masnan sehingga akan membuyarkan serangan tersebut karena yang bersangkutan buru-buru hendak melindungi rusuk kirinya. Kedua orang yang sedang berlatih itu otomatis menghentikan kegiatan mereka dan memandang Aswin dengan terkejut sekali bahkan Basri dan Kaharpun terlihat sedang memandang bocah bandel itu dengan sama kagetnya. Sungguh tidak masuk akal anak sekecil itu bisa melihat kelemahan seseorang dari sebuah pertandingan silat, apalagi sang ayah yang ditegur itu malah merasa tidak percaya anaknya bisa mengetahui kelemahannya dalam ilmu silat. Saking penasarannya sang ayah menanyakan kepada anaknya,” Aswin, kenapa kau bisa tahu, ayah harus menusuk tulang rusuk kiri pamanmu?” “Tadi aku disuruh kakek Inal untuk memperhatikan pertandingan ayah dengan paman, lalu kakek menunjukan kelemahan ilmu silat ayah dan paman,” sahut Aswin yang sekarang kelihatan jauh lebih segar dari tadi, matanya berkilat penuh cahaya semangat. Mereka menjadi maklum karena ada orang pintar yang melihat kelemahan ilmu mereka, jadi setidaknya mereka tidak terlalu malu jika seandainya benar-benar Aswin yang bisa melihat kelemahan itu. Lain halnya dengan Kahar, dia mempunyai pemikiran sendiri, biarpun Aswin dibantu oleh pendekar nomor satu seperti Datuak Inyiak Balang tapi belum tentu dia bisa melihat pertandingan tersebut karena gerakan yang dilakukan oleh kedua orang tadi sungguh cepat sekali kalau hanya dengan mata awam biasa hal itu akan memusingkan kepala mereka karena saking cepatnya gerakan mereka. Tapi Aswin mengatakan tadi bahwa dia disuruh memperhatikan pertandingan mereka dan diberi petunjuk tentang kelemahan kedua pesilat tersebut, itu artinya Aswin bisa mengikuti pertandingan tingkat tinggi tadi dengan matanya. Kahar semakin penasaran dengan kehebatan Aswin, dia jadi ingin menguji sampai di mana kelihaian pendekar nomor satu itu dalam mendidik Aswin sehingga dalam usia semuda ini saja dia sudah bisa menyaksikan pertandingan tingkat tinggi dengan baik sekali, ini bukan sebuah hal yang biasa terjadi, hanya orang-orang yang sudah mempunyai ilmu tenaga dalam yang tinggi yang bisa melihat pertandingan tersebut dengan jelas sekali. “Aswin, paman mau Tanya, apa tadi Aswin bisa melihat pertandingan ayahmu dengan paman Masnan?” Tanya Kahar. “Bisa paman, memangnya kenapa paman ?” “Apa kamu lihat dengan jelas?” “Jelas, paman.” “Kamu ingat dak gerakan yang dilakukan ayah kamu dan paman Masnan?” “Yah, paman manalah Aswin ingat semua, hanya beberapa saja.” “Hmmm… bisa dak Aswin peragakan buat paman?” “Tapi paman, Aswin belum bisa gerakan itu nanti malah tambah salah lagi.” “Gak apa-apa, paman hanya mau tahu saja seberapa kuat ingatan kamu, boleh kan ?” “Hmmm, baiklah paman akan Aswin coba.” Sementara itu yang lain mendengar percakapan antara Aswin dengan Kahar menjadi semakin tertarik, dan merekapun mulai berpikir kenapa anak sekecil Aswin bisa mengikuti pertandingan silat tadi dengan jelas seharusnya hanya orang-orang yang sudah mempunyai tenaga dalam yang tinggi yang bisa melihat karena dengan penyaluran tenaga dalam tersebut ke mata mereka maka mereka bisa melihat pertandingan tingkat tinggi seperti tadi itu. Bahkan Bumi tidak mempercayai pendengarannya bahwa anaknya bisa melihat pertandingan tersebut dengan jelas, dia berpikir anaknya hanya membual saja, makanya dia ingin tahu apakah benar anaknya bisa mengingat gerakan yang dia dan Masnan lakukan selama pertandingan tersebut. Jika terbukti anaknya tidak bisa lakukan gerakan tersebut berarti anaknya telah berbohong dan dia merencanakan untuk menghukum anak bandel ini karena sudah berani berbohong kepada orang tua, kecil-kecil pintar berbohong apalagi sudah tua bisa tambah runyam urusannya nanti. Dia sudah siap dengan pikiran hukuman apa yang pantas bagi anaknya yang sudah berbohong ini. Bersambung……… No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.21.4/1312 - Release Date: 04/03/2008 21:46 No virus found in this outgoing message. Checked by AVG. Version: 7.5.518 / Virus Database: 269.21.7/1322 - Release Date: 09/03/2008 12:17 No virus found in this outgoing message. Checked by AVG. Version: 7.5.518 / Virus Database: 269.21.7/1322 - Release Date: 09/03/2008 12:17 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
