Alhamdulillah. Ikuik sanang mambaco kaba kesehatan MakNgah kini. Dan labiah sanang pulo ati basamo kaba baiak ko MakNgah maagiah bonus pulo dari khazanah ceramah Buya Hamka.
Ungkapan "Dari Gelap Menuju Terang" iko adalah ungkapan khas Quran untuk menggambarkan Allah sebagai pembimbing dan penolong orang-orang beriman (2:257). Ini adalah ayat favorit Raden Ajeng Kartini (1874-1904) ketika mulai serius mendalami Islam di bawah bimbingan Mbah Sholeh Darat (Muhammad Shalih ibn Umar As Samarani), ulama besar dari Semarang, yang juga guru dari dua tokoh besar pergerakan Islam di Indonesia, yakni KH Ahmad Dahlan (yang kelak mendirikan Muhammadiyah) dan Hadratussyekh Hasyim Asy'ari (pendiri Nahdlatul 'Ulama), sebelum keduanya berguru pada Syaikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi di Masjidil Haram. Kartini menjadi murid Kiai Sholeh Darat (KSD) dalam sebuah peristiwa yang nyaris terlihat sebagai sebuah 'kebetulan' - meski sesungguhnya dalam Islam tak ada yang disebut sebagai 'kebetulan'. Satu ketika, Kartini muda datang ke rumah pamannya di Semarang, bertepatan saat itu KSD sedang memberikan ta'lim tentang makna Surat Al Fatihah. Cara KSD yang menafsirkan dan mengupas ayat satu demi satu, begitu menarik perhatian Kartini muda yang sebelumnya tidak terlalu tertarik mendalami ajaran Islam, meski secara formal dia beragama Islam. Usai pengajian, Kartini yang merasa kalbunya kini mulai terbuka, mengajukan sebuah permintaan yang terasa asing untuk ukuran masa itu: dia memohon kepada KSD agar membuat terjemahan Al Quran ke dalam bahasa Jawa. "Sebab tidak ada gunanya membaca kitab suci yang tidak diketahui artinya," ujar Kartini saat itu. Tersentuh dengan permintaan tak lazim itu, KSD berjanji akan melakukannya meski tahu risikonya bisa membahayakan dirinya, minimal di penjara, karena pemerintah Hindia Belanda saat itumelarang segala bentuk penerjemahan Al Qur'an. KSD menyiasati larangan itu dengan membuat terjemahan dalam huruf pegon (Arab gundul) sehingga sekilas tetap terlihat seperti bahasa Arab, meski kosa kata yang digunakan sebenarnya berasal dari bahasa Jawa. Setelah penerjemahan seluruh ayat Qur'an selesai, kitab terjemahan itu diberi judul "Faid Arrahman", tafsir pertama di Nusantara dalam bahasa Jawa dengan aksara Arab. Oleh KSD, kitab itu kemudian dijadikan sebagai hadiah untuk perkawinan Kartini dengan R.M. Joyodiningrat. Sejarah mencatat, ketika menerima kitab itu, dengan terharu Kartini berujar, "Selama ini Surat Al Fatihah gelap artinya bagi saya. Saya tak mengerti sedikitpun maknanya. Tetapi sejak hari ini, dia menjadi terang benderang sampai kepada makna tersiratnya, sebab Romo Kiai telah menerangkan ke dalam bahasa Jawa yang saya pahami." Berkat terjemahan itu pulalah, perjalanan spiritual Kartini berlanjut sampai menemukan ayat QS 2-257 di atas, yang kelak diakuinya sebagai ayat favoritnya. Ayat yang menginspirasi Kartini untuk menuliskan pikiran-pikirannya kepada Abendanon dalam kumpulan *Door Duisternis Tot Licht* yang diterjemahkan Sanusi Pane sebagai *Habis Gelap Terbitlah Terang*, judul yang mengacu pada ayat kesukaan Kartini. *Sumber:* ekstrak dari novel sejarah "Sang Pencerah" hal. 125-130 (Akmal Nasery Basral, 2010) Semoga Allah Azza wa Jalla terus melimpahkan rahmatNya bagi Kiai Sholeh Darat, salah seorang ulama besar Nusantara yang namanya kini nyaris tak dikenali lagi, padahal beliau adalah guru dari banyak guru di tanah air, selain giat menulis sejumlah kitab bermutu tinggi seperti *Majmu'ah Asy Syariah Al Kafiyah li Al-'Awwam* (membahas ilmu-ilmu syariat untuk orang awam),* Munjiyat* (tentang tasawuf, petikan dan komentar dari* Ihya 'Ulum Ad Din* karya Al Ghazali), dan* Al Hikam* (nukilan dan penjelasan dari kitab berjudul sama karya Syaikh Ibnu Athaillah al Askandari). Jika dikaitkan dengan Buya Hamka, maka Buya Hamka terhitung sebagai "cicit guru" dari Kiai Sholeh Darat dengan jalur sbb: Kiai Sholeh Darat --> (guru dari) KH Ahmad Dahlan --> Ki Bagus Hadikusumo --> Buya Hamka. Allahu a'lam. Wass, ANB 45, Cibubur Pada 31 Desember 2013 18.27, Sjamsir Sjarif <[email protected]>menulis: > Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu, > > Maa Rang Lapau nan Basamo, > > Indak taraso sajak akhir Juli 2013 alah satangah tahun MakNgah indak > masuak Lapau, indak manyimak variasi topik nan katangah. Seperti MakNgah > dalam kegelapan dan tidak akan dapat dengan tiba-tiba untuk sementara > mengetengahi berbagai berita. Terakhir nan MakNgah baco, simak, dan hayati > sepenuh hati adalah semua rangkaian doa Adidunsanak untuk kesehatan MakNgah > sesudah MakNgah mengalami kecelakaan kendaraan. Rentetan postiang doa yang > panjang itu, belum tersahut sampai sekarang namun semuanya tetap diingat di > dalam hati sanubari dengan penuh terima kasih tiada terhingga kepada semua > Adidunsanak yang tak pernah terlupa. Untuk itu, dengan rasa Maaf dengan > posting ini MakNgah menghaturkan Terimakasih Sedalam-dalamnya kepada > Adidunsanak semua. > > Alhamdulillah, dengan penuh kesabaran dan tawakkal kepada Allah > Subhanahuata'ala, kesehatan MakNgah akibat takilik (whiplash) secara > berangsur-angsur sudah bertambah baik. Hanya dua minggu yang lalu MakNgah > terpakasa masuk Emergency Room sebab serangan batuk yang mulai seminggu > sebelumnya menjadi-jadi seperti paru-paru tidak akan dapat begerak lagi > (lungs collapse). Alhamdulillah walaupun belum begitu reda, namun perasaan > hati sudah bertambah lega. > > Di Malam Tahun Baru ini, ketika kita masih dalam Zona Winter Solstice di > Belahan Bumi Utara, kita ikuti Wisata Matahari menuju Balik ke Selatan, > Dengan kekuatan Allah Subhanahuata'ala akan kita rasakan titik-titik terang > mendatang. Sambil melangkah ke Masa Depan, di Ambang Malam Tahun Baru ini, > baik kita simak Ceramah Buya Hamka "Dari Gelap menuju Terang" dari rekaman > di bawah ini. > > https://www.youtube.com/watch?v=4Ahj1i7oX9k&feature=youtu.be > > Salam, > -- MakNgah > Sjamsir Sjarif > Di Tapi Riak nan Badabua > Santa Cruz, California > Dinihari Selasa 3:30AM PST New Year Eve 2014 > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
