Asslm.Wr.Wb.

Menetapkan kebijakan biasanya hanya golongan sedikit.
Bila Alim Ulama, Ulil Amri, dan Cadiak Pandai berkumpul mengambil
musyawarah dan mufakat, rakyat banyak yang badarai, biasanya mengikuti.

Yang perlu dibuat sosialisasi berjenjang dan bertahap.

Demokrasi suara terbanyak berbeda dengan demokrasi musyawarah dan mufakat.

Bila kita ikuti demokrasi suara terbanyak kita ikuti,
Aturan UU Homoseks dan Lesbi, penyimpangan kelainan peninggalan zaman Nabi
Luth ASdapat dilegitimasi perwakilan demokrasi.
Selain itu, Aturan Aborsi akan dilegalkan.
[Hal ini telah terjadi di US, negara Polisi Demokrasi Dunia]

Bila kita ikuti demokrasi musyawarah dan mufakat,
Kita bisa berhikmat;
" Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah, kebijaksanaan, dalam
permusyawarahan/ perwakilan."

Daulat rakyat, bukan daulat tuanku ...
Kebenaran tidak ditentukan suara terbanyak ...
Kebenaran datang dari Allah ...
Kesalahan, kehilafan dan kesilapan menjadi bagian insan.

Lebih dan kurang serta segala kekhilafan saya sampaikan maaf.
Semoga bermanfaat.
Wass.Wr.Wb.

AUGI JD
augispot.blogspot.com
"Semoga kita menjadi golongan yang sedikit :-D"

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke