Masuaknyo ka Jalur Pribadi mak Ngah...
--------------------------------------------------------------------------------
Karano masuak ka jalua paribadi, ambo repostiang nan
ciek ko dan ambo pendekkan namo subjectnyo dan ambo
edit saketek.
Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of hambociek
Sent: 10 Maret 2008 14:38

Maa Rang Lapau nan Basamo,

Ambo baru mandanga tantang Paga Alam Masyarakat
(PALAM) ko. Samantaro Rang Lapau maotakan ABS BSK,
rancak di simak artikel ko, rancak pulo disigi
pati-pati konflik peperda dan masyarakat adat.

Ambo warnai ungkapan Adat salingka nagari ko, karano
alah lamo ambo  inok manuangkan nan bahaso untuak
manalaah adat atau adat-adat di Minangkabau kito misti
mancaliak ka Nagari sabagai Unit Adat, karano di
sinanlah, di Nagari-nagari nan taserak banyak di Alam
Minangkabau tu lah, adat tumbuah, tasimpan, dan
bakambang. Untuak mampalajari Masalah Adat atau
Adat-adat di Minangkabau, para penelaah paralu mancari
dan mamparatikannyo di Nagari-nagari nan taserak
tasuruak di Kampuang Halaman ko; di Kampuang, bukan di
Urban Community.   

Para penalaah misanyo paralu mancaliak mandanga
pandangan misanyo ka Sungai Kamuyang, ka Padang
Manggateh, ka Ampalu Halaban, ka Magek, ka Panampuang,
ka Canduang, ka Pakan Kamih Tilatang, ka Sungayang, ka
Baruah Bukik, Lubuak Jantan, ka Buo, ka Kumani, ka
Sumpu Kudus, ka Pitalah, ka Sumpu Batutaba, ka
Sirukam, ka Supayang, ka Batu Kuali, ka Cupak, ka
Talang, sakadar manyabuik namo-namo nagari nan
sabagiannyo mungkin alun panah didanga dek Rang Lapau.
Bukan ka urban communities saroman Padang jo
Bukittingi. Suaro-suaro nan tadanga dari
anggota-anggota keluarga di Nagari di Lapau ko, 
misanyo dari Banuhampu, dari Talang Maua, Pandai
Sikek, marupokan sabagian pantulan nan paralu didanga
dari apo nan dirasokan masyarakat di Nagari tu.
Mudah-mudahan kito danga dari Nagari-nagari nan banyak
lai.

Salam,

--MakNgah

Sjamsir Sjarif

--- In [EMAIL PROTECTED], "kabaMinang OnLine"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> 
> Senin, 10 Maret 2008 
> 
> Padang, Padek--Paga Alam Masyarakat (Palam) Sumbar
menolak Ranperda
> Pemanfaatan Tanah Ulayat yang kini sedang digodok di
DPRD Sumbar. Mereka
> menilai Ranperda ini tidak menjawab persoalan dan
syarat kepentingan
> pemerintah melegitimasi pemindahan penguasaan tanah
ulayat dari pemilik
> ulayat ke pihak ketiga. Anggota tim analis Palam
Rivai, Minggu (9/3) kepada
> Padang Ekspres mengatakan, Ranperda Pemanfaatan
Tanah Ulayat dari judul
> hingga isinya sudah salah.
> 
> Menurutnya, Ranperda ini harusnya menguatkan
pengakuan, pengukuhan,
> penghormatan dan pemulihan hak ulayat masyarakat.
Tapi dalam Ranperda
> pemerintah seakan-akan tidak rela pengurusan dan
pemanfaatan tanah ulayat
> diatur cukup dengan ketentuan adat. "Lihat saja
dalam poin b dan c menimbang
> tentang adanya ketentuan adat dalam pengurusan dan
pemanfaatan tanah ulayat
> sesuai ketentuan adat. Dan Ranperda ditujukan untuk
menjadi pedomannya.
> Memang kenapa dengan ketentuan adat? Seakan-akan
pemerintah dengan ketentuan
> itu dan ingin membuat aturan baru sebagai
pedomannya," ujarnya dengan nada
> bertanya. 
> 
> Padahal lanjut Rivai, dalam pasal 3 Ranperda ini
sangat bagus terpeliharanya
> kewenangan menurut hukum adat Minangkabau atas
wilayahnya. Anehnya dalam
> pasal ini tidak dilanjutkan dengan penjelasan
tentang apa saja yang menjadi
> ancaman dan penyelesaiannya. Justru pasal ini
bertentangan dengan keinginan
> pemerintah memberikan pedoman pelaksanaan ketentuan
adat tersebut. Rivai
> juga memandang Ranperda ini juga tidak bisa
menyelesaikan konflik soal tanah
> ulayat yang masih terjadi terutama yang sudah
berpindahtangan menjadi hak
> guna usaha (HGU). Sebab, tidak ada satu poin pun
yang membicarakan negosiasi
> ulang terhadap tanah ulayat yang sudah terlanjur
dikuasai pihak ketiga.
> Terutama sah atau tidak perolehan tanah tersebut dan
hak masyarakat atas
> kompensasinya. 
> 
> "Jadi, Ranperda ini tak ubahnya menjadikan
pemerintah sebagai penadah tanah
> ulayat yang sudah ditinggalkan pihak ke tiga. Dan
seakan-akan menggap
> pemindahan tanah ulayat yang kini sudah menjadi HGU
tidak ada masalah,"
> pungkasnya. Ia juga menyangkal tuduhan yang sering
dialamatkan pemerintah
> masyarakat hukum adat menjadi penghambat investasi.
Menurutnya masih banyak
> faktor lain yang harus dibenahi selain persoalan
tanah ulayat. Terutama
> teriakan investor tentang masih banyaknya
pungutan-pungutan dari pemerintah.
> "Jadi, jangan masyarakat hukum adat terus yang
dipersalahkan," sanggahnya. 
> 
> Menyangkut konflik-konflik yang sering terjadi di
tanah ulayat yang
> melibatkan masyarakat hukum adat menurutnya tidak
berdiri sendiri. Faktor
> ketidak-adilan dan pelanggaran terhadap hak-hak
masyarakat hukum adat
> menjadi dominan. "Dan selama itu tidak diselesaikan,
maka konflik akan terus
> terjadi dan Perda ini tidak akan mampu meredamnya,"
tandasnya. Ia juga
> menegaskan, PALAM siap membawa draf Ranperda baru
yang lebih akomodatif
> terhadap hak-hak masyarakat hukum adat. Tidak
sekadar pengaturan dan
> pemanfaatan tetapi juga pengakuan dan pengukuhannya.
Karena pengaturannya
> cukup dilakukan sesuai dengan ketentuan adat
masing-masing. "Adat salingka
> nagari," pungkasnya. (*)
> 




      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke