Kembali kepada Bumi dan teman-teman serta Datuak Inyiak Balang, setelah memberi petunjuk kepada Bumi dan Masnan, segera Datuak ingin berlalu dari situ tapi belum sempat dia berlalu, Kahar buru-buru bertanya kepada beliau,”Datuak, jika berkenan bersediakah Datuak juga memberi petunjuk kepada saya mengenai ilmu silat saya?”
“Kenapa harus saya, anak muda? Bukannya kamu sendiri sudah merupakan orang yang sudah diakui kesaktiannya?” “Datuak, saya sangat menghormati anda dan sangat menghargai pendapat dari datuak. Saya ini apalah, tidak ada hebatnya hanya kebetulan saja ilmu saya lebih baik dari lawan saya selama ini, kalau saya melawan datuak sudah pasti saya kalah jauh. Oleh karena itu saya ingin sekali mendengar pendapat Datuak mengenai ilmu silat saya,” kata Kahar penuh dengan kerendahan hati. “Saya juga datuak, saya ingin sekali kalau memungkinkan datuak bisa memberi saran untuk ilmu silat baru saya ciptakan akhir-akhir ini,” kata Basri. Dengan menghela nafas, orang tua itu berkata,”Baiklah, aku akan membantu kalian karena kalianpun membawa misi untuk membantu mendidik anak-anak yang kelak akan menjernihkan kegelapan yang akan merasuki alam semesta ini. Cobalah engkau dulu, Basri, aku akan membantumu melihat kelemahan ilmu barumu.” Segera Basri bergerak di lapangan dan langsung mengeluarkan golok yang tersampir di pinggangnya dan mulai bersilat memperagakan ilmunya yang baru bernama ilmu Kilatan Golok Pencari Emas, ilmu didasarkan pada kecepatan gerakan golok yang berkelebatan sehingga terlihat seperti adanya kilatan-kilatan kekuning-kuningan di sekitar tubuh Basri akibat energi tenaga dalamnya yang disalurkan ke goloknya. Ada 15 jurus golok yang diperagakan oleh Basri dan dia melakukannya sepenuh hati tidak tanggung-tanggung karena dia tidak mau rugi mumpung ada orang hebat yang bisa memberikan saran yang bermanfaat baginya. Setelah ke 15 jurus itu dimainkannya, dia berhenti dan mengusap keringatnya sambil memandang ke arah pohon tempat di mana Datuak duduk tenang berayun-ayun di dahan pohon. Terdengar Datuak berkata,” Basri, ilmu sudah bagus sekali tetapi terlihat sekali engkau tidak mau rugi dalam melakukan setiap gerakan, malah hal ini menghambat perkembangan yang bagus pada ilmu itu. Apa kamu bisa bermain catur ?” Dengan keheranan Basri menjawab,”Bisa datuak, kenapa?” “Basri, ada kalanya di permainan catur kita harus mengalah untuk meraih kemenangan yang lebih besar, jika kita tidak melakukan hal itu kita tidak akan mendapatkan hasil yang memuaskan bahkan hanya bisa diam tidak bergerak-gerak menghabiskan waktu dan tenaga saja. Kenapa kita tidak melakukan pengorbanan yang tidak seberapa tapi bisa menghasilkan hasil yang jauh lebih baik dari sekarang?” Basri langsung memikirkan kata-kata Datuak itu, dan benar dia mulai merasakan adanya kelemahan yang menyolok mulai pada jurusnya yang ke 8 dan seterusnya. “Basri, aku tahu kamu mempunyai ilmu peringan tubuh yang hebat kalau tidak salah nama ilmu itu ilmu Langkah Angin Menembus Badai, kenapa tidak engkau gabungkan ilmu langkah itu dalam ilmu baru itu, mungkin hasilnya akan jauh lebih baik lagi. Dan kau perlu meningkatkan ilmu kebatinanmu, aku tahu gurumu pernah memberikan padamu sebuah buku mengenai ilmu kebatinan, ilmu yang ada di buku itu namanya Mato Elang Jelajah Alam. Sebuah ilmu yang hebat sekali, kau harus mulai melatihnya dan kombinasikanlah ketiga ilmu itu sehingga kau bisa mendidik muridmu melawan bangsa kegelapan nantinya. ” Basri terkejut sekali Datuak mengetahui bahwa gurunya pernah memberikan dia sebuah buku kepadanya, sebenarnya dia pikir ilmu kebatinan itu tidak terlalu perlu dipelajari sehingga dia lebih memfokuskan diri pada ilmu silat saja. Tidak pernah terpikirkan olehnya ternyata ilmu itu hebat sekali sehingga Datuak memberikan saran untuk mempelajarinya. Dia berjanji dalam hati sepulangnya dari sini dia akan langsung mencari buku itu di perpustakaannya karena dia mulai merasa pasti ada sebabnya sehingga Datuak meminta mereka semua meningkatkan ilmu kebatinan masing-masing. Tambah dipikir lagi saran dari Datuak, tambah semangat dia untuk cepat-cepat pulang membawa muridnya dan segera menyempurnakan ilmunya menjadi seperti yang dikatakan oleh Datuak. “Terima kasih banyak, Datuak, akan aku turuti semua saran yang datuak berikan padaku hari ini, mudah-mudahan di perjumpaan kita di masa datang, Datuak bisa melihat kemajuan ilmuku itu.” Kata Basri sambil merangkapkan kedua tangan di dada dan menundukkan kepala sebagai rasa hormat dan terima kasih. “Bagaimana denganmu Kahar? Apa ada ilmu baru yang ingin kau minta petunjuk dariku?” Tanya Datuak. “Ada Datuak, aku menamakan ilmu ini Jentikan Bara Panah Api.” “Hmmmm nama yang berunsurkan api, berarti engkau bermain dengan energi panas. Baiklah aku akan lihat ilmumu itu.” Kahar berjalan menuju ke lapangan, teman-temannya yang tadinya kelihatan masih sibuk dengan pikiran masing-masing sekarang mereka memandang ke arah Kahar karena mereka ingin tahu sampai di mana kehebatan ilmu saudara terkecil mereka ini. Jauh dalam lubuk hati mereka, mereka juga ingin bisa menyamai kesaktian adik mereka ini, karena mereka tahu adik mereka masuk ke daftar tokoh yang dianggap mumpuni oleh orang-orang di dunia persilatan, malu rasanya jika ilmu mereka jauh bedanya dengan sang adik. Sedangkan Kahar sedang konsentrasi menyalurkan tenaga dalamnya ke 2 tangannya, terlihat telapak tangannya berubah warna menjadi merah, dan mulailah dia bergerak jurus pertama dari Jentikan Bara Panah Api. Begitu dia mulai terasa hawa di sekitar lapangan tersebut berubah panas sekali, dan setiap jentikan yang dilakukannya seolah-olah seperti mengeluarkan percikan-percikan api yang bergerak seperti panah menuju sasaran yang ditujunya. Jurus ini terdiri dari 9 jurus yang mempunyai variasi gerakan yang sangat dinamis dan cepat sekali. Tidak terasa 9 jurus sudah selesai dimainkan oleh Kahar, terlihat peluh membasahi semua bajunya sehingga menjadi kuyub sekali. “Hihihi… paman Kahar sudah mandi juga yah… mandi keringat….. ah bau… makanya jangan main panas-panas bisa cepat keringatan“ kata Aswin meniru ucapan Bundanya yang memarahi dia jika bajunya basah akibat keringat, sambil menutup hidungnya dan tertawa-tawa nakal, bocah ini sudah selesai mandi dan sarapan, langsung dia lari-lari ke belakang untuk melihat pamannya bersilat, dia tidak sempat melihat Basri tapi dia melihat gerakan Kahar. Semua orang yang mendengarkan seruan bocah nakal ini tersenyum simpul, dan Kahar yang menoleh ke arah Aswin ingin balas menggoda, batal melakukannya karena dia melihat Siti berdiri di belakang Aswin sambil tersenyum manis. Kahar merasa seluruh dirinya berubah menjadi merah akibat malu dilihat Siti dengan badan berkeringat seperti itu. Aswin yang melihat wajah dan leher Kahar memerah berpikir bahwa ilmu panas tadi masih bekerja di tubuh pamannya itu langsung menggoda lagi,” Wah paman Kahar sudah kayak manusia merah, …hmmmm… tapi gak enak kedengarannya… sudah kayak manusia api…hihihii…” Kahar mendengar perkataan tersebut tambah merah wajahnya, sehingga teman-temannya yang melihat hal itu tambah tertawa, yang paling keras tertawanya adalah Bumi karena dia dapat menduga apa penyebab memerahnya wajah Kahar. Datuak juga ikutan tersenyum melihat kenakalan Aswin yang polos dan lugu itu, dan dia menegur bocah nakal itu,” Aswin, kakekkan sudah bilang jangan menganggu orang yang lagi serius belajar silat, apa kamu lupa pesan kakek?” “Bukan begitu kek,”bantah Aswin, “Kan paman Kahar sudah selesai melakukan gerakan silatnya, dan badannya masih kelihatan merah seperti api, makanya aku ingin memanggil dia manusia api seru kan kek.” Bersambung………………. No virus found in this outgoing message. Checked by AVG. Version: 7.5.518 / Virus Database: 269.21.7/1322 - Release Date: 09/03/2008 12:17 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
