Assalamu'alaikumWW, Sanak sapalanta n.a.h,
Dalam era pemberian otonomi yang seluas-luasnya pada daerah (Kabupaten/Kota), diberikan kewenangan bagi daerah untuk mencari dana pembiayaan pembangunan daerahnya masing-masing. Ini tentunya memerlukan pemimpin daerah yang sedikit banyaknya punya 'business sense' dan punya kemampuan sebagai seorang manajer pembangunan. Tidak ada salahnya untuk belajar dari keberhasilan atau langkah-langkah terobosan yang dilakukan pemimpin-pemimpin dari daerah lain. Salah satu yang teranyar adalah keberhasilan seorang Ridwan Kamil dari Bandung yang mampu menggaet dana CSR dalam jumlah yang memadai dari beberapa negara Eropa. Ridwan berdarah Minang, dan berangkat ke Eropah hanya bersama 2 a 3 orang staff saja. Kebayang bagai mana efektif dan efisiennya mereka bekerja (lihat tautan berikut http://regional.kompas.com/read/2014/01/21/0657106/Bandung.Dapat.CSR.Rp.1.7.T.dari.Eropa ) Bagaimana kalau para Pemda Sumbar atau Kabupaten/Kota di Sumbar meniru langkah bagus ini. Bila perlu mencari dana CSR dari negara-negara Islam di Timur Tengah. Sebelum berfikir untuk keluar dari NKRI atau memperjuangkan Daerah Istimewa Minangkabau, kalau menurut saya pribadi, sebaiknya kita mencoba dulu untuk megoptimalkan segala sumberdaya/resources yang ada untuk menumbuhkan sikon persatuan yang kondusif untuk mendukung kebangkitan Sumbar, dan melakukan upaya-upaya terobosan ala Ridwan Kamil ini. Maaf & wasalam, Epy Buchari L-70 Ciputat Timur. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
