Patang ko Dino datang pulo ka Menado, ikuik sato manyumbang musibah disinan malangkok-i sumbangan dari diaspora di AS. Padohal Manado indak dalam daftar kota nan akan ikuik di survei utk konvensi.
Sent from my T-Mobile 4G LTE Device -------- Original message -------- From: Darwin Chalidi <[email protected]> Date: 02/02/2014 11:42 PM (GMT-05:00) To: Rantau Net <[email protected]> Subject: [R@ntau-Net] Capres Demokrat kena marah karena lambat kerjanya Copas dari detik majalah Seorang petinggi negeri pasti akan mendapat perlakuan khusus ketika datang ke sebuah tempat, sekalipun saat itu dia sedang menyambangi lokasi bencana. Tapi pengalaman berbeda rupanya pernah dirasakan Dino Patti Djalal, bekas Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, yang kini menjadi salah satu peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat. Dino mungkin satu-satunya bakal calon presiden yang pernah “kena semprot” saat menyambangi lokasi bencana. Saat ituterjadi belum lama ini―Dino datang sebagai relawan korban letusan Gunung Sinabung di salah satu lokasi pengungsian, sebuah masjid di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Seperti relawan lainnya, Dino ikut membantu membagi-bagikan makanan kepada warga pengungsi. Saat itu para relawan di sana dipimpin seorang ibu bernama Zamenta. Nah, Zamenta rupanya tidak tahu salah satu relawan yang dikomandoinya adalah seorang kandidat capres. Dino pun tak luput mendapat perintah dari Zamenta. Tidak hanya disuruh-suruh, mantan juru bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini juga sempat “kena semprot” Zamenta. Gara-garanya, Dino dianggap lamban saat membagi-bagikan makanan kepada pengungsi. “Saya dianggap lelet,” kata Dino menceritakan pengalamannya itu saat mengunjungi kantor detik.com, kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Selasa, 28 Januari 2014. “Maksud hati, saya membantu korban, tapi Bu Zamenta menegur dan menyuruh saya supaya cepat kerjanya,” ujar pria kelahiran Beograd, Yugoslavia, 10 September 1965, ini mengenang. Namun Dino tidak tersinggung, apalagi marah. Ia sadar akan kesalahannya. Penyandang gelar doktor bidang hubungan internasional dari London School of Economics and Political Science ini mengaku memang membutuhkan waktu lebih lama saat membagi-bagikan makanan. Sebab, ia sembari berbincang dengan para pengungsi. Maklum saja, sebagai kandidat capres, ia perlu mengetahui kondisi masyarakat di sana. Belakangan, Zamenta sadar bahwa pria yang ia perintah-perintah dan sempat ia marahi itu ternyata seorang kandidat capres. Ia pun mendekati Dino dan meminta maaf. “Tapi saya sampaikan ke Ibu Zamenta bahwa hari itu saya memang jadi anak buahnya, dan Bu Zamenta bos saya,” tutur Dino, yang mengusung tagline “Nasionalisme Unggul, Semangat 45, Prestasi Abad Ke-21” dalam kampanyenya. Jati diri Dino ketahuan setelah ia dikerubungi oleh wartawan. Saat itu Dino, yang mengenakan seragam relawan Palang Merah Indonesia, memilih menyingkir karena merasa tak enak lantaran tidak bisa bekerja cepat. Kalau jadi presiden, enggak lelet lagi kan, Pak? n kustiah | Dimas Darwin Chalidi -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
