Tarimo kasih, Pak Tasril. Manunjuakan data itulah nan rancak kalau badiskusi. Setelah itu fokus pada apo yang ingin dipersoalkan. Silahkan cocokkan baliak jo komentar ambo nan khusus soal PBB, ko. Apo nan kurang tuntas, bisa dituntaskan soal PBB ko. Tambahan ambo, ambo setuju kenaikan itu dipersoalkan. Tepatnya dikomplain. Hak sebagai warga negara harus digunakan untuk menyampaikan keberatan kepada pemerintah kalau dasarnya jelas. Bagus ajak para pemilik rumah satu komplek atau satu lingkungan untuk menyampaikan keberatan itu. Itu adalah cara yang sah dan benar.
Mohon dicocokkan kembali email Pak Tasrif secara keseluruhan, komentar saya berikut, dan data pajak PBB pada link yang diberikan di atas: "Porsi penerimaan dari PBB (pajak bumi dan bangunan) dimana-mana, kecil dari total penerimaan pajak. Dan, dimana-dimana di daerah perkotaan, porsi sumbangan PBB (pajak bumi dan bangunan) itu kecil. Yang besar jelas sumbangan PPN, PPH (perusahaan dan perorangan). Soal PBB naiknya tinggi, dimana-mana di daerah perkotaan, kenaikannya memang tinggi dari tahun ke tahun. Yang menyedihkan, sesuatu yang seharusnya diapresiasi malah dinilai negatif. Kenaikan APBD DKI yg drastis menjadi Rp 72 Triluun lebih, itu signifikan dipengaruhi oleh pembenahan sistem penerimaan pajak oleh Jokowi. Dengan diberlakukannya sistem pajak online yang bekerja sama dengan Ditjen Pajak dan BPK, penyelewengan uang masuk yang patut diduga terjadi sangat besar dari tahun ke tahun di DKI, bisa dicegah....." Terima kasih. Mohon maaf kalau masih ada yang kurang berkenan. Wass., Andrinof 2014-02-13 15:13 GMT+07:00 <[email protected]>: > Sakadar info manjawek Andrinof tantang penerimaan PBB indak signikan > dibandiang PAD atau APBD dan iko analisa ambo surang berdasarkan berita nan > sahiah dan indak dari sia tu Trio Macan. Dari berita ko nampak hasil PBB > 214 ampia 10% APBD atau labiah 20% dari PAD DKI taun ko, antah iko masih > alun signifikan antah lah. > Kenaikan pajak bumi dan bangunan nan sangaik fantastis antaro 120 - 240% > akan dinikmati penduduk Jakarta taun 2014 ko, rasono kenaikan nan bantuak > iko alun pernah tajadi. > Lah bisa dibayangkan punyo tanah di Jakarta adalah sebuah kemewahan baru, > dan alun tantu sado urang mampu mambaia PBB no. Sebagai contoh para > pensiunan dan purnawirawan nan populasi no sekitar 70% di kompleks ambo lah > ma etong efekno, wah tahun ini saya harus bayar PBB sekitar 1,8 jt dan udah > pasti saya tidak mampu. Trus gimana Pak, tanyo ambo, jo muko sadiah apak > pensiunan mayor AU itu manjawek, saya akan coba mintak bantuan anak kalau > ndak bisa ya mau ndak mau saya harus jual rumah ini dan pindah kerumah yang > lebih kecil atau pulang kampung. > Dan antah bara banyak urang nan bantuak apak tadi tu di Jakarta, > pensiunan, para jando dll, apo memang harus mereka itu harus menyingkir > dari Jakarta nan lah barubah dan indak frienlly lagi terhadap orang2 > seperti mereka. > Dan timbua juo pertanyaan, apo kenaikan lah ado kajian terhadap dampak nan > ditimbulkan, tantu itu domain pengamat kebijakan publik nan punyo ilimu. > Atau iko memang basingajo supayo urang2 bantuak contoh diateh dipaso > manyingkir dari Jakarta dan digantikan dek nan produktif dan mampu hingga > PAD Jakarta tetap tajago, antahlah alun dapek pulo kajawek no, mungkin > waktu pulo nan bisa mambuktikan, maklumlah pengamat amatir nan indak punyo > gala. > > > http://keuda.kemendagri.go.id/berita/detail/1356-dki-target-penerimaan-pbb-2014-rp-6-7-triliun > > > Wassalam > Tan Ameh (55+) > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
