Sanak dipalanta n.a.h Kalau Dt. Parpatiah Nan Sabatang seorang 'komunis, iko mungkin ANB atau ahli sejarah politik nan bisa mengurai panjang lebar.
Tapi sabagaimano tulisan / kupasan nan tardiri dari kiro-kiro 6 halaman, biasonyo pesan yang ingin disam paikan oleh tulisan tersebut adolah apo nan tertulis dipenghujung tulisan tersbut Ambo ambiek ujuang tulisan tersebut:. "Supremasi perempuan di rumah tangga tergerus oleh peran bapak yang dominan karena semuanya sekarang diukur dengan materi. para mamak seringkali menjadi pecundang di antara kemenakannya. tunganai seringkali "bertinju" dengan rang sumando untuk harato pusako. rang rantau pulang jadi "pamanggak" dan bukan jadi suri tauladan*. "* 1. para mamak seringkali menjadi pecundang di antara kemenakannya !. Dalam soal harta pusaka kaum tak mungkin mamak jadi pecundang oleh kemenakannya kecuali kasuistis. 2. Dalam soal perhelatan atau acara apa saja yang ingin berbau adat dimanapun diadakan kemenakan, maka kemenakan harus patuh kepada mamak, kecuali dia pesta bebas. Kalau ini tentu tidak akan dihadiri oleh pemuka adat. Bagi kaum yang pestanya tidak dihadiri oleh kaum adat adalah satu hal yang sangat memalukan bagi kaumnya. Semua yang bersangkutan dengan adat, kemenakan tetap akan mematuhi mamak, kalau tidak pemangku adat tidak akan naik rumah. 2. Supremasi perempuan di rumah tangga tergerus oleh peran bapak yang dominan karena semuanya sekarang diukur dengan materi. Barangkali ini bisa dijelaskan sebagai berikut:: 1.- Kalau dirantaui ia, kalau diranah mungkin kasuistis (adakah seorang ibu yang tidak terkait dengan harta pusaka diranah), dimana tidak ada keterkaitan si bapak dengan harta pusaka. 2.- Kalau diranah bagi si bapak yang beristeriakan pada seorang ibu yang punya harta pusaka, maka wilayah sibapak berkuasa hanya pada pencaharian bersama, tidak menyeberang ke pada yang menyangkut harta pusaka (baik gelar maupun tanah Ulayat). 3. tunganai seringkali "bertinju" dengan rang sumando untuk harato pusako. !. Kalau tunganai sempat bertinju dengan rang samando apalagi sering, Ini mungkin rang samando tak tahu adat barangkali. Wilayah rang samando hanya pada harta pencarian kedua suami istri (kalau di Jawa dinamakan harta Gono Gini), tidak menyeberang mencampuri harta pusaka ditempat istrinya yang biasa dibawah pengawasan para tungganai. Kalau ada contoh, kita ingin penulis memberikan beberapa sample kalau memang bisa memperkuat pernyataan tungganai adu jotos jo urang samando untuk harta pusaka diatas. Sakitu dulu, maaf kalu ambo salah, Wass, Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau Pada 16 Februari 2014 14.02, Lies Suryadi <[email protected]> menulis: > > Mamak2 di lapau, apo memang Dt. Parpatiah Nan Sabatang seorang 'komunis'? > Ado lo nan manulih co itu dalam artikel ko: > http://networkedblogs.com/fyXUb > > Salam, > Suryadi > > > Pada Minggu, 16 Februari 2014 6:15, Dr. Saafroedin Bahar < > [email protected]> menulis: > Pandangan Pak Mochtar iko bana dan sangat realistik. Implikasinyo, kito > dari Rantau labiah rancak kontak jo nagari asa kito masing-masing atau > nagari dima kito lahia. Jadi di maso datang ado peranan penting nan dapek > dimainkan dek BK3AM jo IKM-IKM anggotanyo. > Tantang program penggemukan sapi Simmental di Nagari Sumpur Kudus, memang > paralu dievaluasi dan diduduakkan bana. Salain pribadi, ambo juo maajak > kawan ambo di Aliansi Kebangsaan utk mainvest duo ikua jawi. Antah baa > kolah nasibnyo kini. Ambo jadi ikuik malu. > Wassalam, > SB, 77, Sby. > > Sent from my iPad > > On 12 Feb 2014, at 15.46, Mochtar Naim <[email protected]> wrote: > > To [email protected] > Today at 3:32 PM > > Pak Maturidi jo Ajo Duta, dkk di RN, > > Ado nan paralu awak paretongkan. Yaitu awak ko sia ko. Awak urang > Minang iyo. Tapi ndak bitu sajo urang Agam namuah mambantu urang Solok, > dst. Ikatan banagari dan samo sanagari sangat kuat sakali. Sahinggo urang > Agam, urang Solok, dst, musti mengutamokan mambantu urang sanagarinyo dulu, > atau bahkan sajorong, sadusun, sampai ka sasuku, sakaluarga. > Jadi, aratinyo, nan ka diasuang di awak malalui RN ko, manumbuahkan > sumangaik suko mambantu sasamo banagari, bakorong, basuku, dst tu, baru > baminang-minang seperti ide Ajo malalui RN ko. Untuak itu konsep banagari > ko mesti bana2 dipakuaik. Ambo lah mangamukokan, ado ampek fungsi utamo > dari Nagari: (1) sebagai unit kesatuan administratif pemerintahan; (2) > sebagai unit kesatuan keamanan dan pengamanan; (3) sebagai unit kesatuan > ekonomi; dan (4) sebagai unit kesatuan adat, agamo dan sosial-budaya. > Masalah nan awak angkekkan di siko ado di nan nomor (3). Baa caronyo > manumbuahkan kekuatan ekonomi anak nagari, nan selain sendiri2 juo secaro > ba-samo2 sebagai joint enterprise, katokanlah berbentuk koperasi syariah > nan awak utamokan tu. Ambo mancaliak kekuatan Japang, Korea jo Cino justeru > talatak di karajo basamo dalam bantuak koperasi justru di tingkek terbawah > ko. > Semangat kebersamaan awak malalui RN ko alun bisa manggantikan > semangat kebersamaan sacaro banagari tu. Apo lai soalnya soal pitih-mamitih > dan organisasi badan usaha. Itu carito tentang bataranak sapi dulu lah kama > nyo kini. Kok ndak ado se tadanga lai. > Co lah awak pasamokan baa sarancaknyo hasuangan Ajo tu. > Salam, MN. > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
