Assalamualaikum:
Zaid Dunil: Karena toll itu cukup panjang maka pada jarak tertentu dibangun pula lokasi peristirahatan dan dilokasi itu tumbuh pula usaha usaha kecil retoran dan sebagainya yang juga menunjang kehidupan rakyat yang berusaha ditempat itu. BM: Di negara kapitalis seperti Amerika Serikat, tidak boleh ada kegiatan ekonomi di dalam interstate highways, kecuali didaerah2 yg penduduknya sangat jarang. Didaerah tandus yg tidak berpenghuni, maka di izinkan mendirikan oases, peristirahatan, sekedar untuk minum dan penyumbat lapar. Orang harus keluar dari interstate untuk membeli makanan, minuman, dan bensin. Dengan demikian perekonomian tumbuh di sekitar interchange. Dengan membuat tempat peristirahatan didalam jalan toll, membuka pintu lebar2 untuk oligarki berkuasa, hanya buruh yg dibutuhkan di tempat peristirahatan. Zaid Dunil: Setiap jalan toll ditempat tertentu ada pintu masuk dan pintu keluar dan itu mempermudah masyarakat keluar masuk ke dan dari kawasan tertentu. Jadi tidak harus selalu ada apa yang disebut "Frontage road" disepanjang toll itu BM: Kalau mau ada pemerataan ekonomi, frontage road , harus dan wajib dibangun, agar daerah yg dilalui jalan toll tidak terkurung. Mereka yg punya tanah disekitar frontage road, bekerja dengan pemda, bisa membangun industrial estate, kemudian di sewakan kepada investor asing yg punya teknologi tinggi, yg kita belum punya kemampuan. Jadi ada win2 solution, penduduk pribumi punya tempat, bekerjasama dengan investor asing. Jadi kita tidak jadi kuli, yg setiap saat demo, mengemis2 minta naik gaji, yg sering berakhir dengan kekerasan. Membangun jalan toll, tidak diragukan lagi banyak dampak positifnya, sudah angku Zaid Dunil bahas. Tapi kalau pembangunan jalan toll tidak diatur dengan baik, dampak negatifnya, sudah ambo kemukakan dalam episode kedua. Contoh konkrit, satu saja, silahkan bapak Zaid Dunil berkunjung ke CiKALONG WETAN. Dengan selesainya Cipularang, CiKALONG jadi terisolir, restoran sepanjang Cikalong mati. Laki2nya memburuh ke Bandung, gadis2nya jadi menyerbu klub2 malam Bandung, sebagian jadi TKI. Interchange Cikalong, yg seharusnya di bangun 2004, sampai saat ini 2014, belum dibangun juga. Setelah tanah2 didaerah terkurung itu dibeli murah, dalam ribuan ha oleh oligarki, baru kemudian interchange dibangun entah kapan. Silahkan bapak Zaid Zunil investigasi pembebasan lahan toll Manado Bitung, siapa yg membeli tanah jalur toll tsb, dan berapa harga pembebasannya. Jadi tidak heran akibat kolusi oligarki yg memegang kekuasaan dan pengusaha konco2nya, menghasilkan 40 orang terkaya di Indonesia, kekayaannya setara dengan 60 juta rata2 rakyat Indonesia. Apakah bapak Zaid Zunil, rela dikuasai oleh segentir orang saja ranah Minang? Salam BakhtiarM -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
