Aduh Al, kamari rumik kok awak ka mangecek soal Sumbar iko. Kadipangaan lai ko ha ? Wassalam, SB, 77, Sby.
Sent from my iPad > On 17 Feb 2014, at 00.32, [email protected] wrote: > > Pak B.Muin, Pak Saaf n sanak di Palanta n.a.h! > > Ambo ingin memberi info sajo bahwa pembangunan jalan Tol Padang-Bukittinggi > dan Bukittinggi ke Pekanbaru sudah lama dibatalkan oleh Pemda Sumbar. > > Alasannya, pembebasan tanahnya berat dan bakalintin pintin. Jan kan jalan > tol, jalan sicincin-malalak sebagai alternatif jalan Padang-Bukittinggi sajo > masih belum bisa dimanfaatkan. Masih ada beberapa bagian yg tak bisa > dibebaskan dan sebagian lagi longsor yang berulang-ulang. > > Soal lahan akan jadi murah, jan dikiro dunsanak di kampuang pandia bana. > Salah satu penyebab Pemda membatalkan rencana jalan tol itu adolah karano > tibo2 harago tanah nan dalam hutan sekalipun jadi naiak berkali lipat. Dek > urang awak, kan, alun takilek alah takalam, Takilek ikan dalam lubuak, lah > tahu jantan batinonyo. Begitu Dahlan Iskan (Meneg BUMN) mengumumkan > pembangunan jalan tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru, sejam kemudian masyarakat > lah tahu lahan nama nan ka dilalui walaupun alun diukua dek urang PU. Harago > tanahnyo langsung melambung. > > Jadi, harapan awak soal transportasi ko tingga jo kereta api. Mudah2an kereta > api ko bukan untuk kepentingan nostalgia. Dalam kondisi kini, jan lai baa > kiro-kiro perjalanan KA PadangPanjang-Bukitinggi atau Solok-Bukittinggi, KA > Padang-Pariaman dengan sekali berhenti di Tabing, butuh waktu 3 jam. > > Ketika mendiang Anas Malik masih jadi bupati, beliau mengajukan permohonan > kepada PJKA untuk membuat rel ganda Padang-Pariaman dan mengadakan KA Diesel > atau KRL. > > Salam, > > Syaf AL, 51, sadang di Sanur, Bali > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > From: "Dr. Saafroedin Bahar" <[email protected]> > Sender: [email protected] > Date: Sun, 16 Feb 2014 22:52:54 +0700 > To: [email protected]<[email protected]> > ReplyTo: [email protected] > Cc: <[email protected]><[email protected]>; > <[email protected]><[email protected]>; > <[email protected]><[email protected]> > Subject: Re: [R@ntau-Net] Episode kedua dalam menguasai Sumbar oleh oligarki > ----> lantas apa yg harus kita kerjakan ? > > Sanak Bachtiar Muin yth, ambo mamparatikan visi Sanak ttg apo nan bisa tajadi > di maso datang kalau aksi urang lua tu dipabiaan sajo. Ambo sepakat jo > panilaian Sanak ttg kurang pekanyo pejabat kito di Sumbar. > Pertanyaannyo kini adolah apo nan harus kito - urang Rantau - pabuek supayo > apo nan diramalkan tu indak tajadi. Pengalaman salamo iko manunjuakkan bahaso > gagasan kito hampia indak pernah diharagoi apolagi dilaksanakan dek sanak > kito di Ranah. Kito praktis dianggap urang asiang. > Namun ado peluang, saparati nan disarankan dek Pak Mochtar Naim, yaitu > melalui kontak langsuang antaro para perantau jo Nagari asa masing-masing. > Baa kok kito cubo manyampaikan gagasan Sanak iko ka pengurus IKM-IKM di > Rantau talabiah dahulu ? Baru sudah tu kito persilakan baliau-baliau > manghubungi nagarinyo masing-masing. > Supayo persiapan matang, ado rancaknyo dibuek semacam kelompok kerja > perencanaan, dan diisi dek pakar-pakar saroman Sanak Bachtiar Muin, saroman > MPKAS nan bajalan sampai kini karano kegiatan pribadi Pak Nofrins Napilus > dkk. Apo namonyo silakan dipiliah sendiri. > Wassalam, > SB, 77, Sby. > > Sent from my iPad > >> On 20 Des 2013, at 13.29, "Bakhtiar Muin PhD" <[email protected]> wrote: >> >> Assalamualaimum: >> >> Episode kedua dalam menguasai Sumbar oleh oligarki. >> >> Dalam Episode pertama menguasai Sumbar adalah penguasaan SBLG, Reklamasi >> pantai sebagai pusat bisnis, bekas2 tangsi tentara di Padang Panjang, dan >> Bukit Tinggi sebagai Superblok. >> >> Episode kedua, adalah kuasai lahan2 strategis di Sumatera Barat. Cara >> menguasainya, methodenya sama dengan penguasaan tanah sepanjang toll Jakarta >> Cikampek, dan sepanjang Toll Jakarta Bogor, yang sudah terjadi. Tidak >> percaya, saksikan sendiri dengan mata kepala dunsanak. >> >> Desakan membuat jalan Toll, Padang Bukit tinggi yg bakal di bangun oleh Jasa >> Marga, didukung oleh pemerintah daerah, sangat didukung oleh oligarki. >> >> Urang Minang sudah tidak sabar lagi, macet ingin jalan toll dibangun cepat2. >> >> Oligarki juga sudah siap untuk menguasai tanah2 sepanjang jalan, kiri kanan >> toll dibeli dengan murah. >> >> Jangan kira, selesainya jalan toll, tanah kiri kanan toll akan menjadi >> mahal. Tanah2 sepanjang jalan toll, akan tetap atau turun harganya, karena >> tanah tsb terkurung, tidak punya akses ke jalan toll. Dengan kolusi dengan >> pejabat2, oligarki mengusahakan, jangan sampai pemda membikin frontage road. >> Anda mengerti frontage road? Frontage road, adalah jalan lokal yg dibangun >> di kiri kanan jalan toll, yg seharusnya jadi kewajiban pengembang jalan toll >> untuk membangunnya, bila disekitar jalan toll tidak ada jalan lokal. >> >> Kewajiban membangun frontage road ini yg disyaratkan oleh UU, tidak pernah >> dilaksanakan. Tragedi kemanusiaan!!! Kenapa? >> >> Yg terjadi adalah oligarki berkolusi dengan pemda, agar tanah2 disekitar >> jalan toll tetap terkurung, sehingga harganya tetap murah. >> >> Jadi oligarki, akan membeli tanah2 yg terkurung sepangan jalan toll dalam >> puluhan ribu ha, di belinya pelan2 melalui pihak ketiga. Ada orang tua yg >> meninggal, bagi harta dibelinya. Ada yg mau naik haji dibelinya, ada yg >> perlu uang dibelinya. Tanah2 terkurung itu dibeli dengan harga murah. >> Setelah semuanya dibeli, puluhan ribu ha, berikutnya oligarki cincai dengan >> pejabat daerah. Disuruhnya bupati, walikota, membikin akses jalan dengan >> uang APBD/APBN. >> >> Tanah yg sudah di kuasai ribuan ha tsb, kemudian dibangun pelan2 jadi pusat >> wisata, daerah industri, setelah bonekanya membangun akses road, dari >> APBD/APBN yg nota bene adalah uang rakyat. >> >> Pada waktu itu orang Minang sudah miskin, tanah sudah dijual, jadi sudah >> siap jadi buruh pabrik dengan gaji murah. Jadi episode pertama menguasai >> sentral2 business, rumah sakit, sekolah, episode kedua, kuasai lahan, bangun >> industri, buruh sudah siap, karena sudah makin banyak urang Minang yg miskin >> seperti di Jawa. >> >> Jadi pusat Finansial, di daerah reklamasi, pusat perdagangan sudah dikuasai, >> tanah2 sudah dikuasai. >> >> Yang tersisa, bagi urang Minang di kampung sendiri adalah otot untuk jadi >> buruh pertanian modern, buruh di superblog, buruh di pusat2 industri. >> >> Aduhai, pejabat2 yg menekan tombol dimulainya proyek Lippo, anda2 akan >> tercatat disepanjang sejarah Minang, sebagai orang2 yg memotori proses >> pemiskinan urang Minang, 20-30 tahun lagi, anda2 akan melihat cucu anda, >> jadi jongos dikampung sendiri. Kalau anda2 sakit, cucu2 anda tidak akan >> sanggup membiayai anda2 masuk rumah sakit, yang anda tekan tombol >> peresmiannya. >> >> Gemas, melihat Minang, dipimpin oleh orang2 yg cakrawalanya pemikirannya >> tidak jauh kedepan. Amplop sesaat membahagiakan anda sejenak, memikiskan >> anak cucu se lama2nya, ber abad2 yang akan datang. >> >> Salam >> Bakhtiar Muin >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup >> Google. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim >> email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti > subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup > Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti > subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup > Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
