Alaikumsalam dinda MM

Ajo alah mambaco tulisan ko. Lantas kamanga awak, kalau alah coitu?

Tunggu se lah nasib... atau awak siap maubah nasib tu?




-------- Original message --------
From: Muchwardi Muchtar <[email protected]> 
Date: 02/23/2014  11:35 PM  (GMT-05:00) 
To: [email protected] 
Subject: [R@ntau-Net] Sabana Inisial "K" dari ABS-SBK. Bacolah Batanang-tanang 
Jo Hati Barasiah 
 
Komunitas r@ntaunet nan dirakhmati Allah SWT. Di bawah ko ---disampiang tasadio 
web asli dari ma sumber tulisanko diambiak-- sangajo difotokopi mantah-mantah 
ceramah nan dibarikan Dunsanak awak Sri Bintang Pamungkas, adiak dari Dr.Edi 
Swasono minantu Pak Hatta Wapres RI yang partamo, Sabtu (22/2) kapatang di 
Masjid Baiturrahim, Jalan Saharjo, Jakarta Selatan. 

Dalam kasempataan ko, awak indak mambahas, sia sabananyo Angku Sri Bintang ko. 
Namun sakadar gambaran dek Sanak, baliau di zaman manjalang tumbangnyo rezim 
Orba, adolah duo tokoh di republik ko (M.Amien Rais dan Sri Bintang Pamungkas) 
nan sabana mati-matian bausaho mambongka dan manjatuahkan Suharto. Cuma nasib 
balainan nan ditarimo. Sri Bintang, sempat dimasuakkan ka kandang Si Tumbin 
babulan-bulan, keluarganyo diteror siang malam, dan nan labiah sadist lai, 
baliu dipecat (sabagai PNS Goloangan IV-C) dari Dosen ISIP UI *).

Nah, karano baitu pantiangnyo tulisan panjang ko Sanak inokan, iyo indak baa 
doh kalau dibaco sacaro batanang (sarupo judul nan dibuek Si m.m), kamudian 
dibaritahukan (via internet) ka sanak sudaro di sabalah manyubalah.

Salam.............................,
mm***
Lk-2; 59, Bks.

Gereja Kharismatik dan Gerakan Politik Cina Menguasai Indonesia

 

JAKARTA (voa-islam.com) - Sungguh sangat luar biasa gambaran yang disampaikan 
oleh Dr.Ir. Sri Bintang Pamungkas, ketika berlangsung ‘diskusi’ di Masjid 
Baiturrahim, Jalan Saharjo, Jakarta Selatan, Sabtu, 22/2/2014.

 

Sri Bintang Pamungkas menggambarkan kolaborasi antara Gerekan Gereja 
Kharismatik dan kelompok konglomerat Cina di Indonesia dengan dukungan Amerika, 
Israel, dan Eropa, bertujuan melakukan penguasaan kedaulatan politik atas 
Indonesia, dan  menjadikan INDONESIA negeri Kristen. Di bawah ini penggambaran 
oleh Sri Bintang Pamungkas.

Kharismatik awalnya sebuah acara adat yang berkembang di Israel, disebut 
Pentecosta, yaitu upacara syukur kepada Tuhan atras berkahnya terhadap hasi 
pertanian. Acara adat ini kemudian dibawa ke Inggris pada tahun l920, dan 
berkembang di wilayah Wales menjadi bagian dari upacara gerejani.

 

Upacara gerejani ini tidak sama dengan yang dilakukan oleh gereja Protestan 
ataupun Katolik, tapi lebih menekankan pengajaran karunia dari Roh Kudus. 
Upacara gerejani ini berkembang menjadi besar di Amerika Serikat dan 
dunia,terutama karena kewajiban yang disebut sepersepuluh. Di mana 10 persen 
ari kekayaan wajib diserahkan kepada kepentingan gereja agar kekayaan individu 
yang bersangkutan menjadi berlipat.

 

Perkembangan Kharimastik

Setelah berkembang, Gereja Katolik Roma menjadi khawatir akan terjadinya 
pemisahan umat Katolik, seperti yang pernah pada masa pemisahan Protestan. Oleh 
sebab itu, Gereja Vatikan memberikan ruang khusus bagi kaum Kharismatik untuk 
beribadah. Hal ini justru mengakibatkan semakin meningkatnya perpindahan umat 
Katolik menjadi pengikut kaum Kharismatik, sekalipun begitu, terjadi pula 
persekutuan yang erat antara kaum Katolik dan Kharismatik.

 

Gereja Kharismatik mengajarkan pula puji-pujian disertai napak tilas ke Israel. 
Mereka percaya, bahwa keimanan mereka menjadi sempurna kalau bias mandi di 
Sungai Yordan, Israel. Menurut mereka, berziarah ke Israel adalah wajib, 
sebagaimana umat Islam wajib berhaji ke Masjidil Haram, sekiranya mampu. Dalam 
setahun ada tiga kali sekumpulan orang dari Jaringan Kharismatik Indonesia ke 
Israel dengan koordinasi oleh Nani Susanti dari Yayasan Gratia, Cirebon. Yaitu 
bulan Mei (sebagai hari kemerdekaan Israel), Oktober (Pondok Daud), dan 
Desember (Hari Natal).

 

Setelah itu juga ke Cina, Korea, dan Australia, konon Kharismatik masuk ke 
Indonesia sekitar tahun l967, yaitu lewat para misionaris Amerika Serikat yang 
berkunjung ke Nusa Tenggara Timur, antara lain, Pulau Timor. Tokoh Kharismatik 
di Nusa Tenggara Timur adalah Pendeta Melly.

 

Oleh Pendeta Melly dan Thenny Landena, Kharismatik dibawa memasuki Jawa lewat 
Surabaya sekitar tahun l975. Di Surabaya juga mengalami perkembangan, antara 
lain oleh Pendeta Jeremia Rim, Daniel Alexander, Stephen Tong dan Alex Abraham 
Tanusaputra.

 

Jaringan Kharismatik di Indonesia

Anak-anak murid para Pendeta itu, ikut mengembangkan Gereja Kharismatik dengan 
berbagai nama gereja , antara lain, Pendeta Jeremia Rim bersama Dr.Ir.Bambang 
Wijaya mendirikan Gereja Perjanjian Baru, yang kemudian berganti nama menjadi 
Gereja Masa depan Cerah, dan Alex Abraham Tanusaputra  mendirikan Gereja 
Bethany.

 

Dari Surabaya, aliran Kharismatik berkembang ke Semarang, Yogyakarta, Cirebon 
dan Bandung. Mreka tidak lagi harus menyebut tempat peribadatan sebagai gereja, 
tetapi segala bentuk bangunan yang di dalamnya orang bias beribadah. Di 
Semarang ada Pendeta Petrus Agung yang mendirikan Holly Stadium, sebagai tempat 
peribadatan, yang terbesar di Asia Tengara.

 

Di Yogyakarta ada tokoh Gondowidjojo yang menggunakan tempat percetakannya, 
Andi Offset, dengan majalahnya Bahana, sebagai tempat beribadah juga. Di 
Temanggung ada Pendeta Petrus Hadi Santoso, di Cirebon ada Nani Susanti dengan 
Gedung Gratia-nya, serta Wim Brataatmadja, dan di Bandung ada Yusak Cipto, Nani 
Susanti, Yuda Mailool, Andreas Nawawi, dan Petrus Nawami. Di kota Bekasi juga 
da Heru Sungkono dan Iin Cipto.

 

Selain berbentuk Gereja atau Rumah peribadatan, jaringan Kharismatik juga 
mendirikan banyak usaha gerejani, seperti sekolah Inti, sebuah Perhimpunan 
Indonesia Tionghoa, Sekolah Cahaya Bangsa, Sekolah Garda Terdepan, Sekolah 
Tinggi Theologia, Yayasan Doulos,  Yayasan Ayub, Penerbit Andy, Taman Bacaan 
Mahanaim, Gerakan Priya  Sejati (Business Mens Fellowship, Vibrant Men’s 
Ministry dn Christian Mens’s Networking).  Sekolah Inti dan Sekolah Garda 
Terdepan membina anak-anak muda untu diterjunkan ke desa-desa sebagai petani 
dan penyelengara kegiatan social.

 

Gereja-Gereja Kharismatik dan Tokohnya

Beberapa Gereja dala Jaringan Kharismatik beserta pimpinannya adalah sebagai 
berikut :

1.Gereja Kristen Perjanjian Baru (Jakarta - Andreas Nawawi, Bandung, GKPB Fajar 
Pengharapan-Bambang Widjaja, Cirebon, GKPB FAjar Keagungan-Pendeta Wim 
Brataatmadja.

2.Gereja Bethany  (Bandung-Pendeta Agung Takariana, Surabaya-Alex Abraham 
Tanusaputra.

3.Gereja Mawar Saron (Pendeta Yakub Nahuruay)

4.Gereja Tiberias Indonesia (Pendeta Pariadji dengan penyandang dana Hasyim 
Djojohadikusumo) =…..èHARI INI : WK.KETUA PARTAI GERINDRA (catat, ya..!! m.m)

5.Gereja el-Shaday (Bandung – Natawidjaja)

6.Gereja Anak Panah (Bandung-Pendeta Juliono, dengan Sekolah Cahaya Bangsa)

7.Gereja Duta Injil

8.Gereja Rumah Do’a Segala Bangsa

9.Gereja Yesus Kristus Tuhan (Gereja Abba Love, Jakarta –Eddy Leo)

10.Gereja Bethel Indonesia (Jakarta-Ir.Niko Nyotorahardjo, Pendeta Gilbert 
Lumaindong, Cirebon Bethel Yos Sudarso-Pendeta Yuda D.Mailool)

11.Gereja Bethel Tabernakel

12.Gereja Pelayanan Kesembuhan Kharismatik

13.Gereja Reformasi (Jakarta-Stephen Tong, Bandung-Hok Im Tong, Khaleb Tong, 
Kha Im Tong, Dorothy Tong)

14.Gereja Pusat Pantekosta

15.Gereja Pantekosta Philadelphia (Cirebon-Pendeta Paul Masail)

16.Charismatic City Church

17.Charismatic Worship Service

18.Gereja Duta Injil

19.Gereja Kemenangan Iman Indonesia

20.Gereja Jemaat Kristen Indonesia

21.Gereja Jemaat Kristus Indonesia (Cirebon:Gedung Gratia)

22.Gereja Sidang Jemaat Alah

 

Tempat-Tempat Kebaktian

Gereja Kharismatikmenyadari bahwa pada saat ini sulit, dan hampir tidak 
mungkin, mendirikan gereja di Indonesia. Karena itu, mereka banyak mengadaka 
kebaktian di hotel-hotel,gedung pertemuan dan komplek perumahan.

 

Sebagai contoh, Gereja Tiberias banyak megnadakan kebaktian di Balai Sarbini, 
Jakarta dan Pusat Perbelajaan Braga Walk, Bandung. Gereja Bethany mengadakan di 
BTC Jalan Pasteur, Bandung, Gereja Bethel di Perumahan Sukawarna, di Gedung 
Gratia, Cirebon, serta di Holy Stadium, Semarang.

 

Di Bandung Trade Center Jalan Pasteur, ada dua gereja yagn menggunakan gedung 
itu, yaitu Gereja Bethany, dan Gereja Masa Depan Cerah. Di Kompleks Perumahan 
Singgasana, di Mekar Wangi, Bandung juga ada dua gereja megah dan besar, yaitu 
Gereja Hok Im Thong, dan Gereja Bethel, dimana 99 persen penghuni Perumahan itu 
adalah orang-orang Cina yang kaya raya.

Para pengusaha Cina ini jugamendirikan Perumahan Kota Baru Parahiyangan, 
Bandung. Komplek Perumahan Harapan Baru, Bekasi, ada 25 gereja, tanpa papan 
nama. Di Bumi Serpong Damai, Andreas Nawawi, Petrus Nawawi, Edy Sindoro dan 
Bambang Widjaja adalah pengurus Gereja Masa Depan Cerah, yang banyak mendirikan 
komplek perumahan.

 

Dukungan dan Gerakan Politik Cina Menguasai Indonesia

Para tokoh pendukung Jaringan Gereja Kharismatik adalah para konglomerat Cina. 
Seperti Mochtar Riyadi, dan James Riyadi. Bapak dan anak pendiri Lippo, adalah 
orang-orang yang mula mengajak memberikan dukungan Jaringan Gereja Kharismatik.

 

Sesudah itu masuk konglomerat-konglomerat Cina lainnya, seperti Prayogo 
Pangestu, Ciputra dan Kelompok Gramedia-Kompas. Ciputra awalnya kesulitan uang 
pada masa krisis monoter, lalu mendapat pertolongan dari kelompok Gereja 
Kharismatik, dank arena itu dia masuk ke dalam jaringan mereka.

 

Dukungan juga dating dari dunia internasional, seperti Israel, Singapura, 
Australia, Kanada, Selandia Baru, dan Amerika. Tentunya, Negara-negara Sekutu 
Amerika juga memberikan dukungan.

 

Konon Korea Selatan dan Taiwan juga membantu. Ada kelompok Budha,Tsu Tsi, yagn 
berkiblat ke Taiwan. Yang juga memberikan dukungan dengan cara-cara tertentu. 
Mochtar dan James Riady pada awalnya, sebagai sahabat dan pendana kampanye 
Presiden Amerika Bill Clinton, mendapat tugas dari Presiden Amerika Serikat itu 
untuk menjatuhkan Presiden Soeharto.

Soeharto dinilai mempermalukan Amerika, karena tidak mampu menyelesaikan 
masalah Timor-Timur setelah diberi waktu 20 tahun. Sehingga harus dijatuhkan. 
Salah satunya upayanya adalah menciptakan krisis mototer. Sebagai akibatnya 
masyrakat bergolak untuk menolak kehadiran Soeharto setelah 30 tahun berkuasa.

 

Berbagai kejadian sesudah itu, seperti penjatuhan Presiden Habibie, 
terlepasnyaTimor-Timur, jatuhnya  Gus Dur dan Megawati,serta Amandemen UUD-45, 
adalah rekayasa politik untuk melemahkan Indonesia agar bisa dikuasai oleh Cina.

 

Dengan Amandemen itu, ada empat hal yang ingin dituju oleh  kelompok Cina, 
yaitu pelemahan MPR, sebagai lembaga Tertinggi Negara,penguatan fungsi dan 
tugas DPR, sehingga memiripkan  Pemerintahan Parlementer, Penghapusan Presiden 
Indonesia Harus Orang Asli. Dan Perubahan dari Asas Kekeluargaan menjadi Sistem 
Kapitalisme dan Liberalisme.

 

Sasaran yang terutama adalah membuat kerusakan ekonomi guna memperlemah 
kekuatan ‘Rakyat, Negara, dan Bangsa, khususnya kekuatan ekonomi Pribumi, Islam 
dan ABRI.

Di sini kelompok Cina Indonesia lewat koordinasi Keluarga Riady dengan dukungan 
CSIS (Center Strategic  International Studies), sebagai ‘thin-than’, ikut 
bermain menggerogoti kekayaan Indonesia demi kepentingan social ekonomi dan 
politik bagi kelompok Cina.

CSIS sendiri sudah mulai bekerja sejak didirikan awal pemerintahan Soeharto, 
dan sangat mempengaruhi kebijakan Soeharto. Intinya, mereka mau menjadikan 
Indonesia  menjadi seperti Singapura, di mana kelompok ‘Cina’ yang berkuasa.

 

Setelah menguasai perekonomian lewat  kesempatan yang diberikan oleh Soeharto, 
ditambah krisis ekonomi , terutama dibidang monoter yang menghadiahkan kepada 
mereka BLBI, ratusan triliun (bahkan ribuan triliun!), maka mulai l999 mereka 
menyiapkan   gerakan politik. Itu dimulai dengan mendirikan Partai Damai 
Sejahtera, pimpinan DR.Royandi Hotasoit.

Mereka lebih intensif lagi menjelang pemilu 2004, di mana kebijakan yang mereka 
tempuh adalah memasuki semua partai politik yang ada, dan kalau perlu membeli 
partai-partai itu. Sekarang PKB ‘dibeli’ oleh bos Lion Air, Rusdi Kirana. 
Mereka beranggapan , PDIP adalah tempat yang paling aman dan nyaman bagi merek.

 

Kekuatan mereka menjadi seperti tak dapat lagi bisa ditolak menjelang pemilu 
2014. Antara lain, karena dukungan kuat dari pemerintah SBY. Pada masa itu, 
berbagia konflik keagamaan dengan Islam diciptakan agar kelompok Muslim 
Indonesia mendapat kecaman  dunia,sehingga memperlemah posisi politiknya, 
disamping non-Muslim dengan barisan konglomerat Cina dan Gereja Kharismatik ini 
mendapat dukungan dunia.

 

Penghargaan kelompok Yahudi Amerika Serikat kepada SBY beberapa waktu lalu 
adalah pernyataan terima kasih, bahwa Jaringan non-Muslim mendapat tempat yang 
lebih baik di Indonesia. Pada sekitar Desember tahun lalu, ada pertemuan 
tokoh-tokoh Cina se-Dunia di Medan. Dalam pertemuan itu, memang  fokusnya  
adalah Indonesia.

Salah satu hasil pertemuan ini adalah didirikan “Pasti” (Paguyuban Suku 
Tionghoa), yaitu suatu perkumpulan diantara kelompok Cina Indonesia,untuk 
memperjuangkan ‘ECI’

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke